Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

FTSE Russell Susul MSCI, Tunda Peninjauan IHSG di Tengah Penentuan Free Float

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 10 Februari 2026 | 08:12 WIB
FTSE Russell Susul MSCI, Tunda Peninjauan IHSG di Tengah Penentuan Free Float
Indeks FTSE Russell [Kaohoon Internasional]
  • FTSE Russell menunda peninjauan indeks Indonesia Maret 2026 karena ketidakpastian porsi saham publik dan reformasi bursa.
  • Penangguhan ini menghentikan rebalancing, pembekuan perubahan segmen saham, dan penyesuaian bobot investasi indeks.
  • Keputusan ini didasari kekhawatiran metodologi *free float* baru yang berpotensi menimbulkan *turnover* tidak terukur di pasar.

Suara.com - Lembaga penyedia indeks global, FTSE Russell, secara resmi mengumumkan penundaan peninjauan (review) indeks Indonesia (IHSG) untuk periode Maret 2026.

Langkah ini diambil menyusul tingginya ketidakpastian terkait penentuan porsi saham publik (free float) serta potensi gangguan perdagangan di tengah proses reformasi besar-besaran yang sedang dilakukan otoritas bursa.

Keputusan penangguhan ini didasarkan pada masukan dari Komite Penasihat Eksternal (External Advisory Committees) yang mencermati rencana kebijakan baru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak akhir Januari 2026 lalu.

Aturan Exceptional Market Disruption

Dalam pengumuman resminya, FTSE Russell merujuk pada Aturan 2.4 mengenai Exceptional Market Disruption. Kebijakan ini diberlakukan apabila kondisi pasar dinilai tidak memungkinkan bagi klien atau investor untuk melakukan transaksi secara optimal.

Dampak langsung dari keputusan ini meliputi:

  1. Penghentian Rebalancing: Tidak akan ada penambahan atau penghapusan saham emiten Indonesia dalam indeks FTSE untuk sementara waktu.
  2. Pembekuan Perubahan Segmen: Perubahan klasifikasi saham dari kapitalisasi besar (big cap), menengah, hingga kecil ditangguhkan.
  3. Penundaan Penyesuaian Bobot: Aksi korporasi seperti right issue, perubahan jumlah saham beredar, serta penyesuaian bobot investasi tidak akan diterapkan hingga situasi dinilai lebih stabil.

Meski demikian, FTSE Russell tetap akan menghapus emiten yang mengalami kondisi khusus seperti merger, kebangkrutan, delisting, atau suspensi permanen. Pembagian dividen, baik reguler maupun spesial, juga tetap diproses sesuai jadwal.

Penundaan ini mencerminkan kekhawatiran global terhadap metodologi penentuan free float yang tengah digodok pemerintah.

FTSE Russell mengkhawatirkan adanya lonjakan perputaran modal (turnover) yang tidak terukur dan ketidakjelasan porsi saham yang benar-benar bisa diperdagangkan oleh publik.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersungkur dan mayoritas investor memilih untuk melakukan aksi jual pada Kamis (29/1/2026). Foto Rina-Suara.com
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersungkur dan mayoritas investor memilih untuk melakukan aksi jual pada Kamis (29/1/2026). Foto Rina-Suara.com

Langkah FTSE Russell ini memperpanjang deretan sentimen negatif bagi pasar modal Indonesia.

Sebelumnya, sejumlah lembaga keuangan raksasa seperti Goldman Sachs, UBS, Moody’s, hingga Nomura mulai mengambil sikap waspada.

Hal ini dipicu oleh peringatan keras dari MSCI yang bahkan sempat menyinggung potensi penurunan status Indonesia dari pasar berkembang (Emerging Market) menjadi pasar perbatasan (Frontier Market).

Otoritas bursa kini berpacu dengan waktu untuk memberikan kepastian regulasi. FTSE Russell menyatakan akan terus memantau perkembangan reformasi di Jakarta dan berjanji memberikan informasi terbaru menjelang evaluasi kuartalan berikutnya.

"Pembaruan informasi akan disampaikan menjelang pengumuman peninjauan kuartalan FTSE Global Equity Index Series (GEIS) Juni 2026, yang dijadwalkan pada Jumat, 22 Mei 2026," tulis pernyataan resmi tersebut, Selasa (10/2/2026).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BEI Temui MSCI Pekan Ini, Bahas Transparansi Pemegang Saham

BEI Temui MSCI Pekan Ini, Bahas Transparansi Pemegang Saham

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 07:54 WIB

IHSG Akhirnya Rebound ke Level 8.000, Cek Saham yang Cuan

IHSG Akhirnya Rebound ke Level 8.000, Cek Saham yang Cuan

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 17:03 WIB

IHSG Rebound ke Level 8.000 di Sesi I, 440 Saham Hijau

IHSG Rebound ke Level 8.000 di Sesi I, 440 Saham Hijau

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 12:54 WIB

Profil Moody's Rating dan Dampaknya Terhadap Bursa Saham Indonesia

Profil Moody's Rating dan Dampaknya Terhadap Bursa Saham Indonesia

Bisnis | Minggu, 08 Februari 2026 | 07:36 WIB

Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia

Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia

Bisnis | Sabtu, 07 Februari 2026 | 16:06 WIB

IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun

IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun

Bisnis | Sabtu, 07 Februari 2026 | 12:51 WIB

Terkini

Purbaya Bongkar Jurus Baru Dongkrak Ekonomi, Kendaraan Listrik Jadi Andalan

Purbaya Bongkar Jurus Baru Dongkrak Ekonomi, Kendaraan Listrik Jadi Andalan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:38 WIB

Rupiah Ambruk, Konsumen Ramai-ramai Beralih ke Produk China

Rupiah Ambruk, Konsumen Ramai-ramai Beralih ke Produk China

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:37 WIB

Gaji UMR Bisa Beli Rumah? Ini Strategi Finansial dan Tipsnya

Gaji UMR Bisa Beli Rumah? Ini Strategi Finansial dan Tipsnya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:31 WIB

Rupiah Sentuh Rp17.500 per Dolar AS, BI Bongkar Penyebabnya

Rupiah Sentuh Rp17.500 per Dolar AS, BI Bongkar Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:21 WIB

IHSG Masih Akan Turun ke Level 6.700, Rebalancing MSCI Bikin Investor Waspada

IHSG Masih Akan Turun ke Level 6.700, Rebalancing MSCI Bikin Investor Waspada

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:02 WIB

Saham Konglomerasi Berguguran dari Rebalancing MSCI, Ini Daftarnya

Saham Konglomerasi Berguguran dari Rebalancing MSCI, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 06:25 WIB

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:40 WIB

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:10 WIB

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:53 WIB

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:35 WIB