Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Dolar AS Keok, Rupiah Berjaya Hari Ini di Level Rp 16.786/USD

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Rabu, 11 Februari 2026 | 16:25 WIB
Dolar AS Keok, Rupiah Berjaya Hari Ini di Level Rp 16.786/USD
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Rupiah menguat 0,15 persen pada Rabu, 11 Februari 2026, mencapai Rp 16.786 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg.
  • Penguatan rupiah disebabkan data ekonomi Amerika Serikat yang tidak sesuai ekspektasi investor, menurut Analis Doo Financial Futures.
  • Mata uang Asia umumnya menguat terhadap dolar AS, kecuali ringgit Malaysia dan rupee India yang mengalami pelemahan.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terus menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan Rabu, 11 Februari 2026. Data Bloomberg menunjukkan rupiah bergerak di sekitar level Rp 16.786 per dolar AS atau melesat 0,15 persen dibandingkan penutupan Selasa (10/2) ada di level Rp16.811

Sedangkan kurs JISDOR Bank Indonesia ada di level Rp 16.781.

Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah dikarenakan data-data ekonomi AS yang di bawah harapan para investor.

"Rupiah menguat terhadap dolar AS yang terus melemah menyusul data-data ekonomi AS yg di bawah harapan," katanya saat dihubungi Suara.com.

Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]
Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]

Lukman menuturkan, investor juga mengantisipasi data pekerjaan AS NFP malam ini yang diperkirakan akan juga mengecewakan. Apabila tidak ada kejutan malam ini, dolar AS diperkirakan masih akan melemah.

"Penguatan rupiah mungkin terbatas mengingat sentimen domestik juga tidak bagus," jelasnya.

Sementara itu, beberapa mata uang Asia juga meemah. Yen Jepang mencatat penguatan terbesar yakni 0,84 persen, disusul won Korea yang menguat 0,41 persen.

Lalu, dolar Taiwan menguat 0,40 persen, peso Filipina menguat 0,40 persen, dolar Singapura menguat 0,17 persen.

Diikuti, dolar Hong Kong menguat 0,03 persen dan yuan China menguat 0,02 persen terhadap dolar AS sore ini.

baca juga

Sedangkan ringgit Malaysia dan rupee India melemah terhadap dolar AS dengan pelemahan 0,05 persen dan 0,10 persen.

Selain itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 96,61, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 96,79.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.775

Rupiah Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.775

Bisnis | Rabu, 11 Februari 2026 | 09:34 WIB

Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp 16.811/USD

Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp 16.811/USD

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 16:23 WIB

Rupiah Terus Bangkit, Dolar AS Lemas ke Level Rp16.786

Rupiah Terus Bangkit, Dolar AS Lemas ke Level Rp16.786

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 09:30 WIB

Terkini

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:19 WIB

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:08 WIB

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:42 WIB

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

×