Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Rupiah Melemah Terus, Menkeu: Saya Tidak Bisa Kendalikan

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Jum'at, 13 Februari 2026 | 07:18 WIB
Rupiah Melemah Terus, Menkeu: Saya Tidak Bisa Kendalikan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Antara]
baca 10 detik
  • Menkeu Purbaya menegaskan pengelolaan nilai tukar rupiah adalah kewenangan penuh Bank Indonesia, bukan Kemenkeu.
  • Purbaya menyatakan fokus Kemenkeu adalah memperkuat pertumbuhan ekonomi domestik yang konsisten dan berkelanjutan.
  • Meskipun terjadi arus modal asing masuk besar, rupiah tetap melemah sehingga perlu ditanyakan ke bank sentral.

Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menekankan bahwa kewenangan pengelolaan nilai tukar rupiah berada di tangan Bank Indonesia. 

Pasalnya, Menkeu tidak bisa melakukan intervensi langsung terhadap pergerakan kurs dan memilih fokus pada penguatan pertumbuhan ekonomi.

“Sebetulnya kalau rupiah, yang berhak menjawab bank sentral. Saya tidak mengelola nilai tukar karena mereka yang mengendalikan,” ujar Purbaya di Finance Hall, Kamis (12/2/2026).

Dia pun menyoroti arus modal asing tercatat masuk dalam jumlah signifikan pada periode November, Desember, hingga awal Januari. Namun, masuknya aliran modal asing belum bisa membangkit rupiah.

“Kalau kita lihat November, Desember, Januari awal itu inflow positif dan cukup besar, tapi rupiah melemah. Jadi Anda harus tanya ke bank sentral kenapa terjadi seperti itu,” katanya.

Ia juga menepis anggapan bahwa pemerintah, melalui Kementerian Keuangan, mengintervensi kebijakan moneter bank sentral atau Bank Indonesia.

Ilustrasi Rupiah. [Pixabay]
Ilustrasi Rupiah. [Pixabay]

“Masalah figures too early dan apakah disusupi pemerintah, jadi kita enggak bisa, kita enggak memutuskan,” bebernya.

Dia menambahkan, Kementerian Keuangan memilih berkonsentrasi pada penciptaan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan.

“Saya fokus ke penciptaan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Kalau ekonomi tumbuh lebih tinggi dan orang percaya kita bergerak konsisten, biasanya pasar modal akan mengikuti karena keuntungan perusahaan naik,” ujarnya.

baca juga

Pemerintah, lanjutnya, juga berupaya memperbaiki iklim investasi agar pelaku usaha dapat berbisnis dengan lebih mudah di dalam negeri.

Menurut dia, pertumbuhan yang kuat akan mendorong masuknya investasi, baik melalui pasar modal maupun investasi langsung asing (FDI). Dalam kondisi tersebut, nilai tukar rupiah diyakini akan menguat secara alami.

“Daripada mengendalikan nilai tukar dengan intervensi yang bukan bidang saya, saya kendalikan saja pertumbuhan ekonomi secara konsisten dan kuat ke depannya,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skandal Ribuan Kontainer China: Mafia Impor Diduga Gerogoti Institusi Bea Cukai

Skandal Ribuan Kontainer China: Mafia Impor Diduga Gerogoti Institusi Bea Cukai

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 19:09 WIB

Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp 16.811/USD

Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp 16.811/USD

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 16:23 WIB

Rupiah Terus Bangkit, Dolar AS Lemas ke Level Rp16.786

Rupiah Terus Bangkit, Dolar AS Lemas ke Level Rp16.786

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 09:30 WIB

Cara Purbaya Kejar Setoran Pajak demi Tax Ratio 12 Persen

Cara Purbaya Kejar Setoran Pajak demi Tax Ratio 12 Persen

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 18:09 WIB

Purbaya Siapkan Rp 15 Miliar Buat Anggaran Reaktivasi BPJS Kesehatan

Purbaya Siapkan Rp 15 Miliar Buat Anggaran Reaktivasi BPJS Kesehatan

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 17:54 WIB

Purbaya Ungkap Biang Kerok Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan yang Diprotes Warga

Purbaya Ungkap Biang Kerok Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan yang Diprotes Warga

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 14:11 WIB

Terkini

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:19 WIB

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:08 WIB

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:42 WIB

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

×