Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.575.000
Beli Rp2.447.000
IHSG 5.643,194
LQ45 553,105
Srikehati 276,229
JII 331,154
USD/IDR 17.957

Pendataan Masyarakat Miskin Door to Door Sudah Tak Relevan

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 13 Februari 2026 | 18:18 WIB
Pendataan Masyarakat Miskin Door to Door Sudah Tak Relevan
Vivi Alatas dari Prospera mengatakan metode pendataan masyarakat miskin melalui skema wawancara rumah ke rumah atau door to door sudah tidak lagi relevan. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Prospera menyatakan pendataan masyarakat miskin secara wawancara rumah ke rumah tidak relevan akibat kemajuan teknologi digital.
  • Pemerintah didorong mengadopsi sistem data terintegrasi dan berbasis aplikasi seperti diterapkan oleh negara lain saat ini.
  • Akurasi data sangat penting untuk kebijakan bansos; perbaikan metode penilaian dan keamanan data perlu ditingkatkan.

Suara.com - Senior Advisor Prospera, Vivi Alatas menilai metode pendataan masyarakat miskin melalui skema wawancara rumah ke rumah atau door to door sudah tidak lagi relevan. Evaluasi sistem pendataan dinilai penting menyusul polemik penonaktifan peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) dalam beberapa hari terakhir.

Menurut Vivi, perkembangan teknologi dan sistem data digital membuat metode pendataan konvensional tidak lagi efektif untuk menggambarkan kondisi kesejahteraan masyarakat secara akurat. Ia menilai pemerintah perlu mulai mengandalkan sistem data yang saling terintegrasi.

"Kalau kita belajar dari negara lain, itu tidak bisa lagi menggunakan cara turun ke lapangan door to door untuk mendata siapa yang miskin dan siapa yang tidak," ucapnya di kantor Dewan Ekonomi Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (13/2/2026).

Ia menjelaskan, banyak negara kini menggunakan sistem berbasis aplikasi dan interoperabilitas data antarinstansi. Dengan pendekatan tersebut, data sosial dapat diperbarui secara lebih cepat sekaligus meminimalkan kesalahan pendataan.

"Di negara-negara lain, itu banyak dilakukan melalui on-demand atau application system di mana menggunakan interoperabilitas data, dengan baik, dengan data spasial, maupun data utilisasi," sambung dia.

Vivi mengatakan pemerintah sebenarnya sudah mengambil langkah awal melalui pengumpulan data lewat Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Namun, proses penilaian tingkat kesejahteraan masyarakat dinilai masih perlu banyak perbaikan.

Menurut dia, salah satu persoalan utama terletak pada metode penilaian atau scoring yang belum sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi terkini masyarakat. Hal itu terjadi karena sebagian data masih merupakan hasil pengumpulan beberapa tahun lalu.

"PR tentang scoring-nya yang lebih tepat, itu masih merupakan PR. Karena memang data-datanya kebanyakan dikumpulkan dari beberapa tahun," urainya.

Ia menegaskan pembenahan sistem data menjadi penting agar kebijakan bantuan sosial tidak menimbulkan polemik serupa di kemudian hari. Akurasi data disebut menjadi fondasi utama dalam menentukan siapa yang berhak menerima bantuan negara.

baca juga

Selain itu, Vivi mengingatkan proses digitalisasi data harus dibarengi dengan penguatan aspek keamanan. Pemerintah diminta memastikan integrasi data tidak menimbulkan risiko kebocoran informasi masyarakat.

"Itu merupakan suatu sistem yang mudah-mudahan sedikit demi sedikit dengan, dengan apa yang sedang dilakukan sekarang ini, akan bisa terdorong," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cak Imin Soroti 12,5 Juta Warga Miskin di Desa: Jangan Hanya Andalkan Bansos!

Cak Imin Soroti 12,5 Juta Warga Miskin di Desa: Jangan Hanya Andalkan Bansos!

News | Kamis, 16 Oktober 2025 | 13:20 WIB

Semua Kalangan Bisa Akses Sekolah Garuda, Termasuk Masyarakat Miskin

Semua Kalangan Bisa Akses Sekolah Garuda, Termasuk Masyarakat Miskin

News | Selasa, 23 September 2025 | 18:27 WIB

Ratusan Triliun Hilang Percuma? Bansos Akan Difokuskan ke Lansia & ODGJ, Tapi... Sistem Bobrok Dulu Diatasi

Ratusan Triliun Hilang Percuma? Bansos Akan Difokuskan ke Lansia & ODGJ, Tapi... Sistem Bobrok Dulu Diatasi

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 14:14 WIB

1.000 Dapur MBG dan Konsesi Tambang Semakin Jauhkan NU dari Kaum Nahdiyin dan Masyarakat Miskin

1.000 Dapur MBG dan Konsesi Tambang Semakin Jauhkan NU dari Kaum Nahdiyin dan Masyarakat Miskin

News | Senin, 30 Juni 2025 | 12:25 WIB

Bos BPS Buka-bukaan Standar Miskin Orang Indonesia

Bos BPS Buka-bukaan Standar Miskin Orang Indonesia

Bisnis | Sabtu, 03 Mei 2025 | 16:41 WIB

Terkini

Pajak Marketplace Resmi Berlaku, DJP Bidik Penerimaan Negara Tembus Rp 24 Triliun

Pajak Marketplace Resmi Berlaku, DJP Bidik Penerimaan Negara Tembus Rp 24 Triliun

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:21 WIB

MUTU Umumkan Private Placement Rp 29,9 Miliar, Incar Ekspansi Bisnis Karbon

MUTU Umumkan Private Placement Rp 29,9 Miliar, Incar Ekspansi Bisnis Karbon

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:08 WIB

Daftar Marketplace yang Bakal Beri Diskon Biaya Layanan 50 Persen

Daftar Marketplace yang Bakal Beri Diskon Biaya Layanan 50 Persen

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:51 WIB

Asosiasi E-commerce hingga Pengusaha Dukung Purbaya Tarik Pajak Marketplace

Asosiasi E-commerce hingga Pengusaha Dukung Purbaya Tarik Pajak Marketplace

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:49 WIB

Pegadaian Praya Dukung Infrastruktur Sekolah dan Edukasi Investasi Emas bagi Siswa

Pegadaian Praya Dukung Infrastruktur Sekolah dan Edukasi Investasi Emas bagi Siswa

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:33 WIB

Berlaku Agustus 2026, DJP Klaim Pungutan ke Marketplace Bukan Pajak Baru

Berlaku Agustus 2026, DJP Klaim Pungutan ke Marketplace Bukan Pajak Baru

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:22 WIB

IHSG Akhirnya Perkasa ke Level 5.695 Hari Ini

IHSG Akhirnya Perkasa ke Level 5.695 Hari Ini

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:01 WIB

Harga Tiket Pesawat Turun Setelah BBM Avtur Melemah?

Harga Tiket Pesawat Turun Setelah BBM Avtur Melemah?

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 16:54 WIB

B50 Resmi Berlaku, INDEF Beberkan Ancaman Kenaikan Harga Minyak Goreng

B50 Resmi Berlaku, INDEF Beberkan Ancaman Kenaikan Harga Minyak Goreng

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 16:44 WIB

BI Rate Naik, Kemenperin Sebut Kepercayaan Industri Melambat

BI Rate Naik, Kemenperin Sebut Kepercayaan Industri Melambat

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 16:21 WIB

×