Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

IPC TPK Catat Bongkar Muat 299 Ribu TEUs di Awal 2026

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 13 Februari 2026 | 18:39 WIB
IPC TPK Catat Bongkar Muat 299 Ribu TEUs di Awal 2026
Aktivitas bongkar muat kontainer di Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (10/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • IPC TPK raih 299.891 TEUs di Januari 2026, tumbuh 6,82% (YoY).
  • Kinerja operasional Area Panjang melesat tertinggi hingga 16%.
  • Fokus pada digitalisasi dan integrasi untuk dukung ekspor nasional.

Suara.com - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mengawali kalender 2026 dengan catatan merah putih. Anak usaha Subholding PT Pelindo Terminal Petikemas ini sukses membukukan kinerja operasional positif, mempertegas sinyal kebangkitan logistik nasional di awal tahun.

Hingga akhir Januari 2026, realisasi arus petikemas IPC TPK menembus angka 299.891 TEUs. Capaian ini melesat 6,82% (year-on-year) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 280.743 TEUs.

Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary mengungkapkan, pertumbuhan ini menjadi cermin optimisme pelaku usaha di tengah dinamika perdagangan global yang mulai stabil.

"Pertumbuhan ini mencerminkan efektivitas strategi operasional kami. Capaian ini selaras dengan transformasi Pelindo dalam menciptakan layanan kepelabuhanan yang terintegrasi dan berdaya saing global," ujar Pramestie dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Peningkatan performa ini tak lepas dari moncernya kinerja di beberapa titik operasi utama. Area Panjang, Lampung, menjadi bintang dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 16%.

Posisi selanjutnya disusul oleh Area Tanjung Priok 1 yang naik 10,2%, serta Area Tanjung Priok 2 yang tumbuh 8%. Konsistensi di wilayah-wilayah kunci ini membuktikan keandalan layanan IPC TPK dalam menjaga urat nadi logistik tetap mengalir deras.

Moncernya kinerja di awal 2026 ini tak lepas dari rapor hijau ekspor Indonesia sepanjang 2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor nasional mencapai US$282,91 miliar, tumbuh 6,15%.

Sektor industri pengolahan menjadi tulang punggung dengan kontribusi US$227,1 miliar (tumbuh 14,47%), disusul sektor pertanian yang melonjak 21,01%. Arus barang dari sektor-sektor inilah yang kemudian memadati terminal-terminal petikemas IPC TPK.

Menatap sisa tahun 2026, IPC TPK tidak mau jemawa. Perusahaan berkomitmen memperkuat operational excellence dan digitalisasi layanan guna meningkatkan customer experience.

"Kami fokus memastikan layanan terminal siap memfasilitasi kenaikan volume perdagangan dan mendukung integrasi layanan kepelabuhanan nasional demi efisiensi rantai pasok," tutup Pramestie.

Sebagai informasi, IPC TPK saat ini mengelola enam area kerja strategis, mulai dari Pelabuhan Tanjung Priok hingga Jambi, dengan sistem jaringan terintegrasi dan profesional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kejagung Geledah Sejumlah Perusahaan di Sumatra Terkait Korupsi Ekspor CPO

Kejagung Geledah Sejumlah Perusahaan di Sumatra Terkait Korupsi Ekspor CPO

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 19:56 WIB

Perang Lawan Baja Impor, Pelaku Industri Desak Pengawasan Ketat dan Wajib SNI

Perang Lawan Baja Impor, Pelaku Industri Desak Pengawasan Ketat dan Wajib SNI

Bisnis | Kamis, 12 Februari 2026 | 19:55 WIB

Purbaya Akui Tiffany & Co Disegel Bea Cukai Gegara Impor Ilegal

Purbaya Akui Tiffany & Co Disegel Bea Cukai Gegara Impor Ilegal

Bisnis | Kamis, 12 Februari 2026 | 19:22 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB