Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.745.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Indonesia Ngebet Negosiasi Tarif Trump, China Diam-diam Malah Dapat Untung

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:11 WIB
Indonesia Ngebet Negosiasi Tarif Trump, China Diam-diam Malah Dapat Untung
Donald Trump (instagram)
  • USTR AS mengumumkan peta jalan tarif impor baru pada Rabu (25/2/2026), membedakan perlakuan mitra dagang utama.
  • Indonesia menyepakati tarif 19% AS, namun tetap diselidiki terkait subsidi perikanan melalui investigasi Pasal 301.
  • China menikmati gencatan senjata tarif demi kondusivitas kunjungan Presiden Trump, sementara Vietnam terancam kenaikan tarif signifikan.

Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat melalui Perwakilan Perdagangan (USTR), Jamieson Greer, baru saja memberikan peta jalan terbaru mengenai eskalasi tarif impor global.

Dalam keterangannya pada Rabu (25/2/2026), Greer memberikan gambaran kontras mengenai bagaimana Washington memperlakukan mitra dagangnya: Indonesia yang kooperatif, China yang dalam posisi "gencatan senjata", dan Vietnam yang tetap dalam pengawasan ketat.

Langkah ini diambil seiring rencana kenaikan tarif dasar dari 10% menjadi 15% atau lebih bagi negara-negara yang dianggap melakukan praktik dagang tidak adil.

Posisi Indonesia tergolong unik dalam skema perdagangan resiprokal (Agreement on Reciprocal Trade) era Trump. Berbeda dengan negara lain yang melawan, Jakarta memilih jalur kompromi strategis:

  • Penerimaan Tarif Tinggi: Indonesia telah sepakat untuk menerima tarif AS sebesar 19% sebagai bagian dari pembukaan pasar timbal balik.
  • Investasi Pasal 301: Meski sudah ada kesepakatan, USTR tetap akan meluncurkan investigasi Pasal 301 terhadap Indonesia. Fokusnya adalah meneliti subsidi di sektor perikanan dan kapasitas industri nasional.
  • Evaluasi Kepatuhan: Hasil investigasi ini nantinya akan menentukan apakah tarif 19% tersebut akan dipertahankan, diturunkan, atau justru dinaikkan berdasarkan tingkat kepatuhan Indonesia terhadap komitmen pembukaan pasar bagi produk AS.

China: Gencatan Senjata Diplomatik

Berlawanan dengan retorika keras biasanya, China saat ini mendapatkan perlakuan "dingin" namun stabil. Greer menegaskan bahwa AS tidak berniat menaikkan tarif terhadap produk China melampaui level yang ada saat ini.

Alasan Diplomasi: Penahanan diri ini dilakukan demi menjaga kondusivitas rencana kunjungan Presiden Donald Trump ke China dalam beberapa pekan mendatang.

Status Quo: Washington memilih untuk tetap pada kesepakatan yang sudah ada (perjanjian Fase 1 atau tarif era sebelumnya) tanpa melakukan eskalasi baru yang dapat merusak negosiasi tingkat tinggi yang sedang disiapkan.

Vietnam, bersama dengan China, tetap menjadi target utama kritik AS terkait masalah struktural ekonomi. Greer menyoroti bahwa banyak perusahaan di negara-negara tersebut tetap beroperasi meskipun tidak menguntungkan karena adanya sokongan subsidi pemerintah.

Berbeda dengan Indonesia yang sudah memiliki angka tarif "kesepakatan" (19%), Vietnam kemungkinan besar akan menghadapi kenaikan tarif hingga 15% atau lebih melalui mekanisme Pasal 301 jika tidak segera melakukan reformasi industri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah AS Investigasi Kesepakatan Indonesia Terkait Tarif Baru 15 Persen

Pemerintah AS Investigasi Kesepakatan Indonesia Terkait Tarif Baru 15 Persen

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 12:36 WIB

Bayang-bayang Perang AS-Iran, Harga Minyak Dunia 'Nangkring' di Level Tertinggi 7 Bulan

Bayang-bayang Perang AS-Iran, Harga Minyak Dunia 'Nangkring' di Level Tertinggi 7 Bulan

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 11:41 WIB

Narasi Swasembada Pangan di Balik Bayang-Bayang Impor Beras Amerika

Narasi Swasembada Pangan di Balik Bayang-Bayang Impor Beras Amerika

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 11:51 WIB

Dari Gerakan Non Blok ke Aliansi Amerika, Indonesia Tak Lagi Bebas Aktif Gegara ART dan BoP?

Dari Gerakan Non Blok ke Aliansi Amerika, Indonesia Tak Lagi Bebas Aktif Gegara ART dan BoP?

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 03:31 WIB

Deretan Kontroversi Infantino 10 Tahun Pimpin FIFA: Ucapan Tak Layak hingga Kedekatan dengan Trump

Deretan Kontroversi Infantino 10 Tahun Pimpin FIFA: Ucapan Tak Layak hingga Kedekatan dengan Trump

Bola | Rabu, 25 Februari 2026 | 20:53 WIB

China Jengah Kesepakatan Prabowo-Trump, Mau Cabut Investasi di Indonesia?

China Jengah Kesepakatan Prabowo-Trump, Mau Cabut Investasi di Indonesia?

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 20:00 WIB

Terkini

Rumah Murah di Bawah Rp 100 Juta Mulai Diburu Masyarakat

Rumah Murah di Bawah Rp 100 Juta Mulai Diburu Masyarakat

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 17:53 WIB

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 7.509 Triliun per Februari, Masih Aman?

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 7.509 Triliun per Februari, Masih Aman?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 17:47 WIB

Anhar Sudradjat: Investasi Rumah Lebih Menguntungkan Dibanding Emas

Anhar Sudradjat: Investasi Rumah Lebih Menguntungkan Dibanding Emas

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 17:47 WIB

Dihantam Aksi Jual, IHSG Terkapar ke Level 7.623

Dihantam Aksi Jual, IHSG Terkapar ke Level 7.623

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 17:15 WIB

Purbaya Ubah Aturan Restitusi Pajak Usai Duga Ada Kebocoran, Berlaku 1 Mei 2026

Purbaya Ubah Aturan Restitusi Pajak Usai Duga Ada Kebocoran, Berlaku 1 Mei 2026

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 16:47 WIB

Rupiah Kian Terpuruk ke Level Rp 17.143/USD

Rupiah Kian Terpuruk ke Level Rp 17.143/USD

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 16:02 WIB

Utang Rp 1 Juta Tak Masuk SLIK, Solusi Akses KPR atau Ancaman Kredit Macet?

Utang Rp 1 Juta Tak Masuk SLIK, Solusi Akses KPR atau Ancaman Kredit Macet?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 15:15 WIB

Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta

Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:50 WIB

Kapal Tanker China Gagal Tembus Blokade AS di Teluk Persia

Kapal Tanker China Gagal Tembus Blokade AS di Teluk Persia

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:30 WIB

Kursi Panas Bos Astra: Sinyal Kuat Rudy Gantikan Djony Bunarto, Saham ASII Langsung Gaspol!

Kursi Panas Bos Astra: Sinyal Kuat Rudy Gantikan Djony Bunarto, Saham ASII Langsung Gaspol!

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:26 WIB