Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.555.000
Beli Rp2.430.000
IHSG 6.175,535
LQ45 621,910
Srikehati 307,227
JII 366,948
USD/IDR 17.939

Negosiasi AS-Iran Berlanjut, Harga Minyak Dunia Melemah

Dythia Novianty, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 27 Februari 2026 | 12:15 WIB
Negosiasi AS-Iran Berlanjut, Harga Minyak Dunia Melemah
Ilustrasi harga minyak dunia turun. [Shutterstock]
baca 10 detik
  • Harga minyak dunia turun tipis pada Jumat 27 Februari 2026 karena negosiasi nuklir AS-Iran meredakan risiko gangguan pasokan.
  • Pasar mengantisipasi keputusan OPEC+ hari Minggu mengenai kenaikan kuota produksi, setelah sempat menahan peningkatan kuota.
  • Minyak Brent turun menjadi $70,70 dan WTI menjadi $65,20, menandai penurunan mingguan signifikan bagi kedua jenis minyak.

Suara.com - Harga minyak dunia turun tipis pada perdagangan Jumat 27 Februari 2026 dan cenderung melemah pada penutupan pekan ini, seiring berkurangnya risiko gangguan pasokan akibat berlanjutnya negosiasi nuklir antara AS dan Iran.

Selain itu, pasar juga tengah mengantisipasi hasil pertemuan OPEC+ hari Minggu mendatang, yang diprediksi akan menyepakati kenaikan kuota produksi.

Mengutip dari Reuters minyak mentah Brent berjangka turun 5 sen menjadi 70,70 dolar AS per barel pada pukul 03.31 GMT. Minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 1 sen menjadi 65,20 dolar AS.

Untuk pekan ini, harga Brent diperkirakan akan turun 1,8 persen, sementara WTI diperkirakan akan turun sekitar 2,2 persen, membalikkan sebagian dari kenaikan pekan sebelumnya.

Analis senior Sparta Commodities, June Goh, menilai bahwa para pelaku pasar saat ini cenderung bersikap waspada menjelang akhir pekan.

"Para pedagang berada dalam mode menunggu dan melihat menjelang akhir pekan dengan meningkatnya ketegangan dengan Iran di satu sisi, dan pertemuan OPEC+ pada hari Minggu dengan kemungkinan peningkatan produksi di sisi lain," kata Goh. 

Pembicaraan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran kembali digelar di Jenewa sebagai upaya meredam potensi konflik pasca-pengerahan militer AS di wilayah tersebut. 

Ilustrasi perang Iran. (Foto: Ist)
Ilustrasi perang Iran. (Foto: Ist)

Dinamika negosiasi ini sempat memicu lonjakan harga minyak hingga lebih dari satu dolar per barel menyusul laporan mengenai kebuntuan diskusi. 

Hal tersebut disebabkan oleh sikap keras AS yang menuntut Iran menghentikan pengayaan uranium sepenuhnya dan menyerahkan cadangan uranium 60 persen mereka.

baca juga

Kendati demikian, tren kenaikan harga tersebut akhirnya mereda setelah pihak mediator dari Oman mengonfirmasi adanya perkembangan positif dalam pertemuan antara kedua negara tersebut.

Menteri Luar Negeri Oman, Sayyid Badr Albusaidi, melalui unggahannya di media sosial X mengonfirmasi bahwa negosiasi akan berlanjut ke tahap diskusi teknis.

Pertemuan lanjutan tersebut dijadwalkan berlangsung pekan depan di Wina, Austria, menyusul rangkaian pembicaraan yang sebelumnya digelar di Jenewa.

"Meskipun hal ini awalnya meredakan kekhawatiran akan tindakan militer AS yang akan segera terjadi, hal ini menyisakan sedikit waktu untuk mencapai kesepakatan sebelum tenggat waktu Presiden Trump pada 1-6 Maret," kata Daniel Hynes, seorang analis di ANZ.

Goh dari Sparta mengatakan bahwa nada dari pembicaraan tersebut menunjukkan keengganan dari kedua pihak untuk mengalah, menambahkan bahwa kemungkinan serangan AS terhadap Iran semakin besar tetapi tindakan militer apa pun kemungkinan akan terbatas.

Sebagai langkah antisipasi terhadap risiko gangguan pasokan akibat potensi konflik, Arab Saudi mulai meningkatkan kapasitas produksi dan ekspor minyaknya melalui skema rencana darurat. 

Di sisi lain, kelompok OPEC+ diprediksi akan menyepakati kenaikan produksi sebesar 137.000 barel per hari mulai April mendatang dalam pertemuan yang dijadwalkan pada 1 Maret.

Kebijakan ini diambil setelah kelompok tersebut sempat menahan laju kenaikan produksi sepanjang kuartal pertama tahun ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pedagang Pasar Bilang Harga MinyaKita Tak Pernah Rp 15.700/Liter

Pedagang Pasar Bilang Harga MinyaKita Tak Pernah Rp 15.700/Liter

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 22:34 WIB

Ultimatum AS ke Iran Terkait Nuklir Picu Kenaikan Harga Minyak Dunia

Ultimatum AS ke Iran Terkait Nuklir Picu Kenaikan Harga Minyak Dunia

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 11:06 WIB

Pasar Minyak Pantau Negosiasi AS-Iran, Brent Berada di Level 68,59 Dolar AS

Pasar Minyak Pantau Negosiasi AS-Iran, Brent Berada di Level 68,59 Dolar AS

Bisnis | Selasa, 17 Februari 2026 | 11:45 WIB

PHR Raih Minyak Mentah 1.274 BOPD dari Uji Coba Sumur Libo

PHR Raih Minyak Mentah 1.274 BOPD dari Uji Coba Sumur Libo

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 16:04 WIB

Bahlil Bongkar Borok Produksi Minyak: 22 Ribu Sumur Nganggur!

Bahlil Bongkar Borok Produksi Minyak: 22 Ribu Sumur Nganggur!

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 12:12 WIB

Menanti Hasil Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Bergerak Tipis

Menanti Hasil Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Bergerak Tipis

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 11:39 WIB

Terkini

Padahal Miliki Rekening Bank Itu Penting, Tapi 15 Juta Orang Masih Simpan di Bawah Kasur

Padahal Miliki Rekening Bank Itu Penting, Tapi 15 Juta Orang Masih Simpan di Bawah Kasur

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 19:05 WIB

Simpang-siur TNI dan Polisi Ikut Urus Pajak, Apa yang Sejauh ini Kita Tahu?

Simpang-siur TNI dan Polisi Ikut Urus Pajak, Apa yang Sejauh ini Kita Tahu?

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 19:04 WIB

Asian Games 2026: Tim Indonesia Tak Hanya Tinggal di Kampung Atlet, tapi Juga Hotel dan Kapal Pesiar

Asian Games 2026: Tim Indonesia Tak Hanya Tinggal di Kampung Atlet, tapi Juga Hotel dan Kapal Pesiar

Sport | Senin, 20 Juli 2026 | 19:04 WIB

Berkedok Mubaligh, Oknum Polisi di Wonogiri Tega Lecehkan Anak Atasannya Sendiri

Berkedok Mubaligh, Oknum Polisi di Wonogiri Tega Lecehkan Anak Atasannya Sendiri

Jawa Tengah | Senin, 20 Juli 2026 | 18:59 WIB

RUU PFII Sepakat Dibawa ke Rapat Paripurna Besok, Pembahasan Dikebut Cuma Perlu 19 Hari

RUU PFII Sepakat Dibawa ke Rapat Paripurna Besok, Pembahasan Dikebut Cuma Perlu 19 Hari

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 18:54 WIB

Setelah Digembleng, Manajer Kopdes Baru Bisa Kerja Agustus

Setelah Digembleng, Manajer Kopdes Baru Bisa Kerja Agustus

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 18:51 WIB

Nacific Berasal dari Mana? Brand yang Jadi Incaran Pecinta Skincare

Nacific Berasal dari Mana? Brand yang Jadi Incaran Pecinta Skincare

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 18:50 WIB

Tak Hanya Tunai, Banyak Orang Beli Emas Pakai Kredit Bank

Tak Hanya Tunai, Banyak Orang Beli Emas Pakai Kredit Bank

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 18:46 WIB

Ngemis Online di TikTok: Eksploitasi Kemiskinan Gaya Baru

Ngemis Online di TikTok: Eksploitasi Kemiskinan Gaya Baru

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 18:45 WIB

Dugaan Menteri PU Ajak Keluarga ke New York, KPK Soroti Potensi Penyimpangan

Dugaan Menteri PU Ajak Keluarga ke New York, KPK Soroti Potensi Penyimpangan

News | Senin, 20 Juli 2026 | 18:44 WIB

×