Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Apindo: Ingatkan Risiko Krisis Listrik Akibat Pemangkasan Produksi Batu Bara

Liberty Jemadu | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Selasa, 03 Maret 2026 | 14:53 WIB
Apindo: Ingatkan Risiko Krisis Listrik Akibat Pemangkasan Produksi Batu Bara
Apindo memperingatkan pemerintah akan risiko krisis listrik akibat pemangkasan produksi batu bara. (unsplash/roger james)
  • Apindo khawatir pemotongan kuota produksi batu bara 2026 dari 790 juta ton menjadi 600 juta ton ancam pasokan listrik domestik.
  • Apindo mendesak peninjauan ulang kuota produksi dan harga Domestic Market Obligation (DMO) batu bara yang stagnan sejak 2018.
  • Kementerian ESDM telah berkomunikasi dengan PLN untuk memetakan PLTU urgen meskipun DMO 30% seharusnya mencukupi kebutuhan energi primer.

Suara.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memperingatkan bahwa pemotongan kuota produksi batu bara dapat mengancam ketersediaan energi untuk pembangkit listrik domestik.

Saat ini, Kementerian ESDM tengah berencana memangkas kuota produksi tahunan dari angka 790 juta ton di tahun lalu menjadi kisaran 600 juta ton untuk 2026.

Ketua Komite Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) Apindo Hendra Sinadia meminta agar rencana tersebut ditinjau kembali.

"Di Apindo kita khawatirkan malah bukan hanya produksi ini bisa berdampak kepada kelancaran pasokan kelistrikan dalam negeri. Bahkan APLSI (Asosiasi Pembangkit Listrik Swasta Indonesia) juga sudah menyampaikan kekhawatirannya,” kata Hendra di Jakarta yang dikutip pada Selasa (3/3/2026).

Hendra merinci pada 2025, konsumsi batubara domestik mencapai 254 juta ton, dan diproyeksikan meningkat menjadi 260–270 juta ton pada tahun 2026. Sementara dari informasi yang beredar kuota yang disetujui dalam RKAB 2026 berada di angka 600 juta ton.

"Ini tentu akan jadi masalah ya. Apalagi perusahaan-perusahaan pasti juga dengan kebutuhan ekspornya, apalagi kan dibatasi 25 persen. Dan ini tentu mereka dengan kondisi apalagi produksi dipotong, mereka akan memaksimalkan revenue tentu saja untuk ekspor,” ujar Hendra.

Terkait kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) batu bara untuk kelistrikan yang terpaku di angka USD 70 per ton sejak 2018, Hendra mengungkapkan bahwa pelaku usaha telah lama mendesak peninjauan ulang.

"Memang harga ini dipatok untuk menstabilkan tarif listrik. Namun pemerintah juga perlu memikirkan keberlanjutan perusahaan, apalagi kalau DMO mau dinaikkan menjadi 30 persen,” kata Hendra.

Sebelumnya Kementerian ESDM mengumumkan sudah berkomunikasi dengan PT PLN (Persero) untuk mengantisipasi kurangnya pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

“Minggu lalu, untuk ketersediaan energi primer, terutama batu bara, ini kami sudah berkomunikasi juga dengan PLN,” ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM akhir pekan lalu.

Dalam rapat yang dilakukan bersama PLN, Kementerian ESDM meminta kepada PLN untuk memetakan pembangkit mana saja yang urgen atau darurat.

Terkait dengan pasokan batu bara, lanjut Yuliot, seharusnya sudah terpenuhi dari kewajiban perusahaan tambang batu bara untuk menjual sekitar 30 persen dari hasil produksinya kepada PLN atau skema Domestic Market Obligation (DMO) batu bara.

“Karena sekitar 30 persen dari total produksi digunakan untuk keperluan pembangkit dalam negeri. Jadi, secara kebutuhan itu seharusnya mencukupi,” ujar dia.

Yuliot mengatakan yang menjadi permasalahan adalah bagaimana pengiriman batu bara dari lokasi tambang ke pembangkit-pembangkit.

Misalkan, ada pembangkit yang minimal cadangan batu baranya adalah 20 hari. Untuk memastikan cadangan batu bara tidak kurang dari 20 hari, Yuliot menegaskan pentingnya proses pengadaan dilakukan dengan tepat waktu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Situasi Timur Tengah Memanas, APINDO Belum Deteksi Dampak ke Impor - Ekspor Minerba

Situasi Timur Tengah Memanas, APINDO Belum Deteksi Dampak ke Impor - Ekspor Minerba

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 07:10 WIB

Krisis Batu Bara Ancam PLTU, Pasokan Listrik Aman?

Krisis Batu Bara Ancam PLTU, Pasokan Listrik Aman?

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 20:33 WIB

Kementerian ESDM: Perusahaan Amerika Tetap Harus Investasi Jika Mau Akses Mineral Kritis Indonesia

Kementerian ESDM: Perusahaan Amerika Tetap Harus Investasi Jika Mau Akses Mineral Kritis Indonesia

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 21:23 WIB

Berkat Perjanjian Prabowo-Trump, AS Bisa Kuasai Mineral Kritis RI

Berkat Perjanjian Prabowo-Trump, AS Bisa Kuasai Mineral Kritis RI

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 15:14 WIB

Negosiasi Dagang Rampung, RI Siap Borong Produk Energi AS Senilai Rp235 Triliun

Negosiasi Dagang Rampung, RI Siap Borong Produk Energi AS Senilai Rp235 Triliun

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 14:11 WIB

Terkini

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 21:57 WIB

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 19:58 WIB

Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA

Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 18:20 WIB

Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?

Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:59 WIB

Airlangga: Prabowo Mau Kirim Tim ke Korea Selesaikan Proyek Jet Tempur KF-21

Airlangga: Prabowo Mau Kirim Tim ke Korea Selesaikan Proyek Jet Tempur KF-21

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:55 WIB

Anggota DPR Ingin Adanya Perubahan Polam Konsumsi Energi dari BBM ke EV

Anggota DPR Ingin Adanya Perubahan Polam Konsumsi Energi dari BBM ke EV

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:51 WIB

Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025

Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:40 WIB

BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya

BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:33 WIB

DJP Tebar Insentif, Denda Telat Lapor SPT Tahunan 2025 Dihapuskan Hingga 30 April

DJP Tebar Insentif, Denda Telat Lapor SPT Tahunan 2025 Dihapuskan Hingga 30 April

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:15 WIB

Perkuat Produksi Jagung Nasional, BULOG Dorong Panen dan Tanam Serentak di Blora

Perkuat Produksi Jagung Nasional, BULOG Dorong Panen dan Tanam Serentak di Blora

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:09 WIB