Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Eropa Terancam Gelap: Pipa Migas Rusia Rusak, Perang Iran Tutup Selat Hormuz

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 04 Maret 2026 | 13:14 WIB
Eropa Terancam Gelap: Pipa Migas Rusia Rusak, Perang Iran Tutup Selat Hormuz
Selat Hormuz (Gemini AI)
  • Eropa menghadapi krisis energi akibat terputusnya gas Rusia dan gangguan Selat Hormuz oleh konflik AS-Israel-Iran.
  • Pipa Druzhba yang vital mengalami kerusakan akibat serangan Rusia, memicu ketegangan antara Ukraina dan negara penerima.
  • Ukraina menolak inspeksi perbaikan pipa karena bahaya perang, sementara negara penerima mencurigai motif politik di baliknya.

Suara.com - Eropa berada dalam posisi yang sangat terjepit; di satu sisi mereka harus menghadapi kenyataan pahit terputusnya total pasokan gas dari Rusia akibat sanksi dan kerusakan infrastruktur, sementara di sisi lain, jalur nadi energi dunia di Selat Hormuz mulai terkendala serius.

Eskalasi perang terbuka yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah mengganggu stabilitas pasokan migas di Timur Tengah secara masif.

Blokade di Selat Hormuz, yang merupakan jalur bagi seperlima perdagangan minyak global, telah menyebabkan kapal-kapal tanker tertahan dan produksi melambat.

Kondisi ini membuat ketergantungan terhadap jalur pipa darat di daratan Eropa, seperti Pipa Druzhba, menjadi sangat krusial sekaligus memicu ketegangan diplomatik baru antara Ukraina dan negara-negara tetangganya.

Ukraina saat ini berada di bawah tekanan besar dari Uni Eropa untuk segera mengizinkan inspeksi terhadap pipa minyak Druzhba yang rusak.

Infrastruktur vital yang menyalurkan minyak Rusia ke Hongaria dan Slovakia ini dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat serangan udara Moskow pada Januari lalu.

Namun, keraguan mulai muncul dari negara-negara penerima aliran minyak yang mencurigai adanya motif politik di balik penghentian operasional tersebut.

Hongaria dan Slovakia menuduh Kyiv sengaja menghentikan aliran minyak untuk menekan negara-negara yang dianggap pro-Kremlin.

Sebaliknya, Kyiv bersikeras bahwa infrastruktur tersebut memang hancur dan membahayakan jika dipaksa beroperasi.

Ketidakhadiran tim verifikasi independen di lokasi kerusakan membuat Uni Eropa mulai meragukan klaim Ukraina, di tengah situasi energi Benua Biru yang kian kritis.

CEO Naftogaz, Sergii Koretskyi, memberikan rincian teknis mengenai tingkat kehancuran yang terjadi untuk menepis tuduhan sabotase politik.

Menurutnya, serangan Rusia menghantam tangki penyimpanan minyak berkapasitas 75.000 meter kubik, memicu kebakaran hebat yang baru bisa dipadamkan setelah 10 hari.

Luasnya area yang terdampak membuat proses pembersihan dan penilaian awal berjalan sangat lambat.

Kerusakan tidak hanya terjadi pada pipa, tetapi juga pada peralatan pemantauan kebocoran, kabel listrik, dan transformator utama.

Koretskyi menggambarkan besarnya dampak serangan tersebut sebagai salah satu kebakaran reservoir minyak terbesar di Eropa dengan diameter mencapai ukuran lapangan sepak bola.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serangan Drone Iran Hantam Area Konsulat AS di Dubai

Serangan Drone Iran Hantam Area Konsulat AS di Dubai

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 13:11 WIB

Eropa Hentikan Dukungan Dana Militer Ukraina Imbas Sengketa Pipa Gas Rusia

Eropa Hentikan Dukungan Dana Militer Ukraina Imbas Sengketa Pipa Gas Rusia

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 12:59 WIB

Viral Harga Bensin di Iran Cuma Rp500 per Liter, Jadi yang Termurah di Dunia

Viral Harga Bensin di Iran Cuma Rp500 per Liter, Jadi yang Termurah di Dunia

Entertainment | Rabu, 04 Maret 2026 | 12:54 WIB

Antisipasi Dampak Konflik AS-Iran, Prabowo Sedang Bangun 'Tameng Politik' Lewat Pertemuan di Istana?

Antisipasi Dampak Konflik AS-Iran, Prabowo Sedang Bangun 'Tameng Politik' Lewat Pertemuan di Istana?

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 12:49 WIB

Israel Serang Wilayah Sipil Tanpa Peringatan, Harga Gas Membara

Israel Serang Wilayah Sipil Tanpa Peringatan, Harga Gas Membara

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 12:44 WIB

Arab Saudi Cegat 5 Drone, Ketegangan Timur Tengah Meningkat

Arab Saudi Cegat 5 Drone, Ketegangan Timur Tengah Meningkat

Video | Rabu, 04 Maret 2026 | 13:00 WIB

Terkini

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 11:17 WIB

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 10:47 WIB

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB