Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.196,430
LQ45 614,786
Srikehati 299,961
JII 371,907
USD/IDR 17.968

Dolar Naik Imbas Konflik Iran Vs AS-Israel, Harga Barang Impor Bisa Ikutan Meroket

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 10 Maret 2026 | 07:25 WIB
Dolar Naik Imbas Konflik Iran Vs AS-Israel, Harga Barang Impor Bisa Ikutan Meroket
Ilustrasi ketegangan geopolitik antara Iran - Amerika Serikat dan Israel. (Chatgpt)
baca 10 detik
  • Ketegangan geopolitik Iran, AS, dan Israel berpotensi mengganggu sektor ritel Indonesia melalui kenaikan harga barang impor.
  • Kekhawatiran utama pelaku usaha adalah menguatnya dolar AS serta melonjaknya biaya logistik internasional akibat konflik.
  • Dampak ekonomi dikhawatirkan terjadi dalam jangka panjang jika eskalasi militer di Timur Tengah tersebut terus berlanjut.

Suara.com - Ketegangan geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dinilai berpotensi berdampak pada sektor ritel di Indonesia.

Salah satu yang dikhawatirkan pelaku usaha adalah kenaikan harga barang impor akibat penguatan dolar AS serta meningkatnya biaya logistik global.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Budihardjo Iduansjah, mengatakan dampak konflik tersebut memang belum terasa langsung saat ini.

Namun, ia mengingatkan, risiko ekonomi bisa muncul jika situasi global berlangsung dalam jangka panjang.

"Kalau saat ini belum terkena langsung dikarenakan sih baru kan. Namun, saat ini yang memang kita khawatirkan kalau jangka panjang aja. Misalkan berlarut-larut itu pasti jadi masalah," kata Budihardjo kepada wartawan, Senin (9/3/2026).

Menurut dia, salah satu efek yang perlu diwaspadai adalah potensi penguatan dolar AS. Kondisi tersebut dapat mendorong kenaikan harga bahan baku maupun barang impor yang masuk ke Indonesia.

"Ya pasti yang kita takutkan US Dollar naik. Kalau US Dollar naik, bahan baku naik," ujarnya.

Budihardjo menjelaskan banyak barang impor di Indonesia dibayar menggunakan mata uang dolar. Karena itu, setiap kenaikan nilai dolar berpotensi langsung berdampak pada harga jual produk di dalam negeri.

"Jadi apa yang terjadi ya di Indonesia yang menggunakan barang impor bayar pakai dolar akan naik harganya," katanya.

baca juga

Selain faktor nilai tukar, ia juga menyoroti kemungkinan meningkatnya ongkos logistik internasional. Konflik geopolitik bisa memaksa kapal pengangkut barang mengambil rute yang lebih panjang sehingga biaya kontainer ikut melonjak.

"Lalu juga yang di mana barang impor yang kita jadi finished product, ongkos kontainer naik karena kapal mesti muter dan lain sebagainya gitu," ucap Budihardjo.

Secara global, konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel memang memicu ketidakpastian ekonomi, termasuk kenaikan harga energi serta penguatan dolar AS sebagai aset aman di tengah gejolak geopolitik.

Menurut Budihardjo, kondisi tersebut bisa menimbulkan efek berantai terhadap berbagai sektor ekonomi yang bergantung pada pasokan barang impor.

"Iya itu, itu ekosistemnya terganggu," jelasnya.

Karena itu, HIPPINDO berharap ketegangan geopolitik tersebut tidak berlangsung lama agar tidak memicu kenaikan harga barang maupun gangguan distribusi di dalam negeri.

"Nah kita harapkan secepatnya selesai lah ini, jangan terlalu lama," pungkasnya.

Ilustrasi Dolar Naik (Freepik)
Ilustrasi Dolar Naik (Freepik)

Diketahu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) mengalami tekanan hebat pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin (9/3/2026).

Mata uang Garuda sempat terjungkal ke level psikologis baru di angka Rp17.010 per dolar AS, melemah 0,5 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Meski sempat melakukan perlawanan dan menguat tipis ke posisi Rp16.950 pada siang hari, posisi rupiah dinilai masih sangat rentan.

Sentimen negatif utama bersumber dari eskalasi militer di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Konflik ini telah melumpuhkan jalur logistik energi global dan memicu lonjakan harga minyak mentah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri Maman Kena Sentil Menkeu Purbaya Gara-gara Hal Ini!

Menteri Maman Kena Sentil Menkeu Purbaya Gara-gara Hal Ini!

Bisnis | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 13:40 WIB

Resiko Geopolitik Dongkrak Harga Minyak Indonesia ke 66,81 Dolar AS

Resiko Geopolitik Dongkrak Harga Minyak Indonesia ke 66,81 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 12:34 WIB

Akankah Dolar AS Tembus Rp17.000?

Akankah Dolar AS Tembus Rp17.000?

Bisnis | Jum'at, 26 September 2025 | 10:12 WIB

Penyebab Rupiah Loyo Hingga ke Level Rp 16.700 per USD

Penyebab Rupiah Loyo Hingga ke Level Rp 16.700 per USD

Bisnis | Kamis, 25 September 2025 | 15:51 WIB

Negara Rugi Rp 26,4 Miliar dari Barang-barang Impor Ilegal Selama 6 Bulan

Negara Rugi Rp 26,4 Miliar dari Barang-barang Impor Ilegal Selama 6 Bulan

Bisnis | Rabu, 06 Agustus 2025 | 11:45 WIB

Core Indonesia: Serangan Impor Murah Bak 'Kiamat' Bagi RI

Core Indonesia: Serangan Impor Murah Bak 'Kiamat' Bagi RI

Bisnis | Sabtu, 26 Juli 2025 | 19:31 WIB

Terkini

Gaya Mewah Pelat Palsu: Sopir Alphard yang Cekcok dengan Satpam Kena Tilang

Gaya Mewah Pelat Palsu: Sopir Alphard yang Cekcok dengan Satpam Kena Tilang

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:31 WIB

Foundation Viva Mana yang Paling Tahan Lama? Ini Pilihan dengan Klaim Waterproof dan Long Lasting

Foundation Viva Mana yang Paling Tahan Lama? Ini Pilihan dengan Klaim Waterproof dan Long Lasting

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:30 WIB

Ketika Institusi Publik Menjadi Arena Eksperimen Kebijakan

Ketika Institusi Publik Menjadi Arena Eksperimen Kebijakan

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:30 WIB

Kasus Debt Collector Kredivo di Purworejo Berakhir Damai, Perusahaan Perkuat Pengawasan Penagihan

Kasus Debt Collector Kredivo di Purworejo Berakhir Damai, Perusahaan Perkuat Pengawasan Penagihan

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:17 WIB

Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi

Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:02 WIB

Harga Kebutuhan Naik, Gaji Tetap: Realitas Daya Beli yang Kian Menurun

Harga Kebutuhan Naik, Gaji Tetap: Realitas Daya Beli yang Kian Menurun

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:00 WIB

Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?

Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:00 WIB

Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo

Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:50 WIB

Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan

Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:30 WIB

Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah, Akhiri Era HP Flagship Mahal?

Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah, Akhiri Era HP Flagship Mahal?

Tekno | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:24 WIB

×