- Wamen ESDM Yuliot Tanjung menjamin ketahanan listrik Jawa-Bali menjelang Idulfitri 2026 setelah meninjau PLTA Saguling.
- PLTA Saguling, yang memanfaatkan Sungai Citarum, berfungsi utama membangkitkan listrik dan mengatur frekuensi sistem.
- Cadangan daya listrik periode siaga Maret 2026 diproyeksikan aman, jauh melebihi beban puncak yang terjadi.
Suara.com - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menjamin ketahanan listrik di wilayah Jawa, Madura dan Bali menjelang Hari Raya Idulfirti 2026.
Hal itu dipastikan Yuliot usai meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling yang berada Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
"Posko Nasional Sektor ESDM melakukan kunjungan untuk melihat kesiapan kelistrikan. Jadi, untuk pasokan ketenagalistrikan, kita ingin melihat kesiapan secara keseluruhan dari PLTA Saguling memasok sistem Kelistristrikan Jawa-Bali," kata Yuliot lewat keterangannya pada Selasa (17/3/2026).
Disampaikannya, keandalan pasokan listrik dari PLTA Saguling telah dipersiapkan jauh hari sebelum menjelang Lebaran. Dia memastikan gangguan terhadap jaringan listrik sangat minim terjadi.
Adapun PLTA tersebut memanfaatkan aliran Sungai Citarum dan memiliki kapasitas berkapasitas 4 x 175,18 MW. Selain berfungsi sebagai pembangkit, PLTA Saguling juga berperan menjadi pengatur frekuensi sistem dengan menerapkan Load Frequency Control (LFC).
Selama periode siaga Ramadhan dan Idulfitri (12-31 Maret 2026), proyeksi menunjukkan beban puncak (BP) sebesar 47.198 MW, sementara daya mampu pasok (DMP) mencapai 51.608 MW atau tersisa cadangan total 4.410 MW.
"Dengan ketersediaan pasokan dan kebutuhan yang masih tersisa cadangan 9,3 persen atau 4.401 MW maka dapat dipastikan cadangan itu masih cukup handal," kata Yuliot.
Sementara pada Hari Raya Idulfitri yang diprediksi jatuh pada 21 Maret 2026, Posko Nasional memproyeksikan beban puncak (BP) sebesar 35.017 MW dengan daya mampu pasok (DMP) 51.967 MW, sehingga cadangan daya mencapai 16.950 MW (48,4 persen).
Meski BP tersebut naik 5,46 persen dari tahun 2025, beban saat Lebaran tahun ini tetap 29 persen lebih rendah dibandingkan hari normal.