Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Laba Bersih DEWA Tembus Rp4,3 Triliun, Naik 1.324 Persen dari Estimasi Awal

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 27 Maret 2026 | 09:52 WIB
Laba Bersih DEWA Tembus Rp4,3 Triliun, Naik 1.324 Persen dari Estimasi Awal
Ilustrasi pekerja Darma Henwa (DEWA) [Suara.com/HO-DEWA]
  • PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatat laba bersih Rp4,3 triliun pada akhir 2025, jauh melampaui estimasi analis.
  • Kenaikan laba signifikan ini didorong akuisisi Gayo Mineral Resources yang menciptakan *negative goodwill* Rp4,5 triliun.
  • Laba inti DEWA naik menjadi Rp573 miliar berkat efisiensi biaya dan peningkatan margin laba kotor operasional.

Suara.com - Dunia pasar modal tanah air dikejutkan dengan performa gemilang dari PT Darma Henwa Tbk (kode saham: $DEWA) pada penutupan tahun buku 2025.

Emiten yang bergerak di bidang jasa pertambangan ini melaporkan perolehan laba bersih yang sangat fantastis, yakni mencapai Rp4,3 triliun.

Angka ini merupakan lompatan raksasa jika dibandingkan dengan perolehan tahun 2024 yang hanya sebesar Rp55 miliar.

Kenaikan laba bersih yang mencapai ribuan persen ini jauh melampaui ekspektasi para analis pasar. Berdasarkan data konsensus, pencapaian DEWA berada di angka 1.324% di atas estimasi awal untuk tahun penuh 2025.

Pada kuartal keempat saja (4Q25), perseroan sukses mengantongi laba bersih Rp4,1 triliun, sebuah angka yang kontras dibandingkan kuartal sebelumnya maupun periode yang sama di tahun lalu.

Pendorong utama di balik "ledakan" laba bersih ini bukanlah sekadar operasional rutin, melainkan langkah korporasi strategis berupa akuisisi PT Gayo Mineral Resources (GMR).

Perseroan merampungkan akuisisi 99,75% saham GMR pada November 2025. Menariknya, transaksi ini tidak melibatkan arus kas tambahan di tahun 2025 karena pembayarannya telah dicatat sebagai uang muka investasi pada laporan keuangan tahun sebelumnya.

Langkah ini menghasilkan negative goodwill sebesar Rp4,5 triliun. Secara akuntansi, hal ini terjadi karena nilai wajar aset GMR yang mencapai Rp6,7 triliun jauh lebih tinggi dibandingkan biaya perolehannya yang hanya sekitar Rp844 miliar.

GMR sendiri adalah perusahaan operator tambang emas dan tembaga di Aceh yang saat ini berada pada tahap eksplorasi dengan nilai aset evaluasi menyentuh Rp7 triliun.

Pencatatan keuntungan non-kas ini berhasil menutupi (mengompensasi) sejumlah beban penghapusan piutang, persediaan, hingga kerugian akibat hilangnya kendali atas entitas anak, PT Dire Pratama, yang dilepas pada bulan yang sama dengan nilai kerugian sebesar Rp82 miliar.

Sebagai catatabm lonjakan laba bersih didominasi oleh faktor one-off (sekali waktu) dari akuisisi.

Sementara, laba inti perseroan yang meningkat signifikan menjadi Rp573 miliar di tahun 2025, melonjak dari hanya Rp65 miliar pada tahun 2024.

Peningkatan laba inti ini didorong oleh ekspansi margin laba kotor yang sangat agresif. Berikut adalah rincian performa operasional perseroan:

  • Ekspansi Margin: Margin laba kotor naik menjadi 15,1% sepanjang 2025, jauh lebih baik dibandingkan margin 7,3% pada tahun sebelumnya.
  • Volume Produksi: Volume material moved meningkat 13% secara kuartalan (QoQ), didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar 6% secara tahunan (YoY).
  • Efisiensi Subkontraktor: Beban subkontraktor berhasil ditekan secara drastis hingga 37%. Hal ini sejalan dengan ambisi manajemen untuk meningkatkan porsi pengerjaan proyek secara mandiri (in-house).

Langkah manajemen dalam mengalihkan pekerjaan dari pihak ketiga ke unit internal terbukti menjadi senjata ampuh untuk menjaga profitabilitas di tengah fluktuasi harga komoditas global.

Laba inti perseroan, dalam kajian Stockbit yang dikutip pada Jumat (27/3/2026) memperkirakan tumbuh sebesar 59% secara tahunan menjadi Rp910 miliar.

Optimisme ini didasarkan pada rencana percepatan pengambilalihan pengerjaan secara in-house hingga level 100% pada proyek-proyek strategis.

Salah satu katalis utama pertumbuhan di tahun mendatang adalah penambahan volume kontrak sebesar 50 juta bcm dari proyek non-Bengalon milik PT Kaltim Prima Coal (KPC).

Perseroan juga telah mengumumkan percepatan transisi pengerjaan mandiri di proyek Bengalon yang akan dimulai pada April 2026. Dengan hilangnya ketergantungan pada subkontraktor, efisiensi biaya diharapkan semakin optimal dan memperkuat struktur keuangan perusahaan dalam jangka panjang.


Disclaimer: Investasi pada instrumen pasar modal seperti saham memiliki risiko fluktuasi harga yang dipengaruhi oleh kinerja fundamental perusahaan, kondisi ekonomi makro, dan sentimen pasar. Seluruh data keuangan dalam artikel ini merupakan ringkasan laporan kinerja PT Darma Henwa Tbk ($DEWA) tahun buku 2025.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Masih Jeblok di Jumat Pagi, Diproyeksikan Terus Melemah

IHSG Masih Jeblok di Jumat Pagi, Diproyeksikan Terus Melemah

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 09:11 WIB

Sinyal Damai Tak Jelas, Wall Street Langsung Anjlok 2%

Sinyal Damai Tak Jelas, Wall Street Langsung Anjlok 2%

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:47 WIB

Fakta-fakta Kinerja BBRI Februari 2026, Investor Wajib Tahu

Fakta-fakta Kinerja BBRI Februari 2026, Investor Wajib Tahu

Bri | Jum'at, 27 Maret 2026 | 06:59 WIB

Senator AS Curigai Trump di Kasus Trader Misterius yang Raup Rp800 M dalam 15 Menit

Senator AS Curigai Trump di Kasus Trader Misterius yang Raup Rp800 M dalam 15 Menit

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:46 WIB

Bitcoin Kalahkan Emas dan Saham di Tengah Gejolak Global

Bitcoin Kalahkan Emas dan Saham di Tengah Gejolak Global

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 17:53 WIB

Ini Alasan Saham Garuda Indonesia Melesat 15%

Ini Alasan Saham Garuda Indonesia Melesat 15%

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 17:34 WIB

Terkini

IHSG Keok ke 6.400, Purbaya Minta Investor Tak Takut: Serok Bawah Sekarang, 1-2 Hari Balik

IHSG Keok ke 6.400, Purbaya Minta Investor Tak Takut: Serok Bawah Sekarang, 1-2 Hari Balik

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 13:06 WIB

Rupiah Makin Jeblok ke Rp 17.660, Purbaya Tuding Gegara Ada Sentimen 1998

Rupiah Makin Jeblok ke Rp 17.660, Purbaya Tuding Gegara Ada Sentimen 1998

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 12:55 WIB

Penyebab IHSG Ambles 3,76% pada Sesi I Hari Ini

Penyebab IHSG Ambles 3,76% pada Sesi I Hari Ini

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 12:47 WIB

Saham BCA Punya Harapan, Segini Target Harga Hari Ini

Saham BCA Punya Harapan, Segini Target Harga Hari Ini

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 12:31 WIB

Ucapan Prabowo Cukup Buat Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah Hari Ini

Ucapan Prabowo Cukup Buat Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah Hari Ini

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 12:22 WIB

Rupiah Tembus Rp17.658, Pengamat Soroti Pernyataan Prabowo

Rupiah Tembus Rp17.658, Pengamat Soroti Pernyataan Prabowo

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 12:14 WIB

Ambisi Raksasa PSEL Danantara: Target IPO 2028 di Tengah Penundaan dan Penolakan Keras Daerah

Ambisi Raksasa PSEL Danantara: Target IPO 2028 di Tengah Penundaan dan Penolakan Keras Daerah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 11:59 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.649 Triliun di Bulan Mei

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.649 Triliun di Bulan Mei

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 11:48 WIB

Pihak-pihak Ini Senang Dengar Rupiah Melemah

Pihak-pihak Ini Senang Dengar Rupiah Melemah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 11:31 WIB

Telkom Solution Siap Dorong Transformasi Digital BUMN

Telkom Solution Siap Dorong Transformasi Digital BUMN

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 11:12 WIB