- Menkeu Purbaya menyatakan ekonomi Indonesia ekspansif dan jauh dari resesi, didukung kuatnya daya beli pasca Lebaran 2026.
- Data saintifik seperti PMI Manufaktur dan penjualan otomotif menunjukkan tren positif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
- APBN berfungsi sebagai peredam guncangan energi, menjaga ketahanan ekonomi domestik dari volatilitas pasar global.
“Jadi kita jauh dari krisis, kita malah ekspansi terus. Kalau bola kristal yang saya bilang, leading economic index kita enggak salah sampai nanti 2029-2030 kita ekspansi terus,” tuturnya.
Untuk merealisasikan target pertumbuhan tersebut, pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga likuiditas di dalam sistem perekonomian. Pemerintah juga memastikan bahwa penyerapan belanja negara dilakukan secara tepat waktu agar stimulus fiskal dapat dirasakan langsung oleh dunia usaha.
Selain itu, perbaikan iklim usaha secara berkelanjutan terus dilakukan untuk mendorong masuknya investasi, baik domestik maupun asing. Kombinasi antara kebijakan fiskal yang pruden dan kebijakan moneter yang sinkron diharapkan mampu menjaga Indonesia tetap berada di jalur pertumbuhan yang stabil.
“Jadi hampir pasti kita tidak menuju resesi, apalagi krisis,” pungkas Menkeu.