Menkeu Purbaya Bantah Indonesia Terancam Resesi: Di Semua Tempat Pada Belanja!

M Nurhadi

Jum'at, 27 Maret 2026 | 20:50 WIB
Menkeu Purbaya Bantah Indonesia Terancam Resesi: Di Semua Tempat Pada Belanja!
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Antara]
baca 10 detik
  • Menkeu Purbaya menyatakan ekonomi Indonesia ekspansif dan jauh dari resesi, didukung kuatnya daya beli pasca Lebaran 2026.
  • Data saintifik seperti PMI Manufaktur dan penjualan otomotif menunjukkan tren positif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
  • APBN berfungsi sebagai peredam guncangan energi, menjaga ketahanan ekonomi domestik dari volatilitas pasar global.

Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pernyataan tegas mengenai fundamental ekonomi nasional di tengah meningkatnya tensi ketidakpastian global.

Dalam keterangannya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Jumat (27/3/2026), Purbaya memastikan bahwa posisi ekonomi Indonesia saat ini justru berada dalam jalur ekspansi yang solid dan sangat jauh dari ancaman resesi maupun krisis.

Optimisme Bendahara Negara ini didasarkan pada realitas lapangan yang menunjukkan daya beli masyarakat tetap terjaga dengan kuat.

Salah satu indikator paling nyata adalah tingginya aktivitas konsumsi dan mobilitas selama periode libur Lebaran 2026 yang baru saja usai.

Menkeu menepis narasi negatif yang menyebutkan ekonomi nasional tengah melemah. Ia menyoroti fenomena kemacetan dan antusiasme belanja masyarakat di berbagai pusat perbelanjaan sebagai bukti bahwa perputaran uang di tingkat akar rumput masih sangat masif.

“Siapa yang bilang krisis? Baru Lebaran kemarin kan? Di mana-mana macet, di semua tempat pada belanja. Artinya daya beli ada dan kalau kita lihat, dari indikator-indikator yang ada, (ekonomi) kita memang sedang gerak lebih cepat,” ujar Purbaya, dikutip via 

Menurutnya, aktivitas ekonomi yang bergerak cepat ini menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk melakukan pembelanjaan, yang pada gilirannya menjadi motor penggerak utama Produk Domestik Bruto (PDB) dari sisi konsumsi rumah tangga.

Selain data lapangan yang bersifat anekdot, Purbaya memaparkan sejumlah data saintifik yang mengonfirmasi tren positif tersebut. Indikator utama seperti indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers' Index/PMI) Manufaktur Indonesia tercatat masih berada di zona ekspansi.

Selain itu, angka penjualan kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor, menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan.

baca juga

“Kan saya lihat dari survei konsumen, survei PMI, survei pembelian mobil, motor. Katanya naik semua kenceng kan? Kalau itu enggak naik, saya enggak bisa bilang (ekonomi) naik,” jelasnya secara lugas.

Kenaikan penjualan otomotif sering kali dianggap sebagai indikator leading yang mencerminkan keyakinan konsumen terhadap pendapatan di masa depan. Jika sektor ini tumbuh, maka sektor-sektor pendukung lainnya seperti pembiayaan dan suku cadang dipastikan akan turut terakselerasi.

Di sisi lain, tantangan eksternal berupa fluktuasi harga minyak dunia tetap menjadi perhatian pemerintah. Namun, Purbaya memastikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diposisikan sebagai shock absorber atau peredam guncangan yang efektif. Kebijakan fiskal diarahkan untuk menyerap tekanan kenaikan harga energi agar tidak langsung memicu inflasi di tingkat konsumen.

Langkah ini diambil guna menjaga agar daya beli masyarakat tidak tergerus oleh tekanan eksternal. Dengan pengelolaan instrumen fiskal yang tepat, pemerintah meyakini ketahanan ekonomi domestik akan tetap tangguh meski pasar global sedang mengalami volatilitas tinggi.

Melihat tren data saat ini, Kementerian Keuangan memproyeksikan periode ekspansi ekonomi Indonesia akan berlangsung dalam jangka panjang.

Purbaya menyebutkan bahwa berdasarkan leading economic index, Indonesia memiliki potensi untuk terus tumbuh secara konsisten setidaknya hingga periode 2029-2030.

“Jadi kita jauh dari krisis, kita malah ekspansi terus. Kalau bola kristal yang saya bilang, leading economic index kita enggak salah sampai nanti 2029-2030 kita ekspansi terus,” tuturnya.

Untuk merealisasikan target pertumbuhan tersebut, pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga likuiditas di dalam sistem perekonomian. Pemerintah juga memastikan bahwa penyerapan belanja negara dilakukan secara tepat waktu agar stimulus fiskal dapat dirasakan langsung oleh dunia usaha.

Selain itu, perbaikan iklim usaha secara berkelanjutan terus dilakukan untuk mendorong masuknya investasi, baik domestik maupun asing. Kombinasi antara kebijakan fiskal yang pruden dan kebijakan moneter yang sinkron diharapkan mampu menjaga Indonesia tetap berada di jalur pertumbuhan yang stabil.

“Jadi hampir pasti kita tidak menuju resesi, apalagi krisis,” pungkas Menkeu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisakah Pertanian Masyarakat Adat Menjawab Krisis Pangan Global? Ini Temuan Terbarunya

Bisakah Pertanian Masyarakat Adat Menjawab Krisis Pangan Global? Ini Temuan Terbarunya

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 17:15 WIB

Krisis Energi, Presiden Korsel Minta Warga Mandi Jangan Lama-lama, Cas HP Hanya Siang

Krisis Energi, Presiden Korsel Minta Warga Mandi Jangan Lama-lama, Cas HP Hanya Siang

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 12:03 WIB

Stok Bahan Bakar Tinggal 45 Hari Lagi! Filipina Tetapkan Status Darurat

Stok Bahan Bakar Tinggal 45 Hari Lagi! Filipina Tetapkan Status Darurat

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 15:14 WIB

Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM

Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:46 WIB

Analisis: Waktunya Pakai Energi Terbarukan saat Krisis BBM karena Perang Iran

Analisis: Waktunya Pakai Energi Terbarukan saat Krisis BBM karena Perang Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:55 WIB

Bos BlackRock Wanti-wanti Harga Minyak US$ 150, Dunia Diambang Resesi Hebat?

Bos BlackRock Wanti-wanti Harga Minyak US$ 150, Dunia Diambang Resesi Hebat?

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:18 WIB

Terkini

Hilirisasi Nikel RI Belum Beri Dampak Besar ke Warga, UMKM dan Pekerja Lokal Masih Terpinggirkan

Hilirisasi Nikel RI Belum Beri Dampak Besar ke Warga, UMKM dan Pekerja Lokal Masih Terpinggirkan

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 08:27 WIB

5 Warna Keramik Lantai yang Membuat Rumah Tampak Lebih Luas dan Besar

5 Warna Keramik Lantai yang Membuat Rumah Tampak Lebih Luas dan Besar

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 08:26 WIB

Antrean BBM Mulai Berdampak ke Harga Pangan di Pasar Tradisional Makassar

Antrean BBM Mulai Berdampak ke Harga Pangan di Pasar Tradisional Makassar

Sulsel | Selasa, 15 September 2026 | 08:26 WIB

Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Terbakar 3.378 Hektare

Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Terbakar 3.378 Hektare

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 08:23 WIB

Pekerja Telkom Akses Tewas Tertimpa Tembok Beton di Gowa

Pekerja Telkom Akses Tewas Tertimpa Tembok Beton di Gowa

Sulsel | Selasa, 15 September 2026 | 08:18 WIB

KM Virgo Transport 8 Bergeser 1,6 Mil Laut dalam Kondisi Terbalik

KM Virgo Transport 8 Bergeser 1,6 Mil Laut dalam Kondisi Terbalik

News | Selasa, 15 September 2026 | 08:15 WIB

Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli

Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 08:09 WIB

Emiten Sandiaga Uno Bidik Bisnis Halal Lintas Negara

Emiten Sandiaga Uno Bidik Bisnis Halal Lintas Negara

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 08:02 WIB

Review Film Practical Magic: The Book Of Magic, Nostalgia Sihir yang Indah!

Review Film Practical Magic: The Book Of Magic, Nostalgia Sihir yang Indah!

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 08:00 WIB

Kemarau Panjang Bikin Waduk Gembong Makin Mengering

Kemarau Panjang Bikin Waduk Gembong Makin Mengering

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 08:00 WIB

×