Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.301,765
LQ45 627,165
Srikehati 306,330
JII 376,355
USD/IDR 17.877

Harga Minyak Tembus 116 Dolar AS, Kendaraan Listrik Bakal Makin Laris?

M Nurhadi

Senin, 30 Maret 2026 | 08:01 WIB
Harga Minyak Tembus 116 Dolar AS, Kendaraan Listrik Bakal Makin Laris?
Ilustrasi SPKLU [Gemini AI]
baca 10 detik
  • Adopsi kendaraan listrik adalah langkah penting melindungi APBN dari dampak kenaikan harga minyak dunia saat ini.
  • Kenaikan minyak mentah sebesar USD 1 per barel berpotensi menambah beban subsidi energi antara Rp8-Rp10 triliun.
  • Transisi EV diprediksi menghemat devisa Rp30–Rp40 triliun per tahun melalui penurunan konsumsi BBM nasional.

Suara.com - Percepatan adopsi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) kini dipandang bukan sekadar isu lingkungan, melainkan langkah krusial untuk melindungi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Strategi ini dinilai efektif dalam meredam dampak lonjakan harga minyak mentah dunia yang sering kali menekan ruang fiskal pemerintah akibat ketergantungan tinggi pada impor energi.

Sebagai informasi, per hari ini, Senin (30/3/2026) harga minyak dunia WTI sudah menembus USD 102 per barel, sementara harga minyak Brent berada di kisaran USD 116 per barel.

Pengamat otomotif, Martinus Pasaribu, menjelaskan bahwa fluktuasi harga minyak global secara langsung memicu pembengkakan beban subsidi dan kompensasi energi.

"Kondisi ini berisiko memangkas alokasi belanja produktif di sektor infrastruktur, pendidikan, hingga kesehatan," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (30/3/2026).

Kerentanan Fiskal Terhadap Gejolak Minyak

Saat ini, sekitar 60% hingga 70% kebutuhan minyak nasional masih dipenuhi melalui impor, mengingat produksi (lifting) domestik terus mengalami penurunan ke level 600 ribu barel per hari.

Situasi ini membuat ekonomi nasional sangat rentan, terutama saat terjadi eskalasi geopolitik di jalur logistik vital seperti Selat Hormuz.

Dalam kalkulasi asumsi makro APBN, setiap kenaikan harga minyak sebesar 1 dolar AS per barel berpotensi menambah beban subsidi dan kompensasi antara Rp8 triliun hingga Rp10 triliun.

baca juga

Jika harga dunia menembus angka 90–100 dolar AS per barel, total belanja subsidi energi berisiko melampaui angka psikologis Rp300 triliun per tahun.

Kendaraan listrik menawarkan solusi jangka panjang melalui penghematan biaya operasional yang signifikan bagi masyarakat. Berikut adalah perbandingan efisiensinya:

Kendaraan Listrik: Biaya energi rata-rata Rp300 – Rp500 per km.
Kendaraan BBM: Biaya energi mencapai Rp1.000 – Rp1.500 per km.

Dengan selisih tersebut, pengguna dapat menghemat biaya perjalanan hingga 60%–70%. Secara makro, penggunaan 1 juta mobil listrik dan 5 juta motor listrik diprediksi mampu memangkas konsumsi BBM nasional hingga 3 juta kiloliter per tahun.

Pengurangan konsumsi ini setara dengan penghematan devisa negara sebesar Rp30 triliun hingga Rp40 triliun per tahun, dengan asumsi harga minyak dunia tetap tinggi dan nilai tukar rupiah saat ini.

Selain memperkuat ketahanan fiskal, elektrifikasi transportasi menciptakan multiplier effect bagi industri dalam negeri, di antaranya:

Penguatan ekosistem industri baterai nasional.

Peningkatan arus investasi di sektor energi bersih.

Pembukaan lapangan kerja baru di bidang manufaktur.

Martinus menegaskan bahwa pemerintah perlu memperkuat kebijakan terintegrasi, mulai dari pemberian insentif fiskal yang tepat, perluasan jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), hingga penguatan manufaktur lokal.

"Transisi ini adalah strategi konkret untuk menjaga kedaulatan energi nasional di tengah ketidakpastian global. Kendaraan listrik bukan hanya soal energi bersih, tapi soal menyelamatkan keuangan negara," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rudal Houthi Yaman Hantam Israel di Hari ke-30 Perang Timur Tengah

Rudal Houthi Yaman Hantam Israel di Hari ke-30 Perang Timur Tengah

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:30 WIB

Donald Trump Beri Sinyal Kuba Jadi Target Operasi Militer AS Berikutnya Setelah Iran dan Venezuela

Donald Trump Beri Sinyal Kuba Jadi Target Operasi Militer AS Berikutnya Setelah Iran dan Venezuela

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 11:46 WIB

Rudal Kiamat Iran Hantam Pemukiman Eshtaol Israel Hingga 11 Orang Terluka Parah

Rudal Kiamat Iran Hantam Pemukiman Eshtaol Israel Hingga 11 Orang Terluka Parah

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:44 WIB

Krisis Bahan Bakar sebagai Dampak Perang, Energi Terbarukan Menjadi Solusi?

Krisis Bahan Bakar sebagai Dampak Perang, Energi Terbarukan Menjadi Solusi?

Your Say | Minggu, 29 Maret 2026 | 11:15 WIB

Dunia Rugi 11,5 Triliun Dolar AS karena Perang Iran Hingga Krisis Energi Global

Dunia Rugi 11,5 Triliun Dolar AS karena Perang Iran Hingga Krisis Energi Global

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:25 WIB

Iran Klaim 500 Tentara Amerika Tewas Kena Rudal di Dubai, Wilayah Arab Jadi Kuburan Militer AS

Iran Klaim 500 Tentara Amerika Tewas Kena Rudal di Dubai, Wilayah Arab Jadi Kuburan Militer AS

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:14 WIB

Terkini

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:25 WIB

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:17 WIB

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

×