- Pemerintah merencanakan WFH sehari seminggu pada hari Jumat guna efisiensi BBM imbas kenaikan harga minyak dunia.
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yakin WFH tidak akan mengganggu kondisi dan produktivitas ekonomi negara.
- Kebijakan WFH ini dipastikan tidak berlaku bagi sektor-sektor penting seperti pegawai pabrik dan pelayanan publik.
Suara.com - Pemerintah berencana menerapkan kebijakan work from home (WFH) atau kerja dari rumah untuk para pekerja demi efisiensi BBM imbas kenaikan harga minyak dari perang Amerika Serikat vs Iran.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kalau WFH sehari dalam seminggu tidak akan mengganggu kondisi perekonomian negara. Rencananya, WFH diberlakukan pada hari Jumat, meskipun belum diumumkan resmi.
Menkeu Purbaya menjelaskan kalau ini bisa menghemat penggunaan bahan bakar minyak, meskipun ia belum merinci berapa persen dampak efisiensi tersebut.
"Kalau kita pilih Jumat itu kan hemat. Jadi pasti ada penghematan BBM berapa persen, saya enggak tahu detailnya, bisa berubah-ubah tergantung harga minyak," kata Purbaya di Istana Negara, dikutip Senin (30/3/2026).
Namun kebijakan ini tak berlaku untuk semua sektor. Purbaya menjelaskan WFH kemungkinan tak berlaku untuk pegawai pabrik maupun pekerja pelayanan publik.
Ia juga memastikan rencana WFH dari Pemerintah tak akan mengganggu produktivitas yang berdampak pada penerimaan negara.
"Tapi kalau untuk produktivitas kan kalau untuk pabrik-pabrik dan lain-lain yang memang memerlukan kerja terus-menerus ya enggak harus kan. Terus untuk pelayanan publik ya tetap jalan. Jadi harusnya enggak masalah kalau cuma satu hari saja. Berarti produktivitas kita total enggak akan terlalu terganggu," jelasnya.
Sebelumnya Purbaya menyampaikan, keputusan terkait kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) telah diambil dan akan diumumkan dalam waktu dekat.
Purbaya menegaskan, meski keputusan sudah final, bukan dirinya yang akan menyampaikan kebijakan tersebut kepada publik.
“Sudah diputuskan, nanti diumumkan, bukan saya yang ngomong, bukan saya (mengumumkan) nanti, Pak Menko Perekonomian (Airlangga Hartarto),” kata Purbaya.