Mentan Singgung Selat Hormuz, Sebut Indonesia Bisa Bikin 'Kiamat' Komoditas CPO

M Nurhadi

Selasa, 31 Maret 2026 | 15:53 WIB
Mentan Singgung Selat Hormuz, Sebut Indonesia Bisa Bikin 'Kiamat' Komoditas CPO
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman. (SuaraSulsel.id/Lorensia Clara)
baca 10 detik
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengusulkan penghentian ekspor CPO untuk mendikte pasar global saat PSBM XXVI di Makassar.
  • Ancaman penghentian CPO ini didasarkan pada dominasi Indonesia atas 60 persen pasokan global, mirip analogi blokade Iran.
  • Pakar menyoroti risiko substitusi komoditas, gugatan WTO, serta anjloknya harga petani akibat kebijakan restriksi ekspor sepihak.

Selat Hormuz adalah jalur urat nadi fisik yang mengalirkan seperlima pasokan minyak dunia; memblokade selat tersebut adalah tindakan agresi militer yang berisiko memicu perang terbuka.

Membandingkannya dengan komoditas pertanian seperti sawit dinilai kurang tepat karena sifat elastisitas barang yang jauh berbeda.

Meski niat Amran untuk mempercepat hilirisasi patut diapresiasi guna memberikan nilai tambah ekonomi, tindakan mengancam untuk menyetop total pasokan CPO dunia secara sepihak menyimpan sederet risiko sistemik yang tidak bisa diabaikan:

Efek Substitusi Komoditas: Minyak sawit bukanlah satu-satunya sumber minyak nabati di dunia. Jika Indonesia menyetop suplai secara ekstrem, negara-negara Uni Eropa dan AS dapat beralih secara masif ke minyak kedelai (soybean oil), minyak bunga matahari, atau minyak kanola. Hal ini dapat memicu kehancuran pasar sawit Indonesia dalam jangka panjang.

Tuntutan di Forum WTO: Tindakan restriksi ekspor sepihak sangat rentan digugat di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Indonesia sebelumnya sudah mengalami kekalahan dalam sengketa nikel melawan Uni Eropa.

Mengulangi pola yang sama pada komoditas CPO berpotensi mendatangkan sanksi perdagangan yang berat bagi produk ekspor Indonesia lainnya.

Risiko Anjloknya Harga di Tingkat Petani Swadaya: Jika ekspor 32 juta ton CPO mentah distop seketika tanpa kesiapan kapasitas pabrik pengolahan (refinery) di dalam negeri yang memadai, pasar domestik akan mengalami oversupply. Akibatnya, harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani sawit lokal justru akan terjun bebas.

Hilirisasi Kelapa dan Gambir: Peluang yang Lebih Terukur

Amran Sulaiman menyebut Indonesia saat ini masih mengekspor kelapa dalam bentuk utuh/mentah dengan nilai sekitar Rp24 triliun.

baca juga

Menurutnya, jika produk tersebut diolah menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) atau santan kemasan untuk memenuhi tren gaya hidup sehat di China, India, dan Eropa, nilainya bisa berlipat ganda hingga mencapai Rp2.400 triliun.

Lonjakan angka nilai tambah hingga 100 kali lipat ini merupakan potensi riil dari hilirisasi yang seharusnya digarap tanpa perlu menggunakan narasi konfrontatif.

Hal serupa juga berlaku pada komoditas gambir, di mana Indonesia memasok 80 persen kebutuhan global.

Sayangnya, karena diekspor dalam bentuk setengah jadi ke India, negara tersebutlah yang menikmati margin keuntungan terbesar dengan mengekspor kembali produk turunan gambir ke AS dan Eropa. Amran memproyeksikan potensi pendapatan negara bisa menyentuh angka Rp5.000 triliun dari sektor ini.

Sebagai tindak lanjut, Mentan mengonfirmasi telah meminta CEO Danantara, Rosan Roeslani, serta Kepala BP BUMN, Donny Oskaria, untuk segera menginisiasi pembangunan pabrik pengolahan gambir skala besar di wilayah Medan dan Sumatra Barat demi mengamankan rantai nilai di dalam negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Tarik Biaya Tambahan Kapal Lewat Selat Hormuz, Teman AS - Israel Haram Melintas

Iran Tarik Biaya Tambahan Kapal Lewat Selat Hormuz, Teman AS - Israel Haram Melintas

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:45 WIB

IESR Soroti Krisis Energi Akibat Selat Hormuz: WFH Hanya Solusi Sementara

IESR Soroti Krisis Energi Akibat Selat Hormuz: WFH Hanya Solusi Sementara

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:11 WIB

Spesifikasi Kapal RFA Lyme Bay Milik Inggris yang Akan Menjadi Benteng Drone di Selat Hormuz

Spesifikasi Kapal RFA Lyme Bay Milik Inggris yang Akan Menjadi Benteng Drone di Selat Hormuz

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 09:40 WIB

Tok! Harga BBM Bakal Naik Tengah Malam Ini, Cek Bocorannya

Tok! Harga BBM Bakal Naik Tengah Malam Ini, Cek Bocorannya

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:34 WIB

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:53 WIB

Terpopuler: Daftar Kapal yang Diizinkan Lewat Selat Hormuz, Bedak Tabur Viva untuk Kontrol Minyak

Terpopuler: Daftar Kapal yang Diizinkan Lewat Selat Hormuz, Bedak Tabur Viva untuk Kontrol Minyak

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2026 | 06:40 WIB

Terkini

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Teroris di Enam Provinsi, Termasuk Riau

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Teroris di Enam Provinsi, Termasuk Riau

Riau | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:49 WIB

Aaliyah Massaid Punya Kebiasaan Bersihkan Wajah Sebelum Bertemu Anak

Aaliyah Massaid Punya Kebiasaan Bersihkan Wajah Sebelum Bertemu Anak

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:44 WIB

×