Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.986,497
LQ45 594,918
Srikehati 295,219
JII 350,443
USD/IDR 17.983

Meski Perang Berkobar Lagi, Wall Street Melenggang Naik

Achmad Fauzi

Rabu, 08 April 2026 | 08:27 WIB
Meski Perang Berkobar Lagi, Wall Street Melenggang Naik
ilustrasi indeks saham Wall Street yang langsung ngegas setelah ada harapan perang berakhir. [Unsplash].
baca 10 detik
  • Indeks S&P 500 dan Dow Jones menguat tipis, sementara Nasdaq melemah di tengah volatilitas pasar.
  • Harapan penundaan konflik AS-Iran oleh proposal Pakistan menjadi sentimen positif bagi investor.
  • Saham Broadcom melonjak sekitar 6 pers setelah memperluas kerja sama AI dengan Google dan Anthropic.

Suara.com - Perdagangan bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat tipis pada Selasa, 7 April 2026. Akan tetapi hanya dua indeks saham yang menghijau.

Menukil CNBC, indeks S&P 500 naik 0,08 persen dan ditutup di level 6.616,85. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average menguat 0,10 persen ke 22.017,85.

Lalu, Nasdaq Composite justru melemah 0,18 persen atau turun 85,42 poin ke posisi 46.584,46.

Penguatan indeks terjadi menjelang akhir sesi perdagangan setelah muncul kabar bahwa Pakistan mengajukan proposal untuk meredakan ketegangan antara AS dan Iran.

Ilustrasi pergerakan saham di bursa Wall Street. [Pexels].
Ilustrasi pergerakan saham di bursa Wall Street. [Pexels].

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, dilaporkan meminta Presiden AS Donald Trump menunda tenggat waktu serangan terhadap infrastruktur Iran selama dua pekan.

Tak hanya itu, Pakistan juga meminta Iran membuka kembali Selat Hormuz selama dua minggu sebagai bentuk itikad baik.

Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan bahwa Trump telah mengetahui proposal tersebut dan akan segera memberikan tanggapan.

Sebelumnya, pasar sempat tertekan setelah Trump menetapkan tenggat waktu bagi Iran untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut. Pernyataan keras Trump bahkan sempat memicu kekhawatiran investor.

"Seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali. Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi mungkin akan terjadi," tulis Trump dalam unggahannya.

baca juga

Di tengah dinamika pasar, saham Broadcom menjadi salah satu yang mencuri perhatian setelah melonjak sekitar 6 persen. Kenaikan ini terjadi usai perusahaan memperluas kerja sama kecerdasan buatan dengan Google dan Anthropic.

Kepala investasi Facet, Tom Graff, menilai harga minyak kemungkinan masih akan bertahan tinggi di tengah konflik, meskipun penutupan Selat Hormuz dinilai hanya sebagai bagian dari strategi negosiasi.

"Saya rasa penutupan Selat selama berbulan-bulan bukanlah hal yang berkelanjutan," kata dia kepada CNBC.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BEI Gembok Saham YPAS, UDNG, dan POLY, Investor Diminta Waspada

BEI Gembok Saham YPAS, UDNG, dan POLY, Investor Diminta Waspada

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 07:36 WIB

Bursa Saham RI Suram, IHSG Parkir di Level 6.900

Bursa Saham RI Suram, IHSG Parkir di Level 6.900

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 17:08 WIB

IHSG Justru Melorot di Sesi I, 398 Saham Merah

IHSG Justru Melorot di Sesi I, 398 Saham Merah

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 13:11 WIB

Terkini

Rupiah Melemah, Dolar AS Mulai Dekati Level Rp18.000

Rupiah Melemah, Dolar AS Mulai Dekati Level Rp18.000

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 09:41 WIB

Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan

Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 09:32 WIB

Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun

Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 08:38 WIB

Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya

Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 08:05 WIB

Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?

Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:57 WIB

Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung

Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:33 WIB

OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan

OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:27 WIB

Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia

Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:14 WIB

Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026

Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:35 WIB

Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi

Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:29 WIB

×