Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.855.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.195,229
LQ45 726,150
Srikehati 345,455
JII 489,856
USD/IDR 17.090

Rupiah Tertekan saat Fundamental Ekonomi Kokoh, Peluang Dongkrak Ekspor

Liberty Jemadu | Suara.com

Rabu, 08 April 2026 | 17:41 WIB
Rupiah Tertekan saat Fundamental Ekonomi Kokoh, Peluang Dongkrak Ekspor
Tekanan rupiah disebabkan dinamika global dan suku bunga Amerika Serikat, bukan karena rapuhnya fundamental ekonomi domestik Indonesia. [Antara]
  • Nilai tukar rupiah menguat 93 poin menjadi Rp17.012 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu, 8 April 2026.
  • Tekanan rupiah disebabkan dinamika global dan suku bunga Amerika Serikat, bukan karena rapuhnya fundamental ekonomi domestik Indonesia.
  • Penguatan dolar AS justru menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing ekspor serta memperkuat industri domestik.

Suara.com - Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia, David Sutyanto mengatakan pergerakan rupiah saat ini perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas dan bahwa justru di saat yang ada peluang bagi pelaku usaha di Indonesia. 

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Rabu (8/4/2026) menguat 93 poin atau 0,54 persen menjadi Rp17.012 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.105 per dolar AS.

David menilai rupiah masih tertekan tidak mencerminkan rapuhnya fundamental ekonomi Indonesia. Tekanan yang terjadi lebih merupakan bagian dari dinamika global yang tengah bergejolak, mulai dari penguatan dolar AS hingga meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Menurutnya, penguatan dolar AS terjadi secara menyeluruh terhadap berbagai mata uang dunia, khususnya di negara berkembang, seiring tingginya suku bunga di Amerika Serikat dan meningkatnya kecenderungan investor global mencari aset aman.

“Tekanan terhadap rupiah bersifat siklikal. Ini bukan semata persoalan domestik, melainkan bagian dari penyesuaian global,” kata David.

Ekonomi Tumbuh Solid

David menekankan bahwa di tengah tekanan tersebut, kondisi ekonomi Indonesia tetap berada dalam jalur yang solid. Pertumbuhan ekonomi stabil di kisaran 5 persen, inflasi terkendali dalam target Bank Indonesia, serta sektor perbankan menunjukkan ketahanan yang kuat dengan permodalan dan likuiditas yang memadai.

Dari sisi eksternal, cadangan devisa Indonesia juga masih berada di level yang sehat, cukup untuk membiayai lebih dari enam bulan impor. Dalam laporan Bank Indonesia, cadangan devisa RI pada akhir Maret 2026 tetap tinggi sebesar USD 148,2 miliar.

"Selain itu, neraca perdagangan yang masih mencatat surplus menjadi penopang penting, didorong oleh kinerja ekspor komoditas unggulan seperti batu bara, CPO, dan nikel," tambah David.

Pandangan senada disampaikan Ekonom Fakhrul Fulvian. Ia melihat pelemahan rupiah saat ini telah memasuki fase overshooting, yakni kondisi ketika nilai tukar bergerak melampaui titik keseimbangan jangka pendek akibat respons berlebihan pasar terhadap tekanan global.

“Pergerakan ini lebih mencerminkan respons pasar terhadap shock global dan rigiditas domestik, bukan perubahan fundamental yang permanen,” jelasnya.

Fakhrul menambahkan, salah satu faktor yang mendorong fenomena ini adalah tertundanya penyesuaian harga domestik, terutama pada komponen yang diatur pemerintah. Dalam kondisi tersebut, nilai tukar menjadi variabel yang lebih cepat menyesuaikan.

Meski demikian, ia menilai langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas sudah tepat. Intervensi di pasar, baik melalui spot maupun instrumen derivatif, dinilai penting untuk meredam volatilitas dan menjaga kepercayaan pasar, meski tidak serta-merta menghilangkan tekanan secara instan.

Ada Peluang

Di balik tekanan yang terjadi, pelemahan rupiah justru membuka peluang strategis bagi perekonomian nasional. David melihat kondisi ini dapat meningkatkan daya saing ekspor Indonesia di pasar global, sekaligus mendorong perbaikan neraca transaksi berjalan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah 'Pura-pura' Kuat di Level Rp17.000, Cadangan Devisa yang Keropos Jadi Ancaman Nyata

Rupiah 'Pura-pura' Kuat di Level Rp17.000, Cadangan Devisa yang Keropos Jadi Ancaman Nyata

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 16:14 WIB

Kronologi Kurs Rupiah Kembali ke Level Rp16.900 Setelah Sempat Tembus Rp17.100

Kronologi Kurs Rupiah Kembali ke Level Rp16.900 Setelah Sempat Tembus Rp17.100

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 14:20 WIB

Dikuras untuk Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Menciut ke Titik Terendah

Dikuras untuk Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Menciut ke Titik Terendah

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 14:14 WIB

Sejarah Kelam Rp17.100 per Dolar AS: Bagaimana Konflik Timur Tengah Menguras Kas APBN Kita?

Sejarah Kelam Rp17.100 per Dolar AS: Bagaimana Konflik Timur Tengah Menguras Kas APBN Kita?

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:16 WIB

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.999

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.999

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 10:16 WIB

Terkini

Pemerintah Mau Bangun Tol Gilimanuk-Mengwi, Butuh Duit Rp12,7 Triliun

Pemerintah Mau Bangun Tol Gilimanuk-Mengwi, Butuh Duit Rp12,7 Triliun

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 17:38 WIB

Purbaya Tak Masalah Jika Gaji Menteri Dipotong, Perkirakan Sampai 25%

Purbaya Tak Masalah Jika Gaji Menteri Dipotong, Perkirakan Sampai 25%

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 17:35 WIB

IHSG Akhirnya Perkasa Naik 4 Persen, Ini Pemicunya

IHSG Akhirnya Perkasa Naik 4 Persen, Ini Pemicunya

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 17:15 WIB

Purbaya Baru Tahu Ada Pengadaan Motor Listrik MBG, Sebut dari Anggaran Tahun Lalu

Purbaya Baru Tahu Ada Pengadaan Motor Listrik MBG, Sebut dari Anggaran Tahun Lalu

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 17:06 WIB

Kolaborasi Pemerintah & Industri Jadi Kunci Peluang Kerja Tetap Terbuka di Tengah Tantangan Global

Kolaborasi Pemerintah & Industri Jadi Kunci Peluang Kerja Tetap Terbuka di Tengah Tantangan Global

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 16:48 WIB

Jumlah Turis Empat Kali Lipat dari Penduduk, Gubernur Koster Sebut Orang Bali Makin Terpinggirkan

Jumlah Turis Empat Kali Lipat dari Penduduk, Gubernur Koster Sebut Orang Bali Makin Terpinggirkan

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 16:36 WIB

Purbaya soal Marak Joki Coretax: Desain Agak Cacat, Sulit Dipakai Orang Biasa

Purbaya soal Marak Joki Coretax: Desain Agak Cacat, Sulit Dipakai Orang Biasa

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 16:23 WIB

Rupiah 'Pura-pura' Kuat di Level Rp17.000, Cadangan Devisa yang Keropos Jadi Ancaman Nyata

Rupiah 'Pura-pura' Kuat di Level Rp17.000, Cadangan Devisa yang Keropos Jadi Ancaman Nyata

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 16:14 WIB

BRI Salurkan KUR Rp31,42 Triliun, Dorong Pertumbuhan UMKM dan Ekonomi Kerakyatan

BRI Salurkan KUR Rp31,42 Triliun, Dorong Pertumbuhan UMKM dan Ekonomi Kerakyatan

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 16:09 WIB

Lawan Serbuan Impor, Latinusa (NIKL) Genjot Efisiensi dan Daya Saing di 2026

Lawan Serbuan Impor, Latinusa (NIKL) Genjot Efisiensi dan Daya Saing di 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 16:08 WIB