Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.715.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 5.902,376
LQ45 589,478
Srikehati 287,394
JII 351,837
USD/IDR 17.966

5 Langkah Mitigasi Pemerintah Hadapi Krisis Energi

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 09 April 2026 | 07:10 WIB
5 Langkah Mitigasi Pemerintah Hadapi Krisis Energi
Kementerian ESDM menyiapka 5 langkah mitigasi untuk menghadapi potensi kelangkaan stok energi. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Pemerintah mendorong penggunaan BBM dan LPG secara bijak serta mengalihkan sumber impor dari Timur Tengah ke kawasan lain seperti Amerika, Afrika, dan Asia untuk mengurangi risiko pasokan.
  • KKKS diminta mengutamakan minyak mentah domestik untuk diolah di kilang dalam negeri, bukan diekspor, guna menjaga ketersediaan energi nasional.
  • Pemerintah menggenjot produksi LPG melalui optimalisasi kilang serta mengalihkan pasokan dari industri ke LPG 3 kg agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan lima langkah mitigasi guna menghadapi ancaman krisis energi dampak dari situasi di Timur Tengah.

Ketegangan antara Amerika Serikat dengan Iran berdampak terhadap jalur distribusi minyak dan gas global, karena penutupan Selat Hormuz. 

Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam, mengungkap mitigasi pertama yakni mengatur konsumsi BBM dan LPG secara wajar dan bijak. 

"Surat pengaturan terkait dengan pengaturan ini sudah diterbitkan oleh Ditjen Migas dan BPH Migas," ujar Rizwi saat rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Rabu (8/4/2026). 

Petugas memindahkan tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 12 kg di agen, kawasan Pasar Rebo, Jakarta, Senin (6/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Kementerian ESDM menyiapka 5 langkah mitigasi untuk menghadapi potensi kelangkaan stok energi. [Suara.com/Alfian Winanto]

Kemudian kedua, yakni mengalihkan impor BBM dan LPG yang sebelumnya dari negara-negara di Timur Tengah ke negara di luar kawasan tersebut.

"Menjadi ke negara-negara lain seperti Amerika, Afrika, Asia, dan negara-negara di ASEAN," jelasnya. 

Ketiga, meminta kepada seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk mengutamakan kebutuhan minyak mentah dalam negeri dibanding dengan ekspor. 

"Artinya crude yang diproduksi dalam negeri diupayakan untuk seluruhnya dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk kilang minyak di dalam negeri," papar Rizwi. 

Setelah itu keempat, mengoptimalkan kilang-kilang dalam negeri, termasuk RDMP Balikpapan. Strategi yang dilakukan adalah mengalihkan penggunaan bahan baku naft yang sebelumnya digunakan untuk memproduksi polipropilena dengan nilai jual lebih tinggi untuk memperkaya produksi LPG nasional.

Terakhir kelima, secara aktif mencari pasokan LPG tambahan, baik dari impor maupun produksi domestik, dengan memperluas sumber pengadaan ke negara-negara di Asia dan ASEAN. Selain itu, pemerintah berupaya mengalihkan alokasi LPG industri untuk memenuhi kebutuhan LPG 3 kg bagi masyarakat. 

"LPG yang selama ini dijual ke industri juga diupayakan untuk dialihkan untuk kebutuhan LPG 3 kg yang dimana kebutuhan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat," pungkas Rizwi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Beri Bahlil 1 Minggu untuk Evaluasi Tambang Ilegal

Prabowo Beri Bahlil 1 Minggu untuk Evaluasi Tambang Ilegal

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 06:11 WIB

Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026

Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:58 WIB

Krisis Energi Global, Kendaraan Listrik Jadi Alternatif di Tengah Risiko Kelangkaan BBM

Krisis Energi Global, Kendaraan Listrik Jadi Alternatif di Tengah Risiko Kelangkaan BBM

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:05 WIB

Terkini

Jadi Aset Negara, Pemerintah Bakal Revitalisasi Kawasan Kemayoran Indah Golf

Jadi Aset Negara, Pemerintah Bakal Revitalisasi Kawasan Kemayoran Indah Golf

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 07:10 WIB

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:23 WIB

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:17 WIB

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:58 WIB

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:56 WIB

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:27 WIB

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:58 WIB

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:40 WIB

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:32 WIB

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:26 WIB