Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.760.000
IHSG 7.279,209
LQ45 733,624
Srikehati 347,649
JII 498,161
USD/IDR 17.075

Selat Malaka Milik Siapa? Bikin Singapura Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz

Ruth Meliana | Suara.com

Kamis, 09 April 2026 | 14:49 WIB
Selat Malaka Milik Siapa? Bikin Singapura Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz
Aktivitas perdagangan di Selat Malaka (Wikimedia Commons/Dronepicr).

Singapura memang titik krusial secara ekonomi, namun regulasi perdagangan tetap melibatkan kerja sama regional demi menjaga stabilitas kawasan.

Adapun dampak dari penutupan Selat Hormuz sangat besar terhadap lalu lintas di Selat Malaka.

Jika Selat Hormuz ditutup akibat ketegangan Iran, pasokan energi dunia akan terganggu, sehingga peran Selat Malaka sebagai jalur alternatif dan distribusi global menjadi semakin vital.

Selat Malaka berfungsi sebagai "nadi" utama yang menghubungkan Samudra Hindia dan Pasifik.

Jika stabilitas di satu titik terganggu, tekanan ekonomi pada Selat Malaka akan meningkat drastis, mempertegas mengapa pengelolaan bersama antarnegara pantai sangat krusial bagi keamanan energi dunia.

Benarkah Selat Malaka lebih unggul dari Selat Hormuz?

Selat Malaka dan Selat Hormuz sering dijuluki sebagai dua "urat nadi" paling vital dalam perdagangan dunia, namun keduanya memiliki karakteristik dan keunggulan yang sangat berbeda.

Namun, ada beberapa hal yang lebih unggul pada Selat Malaka ketimbang Selat Hormuz, yakni sebagai berikut.

  • Diversitas komoditas perdagangan

Selat Hormuz hampir sepenuhnya bergantung pada arus keluar energi (minyak mentah dan gas alam cair).

Sementara itu, Selat Malaka adalah jalur multikomoditas.

Selain energi dari Timur Tengah menuju Asia Timur selat ini mengangkut barang manufaktur, bahan pangan, hingga bahan baku industri dari Barat ke Timur dan sebaliknya.

  • Konektivitas dua samudra besar

Keunggulan geografis utama Selat Malaka adalah perannya sebagai jembatan terpendek yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Samudra Pasifik.

Tanpa jalur ini, kapal-kapal harus memutar jauh melalui Selat Lombok atau Selat Sunda, yang akan menambah waktu tempuh dan biaya operasional secara signifikan.

Selat Hormuz, di sisi lain, bersifat "kantong" yang menghubungkan Teluk Persia ke laut lepas.

  • Stabilitas politik dan kerja sama regional

Meskipun menghadapi tantangan seperti pembajakan, Selat Malaka dikelola oleh negara-negara yang relatif stabil dan memiliki mekanisme kerja sama keamanan yang solid (seperti Malacca Straits Patrol).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Indonesia Respons Positif Gencatan Senjata Iran-AS

Pemerintah Indonesia Respons Positif Gencatan Senjata Iran-AS

Video | Kamis, 09 April 2026 | 14:42 WIB

Kutuk Serangan Israel, Macron Desak Lebanon Harus Diikutsertakan Dalam Gencatan Senjata AS dan Iran

Kutuk Serangan Israel, Macron Desak Lebanon Harus Diikutsertakan Dalam Gencatan Senjata AS dan Iran

News | Kamis, 09 April 2026 | 14:36 WIB

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:57 WIB

Terkini

Proyeksi Ekonomi RI Turun, Purbaya Tantang Balik World Bank Suruh Minta Maaf

Proyeksi Ekonomi RI Turun, Purbaya Tantang Balik World Bank Suruh Minta Maaf

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 14:10 WIB

14 Hari Penentu Nasib Dunia: Perundingan AS-Iran Gagal, Ekonomi di Ambang Kehancuran

14 Hari Penentu Nasib Dunia: Perundingan AS-Iran Gagal, Ekonomi di Ambang Kehancuran

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 14:02 WIB

Purbaya Kecolongan soal Motor Listrik MBG, Ada Miskom dengan Anak Buah

Purbaya Kecolongan soal Motor Listrik MBG, Ada Miskom dengan Anak Buah

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 13:38 WIB

Mimpi Besar Prabowo Terancam, World Bank Beri Catatan Ini

Mimpi Besar Prabowo Terancam, World Bank Beri Catatan Ini

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 13:37 WIB

Banyak Investor Ambil Untung, IHSG Merah Lagi di Sesi I

Banyak Investor Ambil Untung, IHSG Merah Lagi di Sesi I

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 12:51 WIB

Berapa Tarif yang Dikenakan Iran untuk Lewati Selat Hormuz?

Berapa Tarif yang Dikenakan Iran untuk Lewati Selat Hormuz?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 12:03 WIB

BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia Versi Brand Finance Global 500 2026

BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia Versi Brand Finance Global 500 2026

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 11:56 WIB

Akui Harga Plastik Naik, Industri Mulai Cari Bahan Baku Lain di Luar Timur Tengah

Akui Harga Plastik Naik, Industri Mulai Cari Bahan Baku Lain di Luar Timur Tengah

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 11:24 WIB

Harga Avtur Terbang 70 Persen, Tarif Kargo Udara Ikut Melambung 40 Persen

Harga Avtur Terbang 70 Persen, Tarif Kargo Udara Ikut Melambung 40 Persen

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 11:09 WIB

Permata Bank Bagi Dividen Rp1,226 Triliun hingga Romba Direksi

Permata Bank Bagi Dividen Rp1,226 Triliun hingga Romba Direksi

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 10:57 WIB