Selat Malaka Milik Siapa? Bikin Singapura Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz

Ruth Meliana

Kamis, 09 April 2026 | 14:49 WIB
Selat Malaka Milik Siapa? Bikin Singapura Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz
Aktivitas perdagangan di Selat Malaka (Wikimedia Commons/Dronepicr).

Singapura memang titik krusial secara ekonomi, namun regulasi perdagangan tetap melibatkan kerja sama regional demi menjaga stabilitas kawasan.

Adapun dampak dari penutupan Selat Hormuz sangat besar terhadap lalu lintas di Selat Malaka.

Jika Selat Hormuz ditutup akibat ketegangan Iran, pasokan energi dunia akan terganggu, sehingga peran Selat Malaka sebagai jalur alternatif dan distribusi global menjadi semakin vital.

Selat Malaka berfungsi sebagai "nadi" utama yang menghubungkan Samudra Hindia dan Pasifik.

Jika stabilitas di satu titik terganggu, tekanan ekonomi pada Selat Malaka akan meningkat drastis, mempertegas mengapa pengelolaan bersama antarnegara pantai sangat krusial bagi keamanan energi dunia.

Benarkah Selat Malaka lebih unggul dari Selat Hormuz?

Selat Malaka dan Selat Hormuz sering dijuluki sebagai dua "urat nadi" paling vital dalam perdagangan dunia, namun keduanya memiliki karakteristik dan keunggulan yang sangat berbeda.

Namun, ada beberapa hal yang lebih unggul pada Selat Malaka ketimbang Selat Hormuz, yakni sebagai berikut.

  • Diversitas komoditas perdagangan

Selat Hormuz hampir sepenuhnya bergantung pada arus keluar energi (minyak mentah dan gas alam cair).

baca juga

Sementara itu, Selat Malaka adalah jalur multikomoditas.

Selain energi dari Timur Tengah menuju Asia Timur selat ini mengangkut barang manufaktur, bahan pangan, hingga bahan baku industri dari Barat ke Timur dan sebaliknya.

  • Konektivitas dua samudra besar

Keunggulan geografis utama Selat Malaka adalah perannya sebagai jembatan terpendek yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Samudra Pasifik.

Tanpa jalur ini, kapal-kapal harus memutar jauh melalui Selat Lombok atau Selat Sunda, yang akan menambah waktu tempuh dan biaya operasional secara signifikan.

Selat Hormuz, di sisi lain, bersifat "kantong" yang menghubungkan Teluk Persia ke laut lepas.

  • Stabilitas politik dan kerja sama regional

Meskipun menghadapi tantangan seperti pembajakan, Selat Malaka dikelola oleh negara-negara yang relatif stabil dan memiliki mekanisme kerja sama keamanan yang solid (seperti Malacca Straits Patrol).

Sebaliknya, Selat Hormuz berada di zona geopolitik yang sangat panas.

Kedekatannya dengan wilayah konflik membuat Selat Hormuz sering digunakan sebagai alat tawar politik atau ancaman blokade militer yang dapat melumpuhkan ekonomi dunia seketika.

Kontributor : Armand Ilham

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Indonesia Respons Positif Gencatan Senjata Iran-AS

Pemerintah Indonesia Respons Positif Gencatan Senjata Iran-AS

Video | Kamis, 09 April 2026 | 14:42 WIB

Kutuk Serangan Israel, Macron Desak Lebanon Harus Diikutsertakan Dalam Gencatan Senjata AS dan Iran

Kutuk Serangan Israel, Macron Desak Lebanon Harus Diikutsertakan Dalam Gencatan Senjata AS dan Iran

News | Kamis, 09 April 2026 | 14:36 WIB

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:57 WIB

Terkini

Hotel Inhumans Rilis Lagu Tema untuk Musim Kedua, Tayang Perdana 4 Oktober

Hotel Inhumans Rilis Lagu Tema untuk Musim Kedua, Tayang Perdana 4 Oktober

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 15:50 WIB

Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699

Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 15:49 WIB

Kapal Kargo Iran Diserang Rudal Misterius di Selat Hormuz, Dekat Pulau Qeshm

Kapal Kargo Iran Diserang Rudal Misterius di Selat Hormuz, Dekat Pulau Qeshm

News | Senin, 14 September 2026 | 15:49 WIB

Said Abdullah Nilai Prabowo Sudah Waktunya Reshuffle Kabinet

Said Abdullah Nilai Prabowo Sudah Waktunya Reshuffle Kabinet

News | Senin, 14 September 2026 | 15:48 WIB

Trik Nonton Bioskop Lebih Murah Bulan Ini Pakai QRIS BRImo

Trik Nonton Bioskop Lebih Murah Bulan Ini Pakai QRIS BRImo

Bri | Senin, 14 September 2026 | 15:46 WIB

Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja

Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja

Jogja | Senin, 14 September 2026 | 15:46 WIB

3 Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Anjing dalam Bisnis dan Asmara

3 Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Anjing dalam Bisnis dan Asmara

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 15:45 WIB

Saat Ginjal Tak Lagi Optimal, Perlukah Cuci Darah?

Saat Ginjal Tak Lagi Optimal, Perlukah Cuci Darah?

Video | Senin, 14 September 2026 | 15:45 WIB

Kabel Masih Semrawut, Apjatel Minta Pemprov DKI Evaluasi Total Proyek SJUT

Kabel Masih Semrawut, Apjatel Minta Pemprov DKI Evaluasi Total Proyek SJUT

News | Senin, 14 September 2026 | 15:44 WIB

Banyak Kasus Keracunan, DPR Sebut Pemerintah Tak Perlu Takut Tangguhkan MBG

Banyak Kasus Keracunan, DPR Sebut Pemerintah Tak Perlu Takut Tangguhkan MBG

News | Senin, 14 September 2026 | 15:44 WIB

×