Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.565.000
Beli Rp2.437.000
IHSG 6.039,521
LQ45 598,887
Srikehati 293,773
JII 363,965
USD/IDR 18.094

China Mengakui Analisis IMF: Dunia Global Terancam Krisis Lebih Buruk

M Nurhadi

Kamis, 16 April 2026 | 08:11 WIB
China Mengakui Analisis IMF: Dunia Global Terancam Krisis Lebih Buruk
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Jumat (23/1/2026) [Suara.com/ANTARA]
baca 10 detik
  • Pemerintah China menyepakati analisis IMF bahwa konflik Timur Tengah memicu krisis stabilitas ekonomi dan energi global.
  • Blokade maritim di Selat Hormuz menyebabkan penurunan drastis pasokan energi dunia dan ancaman kenaikan inflasi global.
  • IMF dan China mendesak gencatan senjata serta pemulihan jalur pengiriman energi demi mencegah krisis kemanusiaan lebih luas.

Suara.com - Pemerintah China menyatakan kesepakatan penuh terhadap hasil analisis Dana Moneter Internasional (IMF) yang menyebutkan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah telah memicu krisis serius pada stabilitas ekonomi dunia dan ketahanan energi.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menegaskan bahwa dampak buruk dari peperangan ini telah melampaui kerugian fisik di medan tempur, yakni menghambat pertumbuhan kesejahteraan masyarakat global.

"Ini adalah konflik yang semestinya tidak perlu terjadi," ujar Guo dalam konferensi pers di Beijing, Rabu (15/4/2026).

Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, memaparkan data yang mengkhawatirkan terkait gangguan distribusi energi akibat penutupan jalur maritim. Konflik ini telah menyebabkan:

  • Penurunan distribusi minyak bumi sebesar 13 persen per hari.
  • Pemangkasan pasokan Gas Alam Cair (LNG) hingga 20 persen per hari.

IMF memperingatkan bahwa kenaikan harga minyak sebesar 10 persen dalam jangka panjang berpotensi mengerek inflasi global hingga 40 basis poin. Selain itu, output ekonomi dunia diprediksi akan menyusut sekitar 0,1 hingga 0,2 persen akibat gangguan rantai pasok ini.

April Jadi Bulan Paling Kritis bagi Pasokan Global

Georgieva memberikan peringatan keras bahwa kondisi di bulan April 2026 akan jauh lebih berat dibandingkan bulan sebelumnya.

Hal ini disebabkan oleh habisnya stok yang dikirim oleh kapal tanker sebelum pecahnya konflik pada akhir Februari lalu.

"Maret memang sulit, namun April akan lebih menantang karena tidak ada pengiriman baru yang tiba setelah kapal-kapal terakhir mencapai tujuannya," jelas Georgieva, dikutip via Antara.

baca juga

Sebagai solusi jangka pendek, IMF menyarankan negara-negara untuk menerapkan kebijakan penghematan energi ekstrem, seperti pengalihan ke transportasi umum gratis dan optimalisasi kerja jarak jauh (remote work).

Situasi semakin pelik menyusul tindakan Angkatan Laut Amerika Serikat yang secara resmi memulai blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim di pelabuhan Iran sejak Senin (13/4/2026).

Langkah ini menciptakan blokade de facto di Selat Hormuz, yang merupakan urat nadi utama pengiriman energi dari Teluk Persia ke pasar internasional.

Pemerintah China menekankan tiga prioritas utama untuk mencegah krisis kemanusiaan yang lebih dalam:

Gencatan Senjata: Mencegah kembalinya pertempuran dengan segala cara.

Pemulihan Jalur Maritim: Menjamin kelancaran lalu lintas di Selat Hormuz.

Stabilitas Kawasan: Memulihkan perdamaian di wilayah Teluk sesegera mungkin agar ekonomi dunia tidak kian terpuruk.

"Komunitas internasional, terutama negara-negara miskin dan berkembang, tidak seharusnya menanggung beban ekonomi akibat konflik ini," pungkas Guo Jiakun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kunjungan Kerja ke AS, Purbaya Yakin Dana Asing Bakal Lebih Banyak Masuk Indonesia

Kunjungan Kerja ke AS, Purbaya Yakin Dana Asing Bakal Lebih Banyak Masuk Indonesia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:56 WIB

IMF Puji RI Jadi Titik Terang' Ekonomi Dunia, Gubernur BI Perry Warjiyo Beberkan Rahasianya

IMF Puji RI Jadi Titik Terang' Ekonomi Dunia, Gubernur BI Perry Warjiyo Beberkan Rahasianya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:28 WIB

Gus Miftah Puji Diplomasi Prabowo di Tengah Panas Selat Hormuz: Makanya BBM Tidak Naik!

Gus Miftah Puji Diplomasi Prabowo di Tengah Panas Selat Hormuz: Makanya BBM Tidak Naik!

Entertainment | Rabu, 15 April 2026 | 21:00 WIB

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:38 WIB

Iran Tertawakan Blokade AS di Selat Hormuz, Sindir Trump: Warga Amerika akan Rindu Bensin Murah

Iran Tertawakan Blokade AS di Selat Hormuz, Sindir Trump: Warga Amerika akan Rindu Bensin Murah

Video | Rabu, 15 April 2026 | 18:50 WIB

5 Drama China Trope Si Cowok Bucin Parah, Ada Dream of Golden Years

5 Drama China Trope Si Cowok Bucin Parah, Ada Dream of Golden Years

Your Say | Rabu, 15 April 2026 | 16:40 WIB

Terkini

KAEF Siapkan Produksi 500 Juta Tablet per Tahun Dukung Eliminasi TB

KAEF Siapkan Produksi 500 Juta Tablet per Tahun Dukung Eliminasi TB

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:09 WIB

BEI Tiba-tiba Minta Investor Jangan Panik: Mohon Tenang dan Tetap Rasional!

BEI Tiba-tiba Minta Investor Jangan Panik: Mohon Tenang dan Tetap Rasional!

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:06 WIB

Perkara Eks Jampidsus Dilimpahkan ke Kejagung, KPK Lacak 'LHKPN Palsu' Febrie Adriansyah

Perkara Eks Jampidsus Dilimpahkan ke Kejagung, KPK Lacak 'LHKPN Palsu' Febrie Adriansyah

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55 WIB

Transaksi Judi Online Naik 260 Persen di Bank, Apa Penyebabnya?

Transaksi Judi Online Naik 260 Persen di Bank, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:46 WIB

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:59 WIB

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:44 WIB

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:34 WIB

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:11 WIB

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:56 WIB

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:34 WIB

×