- PT Pertamina Patra Niaga menggunakan dua kapal tanker berkapasitas besar untuk mengefisiensikan distribusi BBM ke seluruh wilayah Indonesia.
- Kapal MT Pagerungan dan MT Pangkalan Brandan mampu menggantikan peran ribuan mobil tangki darat dalam setiap kali pelayaran.
- Penggunaan armada laut karya anak bangsa ini meningkatkan keandalan pasokan energi serta memperkuat sistem logistik nasional secara terintegrasi.
Suara.com - PT Pertamina Patra Niaga melakukan efisiensi dalam mendistribusikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Salah satunya memanfaatkan kapal berkapasitas besar untuk menggantikan peran ribuan mobil tangki darat dalam menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) ke berbagai wilayah Indonesia.
Pertamina memiliki dua kapal besar yaitu, MT Pagerungan dan MT Pangkalan Brandan yang memiliki kapasitas angkut sekitar 25.528 kiloliter BBM atau setara lebih dari 25 juta liter dalam satu kali pelayaran.
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa keberadaan armada ini menjadi bukti nyata kemampuan industri dalam negeri.
"MT Pagerungan dan MT Pangkalan Brandan adalah representasi nyata karya anak bangsa yang tidak hanya memperkuat distribusi energi nasional, tetapi juga menunjukkan bahwa Indonesia mampu membangun armada tanker modern yang kompetitif untuk kebutuhan domestik maupun internasional," ujar Roberth di Jakarta, Jumat (17/3/2026).
![Kapal tanker milik Pertamina untuk distribusi BBM dan LPG ke wilayah pelosok. [Dokumentasi Pertamina].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/06/31085-kapal-pertamina-pertamina-kapal-tanker.jpg)
Dengan kapasitas sebesar itu, satu kapal mampu menggantikan distribusi yang biasanya dilakukan oleh ribuan truk tangki darat. Hal ini membuat distribusi energi menjadi jauh lebih efisien, terutama untuk menjangkau wilayah kepulauan yang tersebar luas.
MT Pagerungan berperan dalam distribusi domestik, mengalirkan BBM dari terminal utama seperti Balongan, Tuban, dan Tanjung Wangi ke berbagai wilayah seperti Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara dan Indonesia timur.
Sementara itu, MT Pangkalan Brandan memiliki peran strategis di jalur internasional melalui skema Product International Operation (PIO), termasuk rute regional seperti Singapura dan Malaysia. Peran ini memperkuat konektivitas logistik energi lintas negara sekaligus menjaga stabilitas pasokan nasional.
Selain efisiensi, penggunaan kapal tanker juga meningkatkan keandalan distribusi energi, karena mampu menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat.
Dengan optimalisasi armada laut ini, Pertamina Patra Niaga berupaya memastikan pasokan energi tetap terjaga dari barat hingga timur Indonesia, sekaligus memperkuat sistem logistik nasional yang lebih efisien dan terintegrasi.