- IHSG naik 2,35 persen ke level 7.634,004 pada pekan kedua April 2026 berkat tingginya aktivitas investor domestik.
- Investor asing mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp931,61 miliar meskipun kapitalisasi pasar bursa meningkat signifikan mencapai Rp13.635 triliun.
- Pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran menurunkan risiko energi global dan mendorong optimisme pasar saham internasional.
Suara.com - Pasar modal Indonesia menunjukkan performa yang sangat impresif sepanjang pekan kedua April 2026. Berdasarkan data resmi dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan rapor hijau yang konsisten selama periode 13 hingga 17 April 2026.
IHSG tercatat menutup pekan dengan kenaikan tajam sebesar 2,35 persen, parkir di posisi 7.634,004 dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di level 7.458,496.
Kenaikan ini didorong oleh lonjakan aktivitas transaksi yang luar biasa masif di lantai bursa. Rata-rata nilai transaksi harian melompat 17,56 persen menjadi Rp20,36 triliun, sementara frekuensi transaksi harian melonjak hingga 32,71 persen dengan rata-rata 2,72 juta kali transaksi per hari.
Kapitalisasi pasar bursa pun turut terdongkrak mencapai Rp13.635 triliun, yang menandakan kepercayaan investor domestik terhadap fundamental emiten tetap kokoh meskipun dinamika global masih fluktuatif.
Meskipun IHSG mencatatkan kinerja gemilang, terdapat anomali yang perlu dicermati oleh para pelaku pasar. Investor asing justru terpantau melakukan aksi lepas aset atau net sell sebesar Rp931,61 miliar pada penutupan pekan lalu.
Saham-saham blue chip seperti BBCA, BMRI, BBRI, ANTM, dan GOTO menjadi target utama aksi jual asing. Secara kumulatif sepanjang tahun berjalan 2026, nilai jual bersih investor asing telah menyentuh angka Rp39,86 triliun.
Fenomena ini menunjukkan bahwa penguatan IHSG saat ini didorong secara dominan oleh kekuatan investor domestik dan aktivitas rebalancing portofolio.
Secara teknikal, IHSG berpotensi untuk menguji level resistance di 7.660 pada perdagangan hari ini. Jika gagal menembus level tersebut, pasar perlu waspada terhadap potensi koreksi menuju area support di kisaran 7.600 hingga 7.500.
Sentimen Global: Wall Street Melesat dan Pembukaan Selat Hormuz
Optimisme di pasar saham Amerika Serikat (Wall Street) memberikan angin segar bagi stabilitas global. Pada penutupan Jumat (17/4), indeks Nasdaq Composite naik 1,52 persen, Dow Jones Industrial Average meningkat 1,79 persen, dan S&P 500 melonjak 1,20 persen.
Penguatan ini dipicu oleh keputusan strategis Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran komersial.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, melalui unggahan resminya mengonfirmasi bahwa jalur pelayaran vital tersebut kini "sepenuhnya terbuka" pasca kesepakatan gencatan senjata di Lebanon.
Keputusan ini disambut baik oleh pasar karena menurunkan risiko disrupsi energi global, yang ditandai dengan anjloknya harga minyak mentah AS lebih dari 11 persen. P
residen AS Donald Trump juga memberikan sinyal positif terkait kemungkinan perundingan damai permanen antara Washington dan Teheran dalam waktu dekat.
Bursa Asia-Pasifik Masih Dibayangi Ketidakpastian