Rupiah Semu di Level Rp17.168

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Senin, 20 April 2026 | 15:50 WIB
Rupiah Semu di Level Rp17.168
Meski ditutup menguat, posisi Rupiah masih berada di level yang sangat mengkhawatirkan dan gagal beranjak dari zona merah psikologis Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Foto Antara
baca 10 detik
  • Rupiah stagnan di Rp17.168, penguatan tipis tak berarti di tengah bayang-bayang krisis.
  • Kenaikan harga BBM jadi penopang semu kurs, korbankan daya beli demi stabilitas mata uang.
  • Sulit tembus ke Rp16.000, Rupiah diprediksi masih betah di level lemah akibat risiko global.

Suara.com - Mata uang Garuda seolah mendapat "napas buatan" pada perdagangan sore ini, Senin (20/4/2026). Meski ditutup menguat, posisi Rupiah masih berada di level yang sangat mengkhawatirkan dan gagal beranjak dari zona merah psikologis Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip data Bloomberg, mata uang Garuda parkir di level Rp17.168 per dolar AS, atau hanya menguat tipis 0,12 persen dibandingkan penutupan Jumat (17/4/2026) yang berada di posisi Rp17.188. Penguatan ini terasa hambar lantaran dipicu oleh kebijakan pemerintah yang justru memukul daya beli masyarakat.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut penguatan ini adalah imbas dari keputusan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi. Sebuah "obat pahit" yang harus ditelan domestik demi menstabilkan kurs.

"Rupiah ditutup menguat terhadap dolar oleh sentimen positif dari kenaikan harga BBM non-subsidi," ujar Lukman saat dihubungi.

Meski sentimen pasar ekuitas Asia sedang menghijau, Lukman memperingatkan bahwa penguatan ini hanyalah riak kecil di tengah tren pelemahan yang dalam. Optimisme pasar belum mampu menyeret Rupiah kembali ke level Rp16.000, apalagi ke posisi prapandemi atau krisis.

"Tapi Rupiah masih sulit turun dari 17 ribu, apalagi 16 ribu untuk saat ini," tegasnya ketus.

Ketidakpastian geopolitik global yang masih membara menjadi bayang-bayang hitam yang siap menerkam kapan saja. Rupiah seolah sedang berjalan di atas titian tipis; sedikit saja guncangan global terjadi, posisi Rp17.168 ini bisa dengan mudah rontok kembali.

Di sisi lain, mayoritas mata uang Asia memang sedang menjadi "bulan-bulanan" dolar AS. Won Korea Selatan memimpin kehancuran dengan anjlok hingga 1 persen, disusul Baht Thailand yang ambles 0,56 persen.

Mata uang negara tetangga lainnya pun tak berdaya:

baca juga
  • Rupee India: Turun 0,27%
  • Dolar Singapura: Tertekan 0,2%
  • Yen Jepang: Terkoreksi 0,19%
  • Ringgit Malaysia: Melemah 0,05%

Hanya Dolar Taiwan (+0,17%) dan Peso Filipina (+0,11%) yang mampu menemani Rupiah di zona hijau tipis. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia berada di level Rp17.176 per dolar AS.

Namun bagi pelaku usaha dan masyarakat, angka Rp17.000 tetaplah alarm bahaya bagi stabilitas ekonomi nasional yang kian rapuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.172 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.172 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 09:41 WIB

Di Tengah Rupiah Melemah, Prodia Justru Gas Bisnis Stem Cell

Di Tengah Rupiah Melemah, Prodia Justru Gas Bisnis Stem Cell

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 08:19 WIB

Rupiah Sentuh Level Terendah Lagi Rp 17.188/USD

Rupiah Sentuh Level Terendah Lagi Rp 17.188/USD

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 16:44 WIB

Terkini

Cara Mengetahui WA Disadap dan Langkah Mengatasinya di Android serta iPhone

Cara Mengetahui WA Disadap dan Langkah Mengatasinya di Android serta iPhone

Tekno | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:48 WIB

Ketika Rumah Kehilangan Rasa Aman: Jangan Tutupi Kekerasan Demi Nama Baik Keluarga

Ketika Rumah Kehilangan Rasa Aman: Jangan Tutupi Kekerasan Demi Nama Baik Keluarga

Opini | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Anies Masuk 3 Besar Survei IPO Pilpres 2029, NasDem: Pemilu Masih Jauh

Anies Masuk 3 Besar Survei IPO Pilpres 2029, NasDem: Pemilu Masih Jauh

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Pemerintah Bakal Salurkan Bansos 30 Kilogram untuk 33,2 Juta Keluarga

Pemerintah Bakal Salurkan Bansos 30 Kilogram untuk 33,2 Juta Keluarga

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Memupuk Keberanian untuk Menggali Potensi dan Meraih Mimpi dalam Lawan Minder, Raih Sukses

Memupuk Keberanian untuk Menggali Potensi dan Meraih Mimpi dalam Lawan Minder, Raih Sukses

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Rumah di Tamansari Jakbar Ludes Terbakar, Warga Panik Dengar Suara Ledakan

Rumah di Tamansari Jakbar Ludes Terbakar, Warga Panik Dengar Suara Ledakan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Apakah Tamanu Oil Bisa Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini Faktanya

Apakah Tamanu Oil Bisa Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini Faktanya

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:27 WIB

BSI International Expo 2026 Catat Transaksi Rp5,38 Triliun, Tembus 65.800 Pengunjung

BSI International Expo 2026 Catat Transaksi Rp5,38 Triliun, Tembus 65.800 Pengunjung

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:27 WIB

Apakah Viva Skin Food Bisa untuk Kaki Pecah-Pecah? Ini Cara Pakai yang Benar

Apakah Viva Skin Food Bisa untuk Kaki Pecah-Pecah? Ini Cara Pakai yang Benar

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Kemenkes Tekankan Pentingnya Pantau Tumbuh Kembang Anak di Posyandu

Kemenkes Tekankan Pentingnya Pantau Tumbuh Kembang Anak di Posyandu

Health | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:24 WIB

×