- Nilai tukar rupiah melemah ke Rp17.180 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu, 22 April 2026.
- Pelemahan terjadi akibat ketidakpastian geopolitik Timur Tengah serta minimnya sentimen positif dari hasil rapat Bank Indonesia.
- Analis memprediksi rupiah berpotensi terus tertekan dalam rentang Rp17.125 hingga Rp17.250 karena kurangnya data ekonomi signifikan.
Lalu ada ringgit Malaysia tergelincir 0,05 persen.Berikutnya, dolar Hong Kong yang terlihat melemah tipis 0,02 persen pada sore ini.
![Ilustrasi Won Korea. [Pixabay]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/10/02/83468-ilustrasi-won-korea.jpg)
Sedangkan, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 0,36 persen. Kemudian ada baht Thailand yang terkerek 0,24 persen dan dolar Singapura terangkat 0,15 persen.
Disusul, yen Jepang yang menanjak 0,09 persen. Lalu ada yuan China yang terlihat menguat tipis 0,03 persen terhadap the greenback.
Sebagai informasi, pelemahan rupiah belakangan ini kerap dipicu oleh indeks dolar AS (DXY) yang perkasa akibat data inflasi AS yang masih di atas target.
Di sisi lain, Bank Indonesia terus berupaya melakukan intervensi di pasar valas melalui skema Triple Intervention guna memastikan stabilitas nilai tukar tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global.