Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.595.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.015

BCA Cetak Laba Bersih Rp14,7 Triliun di Kuartal I-2026

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Kamis, 23 April 2026 | 17:35 WIB
BCA Cetak Laba Bersih Rp14,7 Triliun di Kuartal I-2026
BCA Cetak Laba Bersih Rp14,7 Triliun di Kuartal I-2026. Foto Dok BCA
  • Laba bersih BCA Kuartal I-2026 naik 3,8% menjadi Rp14,7 triliun.
  • Penyaluran kredit capai Rp994 triliun dengan dominasi sektor produktif.
  • Dana murah (CASA) tumbuh kuat 11,2%, capai Rp1.089 triliun.

Suara.com - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menunjukkan taringnya sebagai raksasa perbankan tanah air. Memasuki awal tahun 2026, bank berkode saham BBCA ini sukses membukukan kinerja keuangan yang positif dengan raihan laba bersih mencapai Rp14,7 triliun pada kuartal I-2026.

Pencapaian tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 3,8 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year/YoY) yang sebesar Rp14,1 triliun.

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengungkapkan bahwa motor penggerak utama pertumbuhan laba ini adalah kenaikan pendapatan operasional (operating income) yang menyentuh angka Rp27,8 triliun, atau tumbuh 1,1 persen secara tahunan.

"Kredit BCA hingga akhir Maret 2026 terutama ditopang oleh kredit produktif sebesar Rp760,2 triliun, meningkat 7,8 persen secara tahunan," ujar Hendra dalam pemaparan kinerja secara virtual, Kamis (23/4/2026).

Sejalan dengan komitmen mendukung pemulihan ekonomi nasional, total penyaluran kredit BCA hingga Maret 2026 tercatat sebesar Rp994 triliun, alias tumbuh 5,6 persen YoY.

Kinerja intermediasi yang apik ini didukung oleh likuiditas yang sangat solid. Dana Giro dan Tabungan (CASA) BCA melonjak signifikan sebesar 11,2 persen menjadi Rp1.089 triliun. Alhasil, porsi dana murah ini mendominasi struktur pendanaan perusahaan dengan kontribusi mencapai 85,2 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK).

Adapun total DPK secara keseluruhan tercatat tumbuh 8,3 persen YoY menjadi Rp1.292,4 triliun. "Peningkatan dana murah ini tak lepas dari pengembangan layanan perbankan transaksi kami, baik melalui kanal digital maupun non-digital yang terus diperkuat," imbuh Hendra.

Meski agresif dalam menyalurkan pembiayaan, BCA tetap disiplin dalam manajemen risiko. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) terjaga di level rendah yakni 1,8 persen, dengan rasio Loan at Risk (LAR) di angka 5,1 persen. Sebagai langkah antisipatif, BCA juga menyiapkan pencadangan yang kuat dengan rasio NPL coverage sebesar 174,6 persen.

Tak hanya soal profit, BCA juga semakin hijau. Penyaluran kredit ke sektor berkelanjutan (ESG) tumbuh 10 persen menjadi Rp258,4 triliun, menyumbang 26 persen dari total portofolio. Menariknya, pembiayaan ke sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT) melonjak drastis hingga 53,5 persen secara tahunan.

Di sektor kerakyatan, kredit UMKM juga mencatatkan rapor hijau dengan kenaikan 12 persen menjadi Rp146 triliun. Capaian ini menegaskan posisi BCA dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Solusi Beli Emas Tanpa Antre, Simak Cara Mudah Tarik Emas Fisik Lewat Mesin ATM

Solusi Beli Emas Tanpa Antre, Simak Cara Mudah Tarik Emas Fisik Lewat Mesin ATM

Lifestyle | Rabu, 22 April 2026 | 13:21 WIB

Kokoh sebagai Mitra Strategis Pemerintah, Bank Mandiri Capai Laba Bersih Rp15,4 T di Kuartal I 2026

Kokoh sebagai Mitra Strategis Pemerintah, Bank Mandiri Capai Laba Bersih Rp15,4 T di Kuartal I 2026

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 10:47 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Terkini

DC Solusiku Gunakan Intimidasi? OJK Turun Tangan Selidiki Dugaan Pelanggaran

DC Solusiku Gunakan Intimidasi? OJK Turun Tangan Selidiki Dugaan Pelanggaran

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:39 WIB

Rupiah Masih Tertekan, Pengamat Anggap Dua Jurus BI-Kemenkeu Kurang Jitu

Rupiah Masih Tertekan, Pengamat Anggap Dua Jurus BI-Kemenkeu Kurang Jitu

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:38 WIB

Emiten PGEO Bukukan Laba Bersih Tumbuh 40% pada Kuartal I-2026

Emiten PGEO Bukukan Laba Bersih Tumbuh 40% pada Kuartal I-2026

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:31 WIB

Bea Cukai Wanti-wanti Kebijakan Kemasan Polos Jangan Beri Celah Rokok Ilegal

Bea Cukai Wanti-wanti Kebijakan Kemasan Polos Jangan Beri Celah Rokok Ilegal

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:27 WIB

Perhatian Pengusaha! DSI Bisa Atur Harga Ekspor Komoditas

Perhatian Pengusaha! DSI Bisa Atur Harga Ekspor Komoditas

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:23 WIB

LPDB Kawal Hilirisasi Tebu, Koperasi Perkuat Ekosistem Industri Gula Nasional

LPDB Kawal Hilirisasi Tebu, Koperasi Perkuat Ekosistem Industri Gula Nasional

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:15 WIB

PNM Mekaar Dorong Pemberdayaan Nasabah Ultra Mikro untuk Tekan Ketergantungan pada Rentenir

PNM Mekaar Dorong Pemberdayaan Nasabah Ultra Mikro untuk Tekan Ketergantungan pada Rentenir

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 12:47 WIB

Gegara Ditolak Bank, Pengguna Pinjol Makin Banyak Nilainya Tembus Rp 102,07 T

Gegara Ditolak Bank, Pengguna Pinjol Makin Banyak Nilainya Tembus Rp 102,07 T

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 11:40 WIB

Khawatir Ada Gelombang PHK, Anggota DPR Ramai-ramai Tolak Kebijakan Kemasan Rokok Polos

Khawatir Ada Gelombang PHK, Anggota DPR Ramai-ramai Tolak Kebijakan Kemasan Rokok Polos

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 11:35 WIB

OJK Panggil Paksa Pinjol Solusiku, Penyebabnya Diduga Pelanggaran Berat

OJK Panggil Paksa Pinjol Solusiku, Penyebabnya Diduga Pelanggaran Berat

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 11:29 WIB