Daya Beli Melempem, Kelas Menengah Masih Mimpi Beli Mobil Listrik Murah

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 23 April 2026 | 18:10 WIB
Daya Beli Melempem, Kelas Menengah Masih Mimpi Beli Mobil Listrik Murah
Mobil listrik di bawah 200 juta per Januari 2026 (BYD Malang)
baca 10 detik
  • Kemampuan beli mobil masyarakat Indonesia mentok di angka Rp200 juta.
  • Penjualan mobil listrik didominasi unit seharga Rp400 juta–Rp700 juta.
  • Mobil listrik masih dianggap barang mewah bagi kelas menengah ke atas.

Suara.com - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memberikan catatan kritis terkait program transisi kendaraan listrik di Tanah Air. Kendala utama yang membayangi ambisi hijau pemerintah rupanya masih berkutat pada urusan isi dompet masyarakat.

Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Indef, Andry Satrio Nugroho, mengungkapkan terjadi ketimpangan (gap) yang sangat lebar antara daya beli konsumen dengan harga pasar mobil listrik saat ini.

Menurut Andry, mayoritas konsumen di Indonesia sebenarnya memiliki kemampuan beli di kisaran Rp200 juta. Namun sayangnya, unit mobil listrik yang tersedia di pasar justru dibanderol jauh di atas angka tersebut.

"Saya ingin berkaca dari sisi demand side-nya, di mana kalau kita melihat sebetulnya daya beli dari masyarakat untuk kendaraan bermotor, khususnya mobil, itu range-nya tidak lebih daripada Rp200 juta," ujar Andry dalam diskusi publik yang digelar Indef di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Andry memaparkan data lapangan yang menunjukkan bahwa penetrasi mobil listrik saat ini masih didominasi oleh segmen premium. Mobil listrik yang mencatatkan penjualan tinggi justru berada di rentang harga yang sulit dijangkau masyarakat luas.

"Mobil listrik yang paling banyak terjual itu berada di kisaran Rp400 juta sampai Rp700 juta," jelasnya lagi.

Kondisi ini, menurut Andry, mempertegas persepsi publik bahwa kendaraan nirkabel masih berstatus sebagai barang mewah. Alhasil, adopsi kendaraan listrik belum bisa menyentuh lapisan masyarakat menengah ke bawah secara masif.

"Ini mengartikan bahwa sebetulnya mobil listrik masih dianggap sebagai kendaraan untuk kelas menengah ke atas," imbuhnya.

Indef menilai, jika pemerintah serius ingin mempercepat transisi energi di sektor transportasi, kuncinya terletak pada kemampuan industri dalam menciptakan efisiensi harga. Produsen dituntut untuk lebih inovatif dalam menghadirkan lini produk yang ramah di kantong.

baca juga

"Jadi ini adalah PR bagi produsen untuk menciptakan mobil listrik agar bisa ketemu dengan daya beli dari masyarakat itu sendiri," pungkas Andry.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kena Regulasi Baru, Segini Itung-itungan Pajak BYD Atto 1: Masih Worth It?

Kena Regulasi Baru, Segini Itung-itungan Pajak BYD Atto 1: Masih Worth It?

Otomotif | Kamis, 23 April 2026 | 16:26 WIB

Indef: Realisasi Mobil Listrik Baru 104.000 Unit, Transisi Energi Jauh dari Target

Indef: Realisasi Mobil Listrik Baru 104.000 Unit, Transisi Energi Jauh dari Target

Otomotif | Kamis, 23 April 2026 | 16:07 WIB

Sertifikasi IKD Sudah di Tangan, Pabrik BYD Tinggal Menunggu Waktu Lakukan Produksi Massal

Sertifikasi IKD Sudah di Tangan, Pabrik BYD Tinggal Menunggu Waktu Lakukan Produksi Massal

Otomotif | Kamis, 23 April 2026 | 15:15 WIB

Terkini

Samsung Galaxy S26 FE Hadir di Indonesia, Teman Andalan Anak Muda Wujudkan Ide Kreatif

Samsung Galaxy S26 FE Hadir di Indonesia, Teman Andalan Anak Muda Wujudkan Ide Kreatif

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 11:00 WIB

Hindari Macet Laga Persija vs Persib, Ini Rute MRT dan Transjakarta Menuju GBK

Hindari Macet Laga Persija vs Persib, Ini Rute MRT dan Transjakarta Menuju GBK

News | Sabtu, 12 September 2026 | 10:58 WIB

Kurangi Dampak Mobilitas, Gubernur Sulsel Berlakukan Sekolah Daring

Kurangi Dampak Mobilitas, Gubernur Sulsel Berlakukan Sekolah Daring

Sulsel | Sabtu, 12 September 2026 | 10:57 WIB

Harga Emas Antam Naik Rp4.000, Tembus Rp2,6 Juta per Gram

Harga Emas Antam Naik Rp4.000, Tembus Rp2,6 Juta per Gram

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 10:51 WIB

Genjot Investasi Lokal, Thailand Mulai Naikkan Pajak Impor Mobil Listrik

Genjot Investasi Lokal, Thailand Mulai Naikkan Pajak Impor Mobil Listrik

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 10:50 WIB

3.028 Warga Pekanbaru Terjangkit ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla

3.028 Warga Pekanbaru Terjangkit ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla

Riau | Sabtu, 12 September 2026 | 10:49 WIB

Gen Z Impact Fest 2026 Jadi Momentum 35 Tahun Perjalanan SKM Bulaksumur

Gen Z Impact Fest 2026 Jadi Momentum 35 Tahun Perjalanan SKM Bulaksumur

News | Sabtu, 12 September 2026 | 10:46 WIB

iPhone Duo Akhirnya Rilis, Apple Siap Tantang Samsung di HP Foldable

iPhone Duo Akhirnya Rilis, Apple Siap Tantang Samsung di HP Foldable

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 10:45 WIB

4 Moisturizer yang Ampuh Pudarkan Dark Spot dan Bikin Wajah Cerah Merata

4 Moisturizer yang Ampuh Pudarkan Dark Spot dan Bikin Wajah Cerah Merata

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 10:45 WIB

Gen Z Impact Fest 2026 Hadir di Yogyakarta, Ajak Generasi Muda Jadi Penggerak Masa Depan

Gen Z Impact Fest 2026 Hadir di Yogyakarta, Ajak Generasi Muda Jadi Penggerak Masa Depan

News | Sabtu, 12 September 2026 | 10:44 WIB

×