Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.857.000
Beli Rp2.730.000
IHSG 7.541,612
LQ45 735,970
Srikehati 352,397
JII 515,130

Daya Beli Melempem, Kelas Menengah Masih Mimpi Beli Mobil Listrik Murah

Mohammad Fadil Djailani | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Kamis, 23 April 2026 | 18:10 WIB
Daya Beli Melempem, Kelas Menengah Masih Mimpi Beli Mobil Listrik Murah
Mobil listrik di bawah 200 juta per Januari 2026 (BYD Malang)
  • Kemampuan beli mobil masyarakat Indonesia mentok di angka Rp200 juta.
  • Penjualan mobil listrik didominasi unit seharga Rp400 juta–Rp700 juta.
  • Mobil listrik masih dianggap barang mewah bagi kelas menengah ke atas.

Suara.com - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memberikan catatan kritis terkait program transisi kendaraan listrik di Tanah Air. Kendala utama yang membayangi ambisi hijau pemerintah rupanya masih berkutat pada urusan isi dompet masyarakat.

Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Indef, Andry Satrio Nugroho, mengungkapkan terjadi ketimpangan (gap) yang sangat lebar antara daya beli konsumen dengan harga pasar mobil listrik saat ini.

Menurut Andry, mayoritas konsumen di Indonesia sebenarnya memiliki kemampuan beli di kisaran Rp200 juta. Namun sayangnya, unit mobil listrik yang tersedia di pasar justru dibanderol jauh di atas angka tersebut.

"Saya ingin berkaca dari sisi demand side-nya, di mana kalau kita melihat sebetulnya daya beli dari masyarakat untuk kendaraan bermotor, khususnya mobil, itu range-nya tidak lebih daripada Rp200 juta," ujar Andry dalam diskusi publik yang digelar Indef di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Andry memaparkan data lapangan yang menunjukkan bahwa penetrasi mobil listrik saat ini masih didominasi oleh segmen premium. Mobil listrik yang mencatatkan penjualan tinggi justru berada di rentang harga yang sulit dijangkau masyarakat luas.

"Mobil listrik yang paling banyak terjual itu berada di kisaran Rp400 juta sampai Rp700 juta," jelasnya lagi.

Kondisi ini, menurut Andry, mempertegas persepsi publik bahwa kendaraan nirkabel masih berstatus sebagai barang mewah. Alhasil, adopsi kendaraan listrik belum bisa menyentuh lapisan masyarakat menengah ke bawah secara masif.

"Ini mengartikan bahwa sebetulnya mobil listrik masih dianggap sebagai kendaraan untuk kelas menengah ke atas," imbuhnya.

Indef menilai, jika pemerintah serius ingin mempercepat transisi energi di sektor transportasi, kuncinya terletak pada kemampuan industri dalam menciptakan efisiensi harga. Produsen dituntut untuk lebih inovatif dalam menghadirkan lini produk yang ramah di kantong.

"Jadi ini adalah PR bagi produsen untuk menciptakan mobil listrik agar bisa ketemu dengan daya beli dari masyarakat itu sendiri," pungkas Andry.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kena Regulasi Baru, Segini Itung-itungan Pajak BYD Atto 1: Masih Worth It?

Kena Regulasi Baru, Segini Itung-itungan Pajak BYD Atto 1: Masih Worth It?

Otomotif | Kamis, 23 April 2026 | 16:26 WIB

Indef: Realisasi Mobil Listrik Baru 104.000 Unit, Transisi Energi Jauh dari Target

Indef: Realisasi Mobil Listrik Baru 104.000 Unit, Transisi Energi Jauh dari Target

Otomotif | Kamis, 23 April 2026 | 16:07 WIB

Sertifikasi IKD Sudah di Tangan, Pabrik BYD Tinggal Menunggu Waktu Lakukan Produksi Massal

Sertifikasi IKD Sudah di Tangan, Pabrik BYD Tinggal Menunggu Waktu Lakukan Produksi Massal

Otomotif | Kamis, 23 April 2026 | 15:15 WIB

Terkini

Pertamina Trans Kontinental Bersama Galangan Nasional Resmi Mulai Pembangunan Utility Boat 22 Pax

Pertamina Trans Kontinental Bersama Galangan Nasional Resmi Mulai Pembangunan Utility Boat 22 Pax

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 18:11 WIB

RUPS Astra 2026: Presiden Direktur Diganti, Dividen Rp15,67 Triliun Ditebar

RUPS Astra 2026: Presiden Direktur Diganti, Dividen Rp15,67 Triliun Ditebar

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 18:06 WIB

Ekonomi Digital RI Diramal Bakal Cerah, Investasi Data Center Melejit Gila-gilaan!

Ekonomi Digital RI Diramal Bakal Cerah, Investasi Data Center Melejit Gila-gilaan!

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 18:05 WIB

Purbaya Tak Tahu Sumber Anggaran untuk Gaji Manajer Kopdes Merah Putih

Purbaya Tak Tahu Sumber Anggaran untuk Gaji Manajer Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 18:00 WIB

Investasi Saham RI, AS, Kripto, hingga Reksa Dana Kini Bisa Diakses dari Satu Aplikasi

Investasi Saham RI, AS, Kripto, hingga Reksa Dana Kini Bisa Diakses dari Satu Aplikasi

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 17:57 WIB

Warisan Jokowi Buat RI Kebagian Duit Rp147 Triliun Dalam 3 Bulan

Warisan Jokowi Buat RI Kebagian Duit Rp147 Triliun Dalam 3 Bulan

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 17:47 WIB

BCA Cetak Laba Bersih Rp14,7 Triliun di Kuartal I-2026

BCA Cetak Laba Bersih Rp14,7 Triliun di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 17:35 WIB

Bank Jakarta Bakal Ambil Peran Orkestrator Ekonomi Ibu Kota

Bank Jakarta Bakal Ambil Peran Orkestrator Ekonomi Ibu Kota

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 17:19 WIB

Dana Asing Rp 120 T Nyaris Kabur, Penundaan MSCI Jadi Kabar Baik Pasar Modal?

Dana Asing Rp 120 T Nyaris Kabur, Penundaan MSCI Jadi Kabar Baik Pasar Modal?

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 17:10 WIB

Blak-blakan Airlangga: 40 Persen Investasi di RI Belum Untung

Blak-blakan Airlangga: 40 Persen Investasi di RI Belum Untung

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 17:07 WIB