- Menkeu Purbaya tunjuk Sudarto dan Ferry Ardianto jadi Plh Dirjen Anggaran serta Fiskal Kemenkeu.
- Nasib karier Luky Alfirman dan Febrio Kacaribu masih dikaji untuk penempatan jabatan baru.
- Target Mei 2026, nama-nama Dirjen baru akan diajukan ke Presiden Prabowo untuk disahkan.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bergerak cepat mengisi kekosongan kursi strategis di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Langkah ini diambil menyusul pencopotan dua pejabat eselon I, yakni Dirjen Anggaran Luky Alfirman serta Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Nathan Kacaribu.
Untuk menjaga roda organisasi tetap berputar, Purbaya resmi menunjuk Pelaksana Harian (Plh) guna memimpin dua direktorat jenderal vital tersebut mulai pekan ini.
"Iya, sudah dikasih Plh sekarang. Dari kemarin sore (Selasa) sudah aktif," ujar Purbaya saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah sosok yang dipercaya mengisi posisi sementara tersebut:
- Sudarto (Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara/Dirut LPDP Sudarto) menjabat sebagai Plh Dirjen Anggaran.
- Ferry Ardianto (Direktur Strategi Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi) menjabat sebagai Plh Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal.
Informasi ini pun telah dikonfirmasi kebenarannya oleh Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Deni Surjantoro.
Terkait masa depan karier Luky Alfirman dan Febrio Kacaribu, Menkeu Purbaya enggan memberikan rincian lebih jauh. Ia menyebut saat ini kedua pejabat senior tersebut sedang dalam masa rehat sembari menunggu penempatan posisi baru yang sesuai dengan kompetensi mereka.
"Istirahat dulu. Nanti dicari tempat yang pas buat mereka," cetus Purbaya singkat.
Selain dua kursi tersebut, Kemenkeu juga tengah berupaya mengisi jabatan Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan yang ditinggalkan Masyita Crystallin. Purbaya menegaskan, proses seleksi kandidat terbaik sedang berlangsung secara ketat.
Nama-nama terpilih nantinya akan disetorkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Purbaya menargetkan perombakan ini rampung total pada bulan depan agar transisi kepemimpinan tidak menghambat kinerja fiskal nasional.
"Nanti sekalian diajukan ke presiden, jadi sekaligus. Mungkin awal Mei atau pertengahan Mei," pungkasnya.