Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Riset UI: Pengguna Pindar Melek Keuangan, Tapi Masih Rentan Terjebak Utang

Achmad Fauzi

Selasa, 28 April 2026 | 08:55 WIB
Riset UI: Pengguna Pindar Melek Keuangan, Tapi Masih Rentan Terjebak Utang
Logo perusahaan pindar AdaKami. (AdaKami)
  • LPEM FEB UI mengungkapkan pengguna AdaKami memiliki literasi keuangan tinggi terkait perhitungan bunga dan biaya pinjaman.
  • Riset menemukan perilaku berisiko berupa rasa percaya diri berlebihan dan orientasi keuntungan jangka pendek para pengguna.
  • Regulator dan AFPI memperkuat edukasi pengelolaan keuangan untuk mencegah masalah gagal bayar serta menjaga stabilitas ekonomi.

Suara.com - Pengguna layanan pinjaman daring (pindar) AdaKami ternyata memiliki tingkat literasi keuangan yang relatif tinggi. Namun di balik itu, riset terbaru menemukan adanya kerentanan perilaku yang bisa berdampak pada kondisi keuangan mereka ke depan.

Temuan tersebut diungkap oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) dalam diseminasi riset bertajuk "Kajian Dampak Fintech Lending terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Indonesia: Studi Kasus AdaKami" yang digelar di Auditorium MPKP UI, Salemba, Jakarta.

Dalam riset tersebut, lebih dari 89,2 persen responden pengguna AdaKami memahami cara menghitung bunga pinjaman. Bahkan, lebih dari 95 persen responden memiliki pengetahuan memadai terkait perhitungan biaya dan tenor pinjaman.

"Kalau kita lihat di sini memang yang sudah memiliki literasi keuangan ini lebih dari 80 persen di semua kelompok. Untuk kelompok AdaKami ini sedikit lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya, terutama dalam penghitungan bunga," ujar Akademisi LPEM FEB UI, Prani Sastiono seperti dikutip, Selasa (29/4/2026).

OJK menyampaikan kredit macet pinjaman daring melonjak. [ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/sgd]
Ilustrasi pengguna pinjaman daring (pindar). [ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/sgd]

Capaian tersebut dinilai lebih baik dibandingkan kelompok lain seperti pengguna pinjaman informal maupun pinjol ilegal. Namun, tingginya literasi keuangan tidak sepenuhnya sejalan dengan perilaku keuangan yang sehat.

Prani mengungkapkan, masih terdapat kecenderungan perilaku berisiko di kalangan pengguna pindar, salah satunya adalah sikap terlalu percaya diri atau overconfidence.

Sekitar 16 persen responden merasa mampu melunasi pinjaman tepat waktu meski belum menghitung kemampuan bayar secara matang.

Selain itu, sebanyak 73 persen responden juga mengaku telah memahami syarat dan ketentuan pinjaman, meskipun belum membacanya secara detail.

Tak hanya itu, riset juga menemukan adanya kecenderungan perilaku yang berorientasi pada keuntungan jangka pendek (present-biased).

Sekitar 14 persen pengguna mengaku terdorong membeli barang saat ada diskon, sementara 7 persen lainnya bersedia membayar biaya tambahan demi pencairan pinjaman yang lebih cepat, bahkan tertarik pada investasi berimbal hasil tinggi meski berisiko.

"Hal ini tentu saja punya risiko terhadap kemampuan membayar dan juga kesejahteraan dan keberlanjutan dari keuangan rumah tangga," jelas Prani

Melihat kondisi tersebut, LPEM FEB UI merekomendasikan agar regulator, asosiasi, dan pelaku industri pindar memperkuat edukasi pengelolaan keuangan bagi masyarakat.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Yasmine Sembiring, menyebut pihaknya telah aktif melakukan edukasi kepada pengguna sepanjang tahun lalu.

"Gerakan galbay itu juga terus kami edukasikan kepada para pengguna agar tidak sekali-kali menggunakannya. Apalagi saat ini data mereka sudah tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), sehingga rapor keuangannya akan terlihat. Kalau tidak dimanfaatkan dengan baik, (kondisi) ini malah akan jadi backfire," tegasnya.

Ia menambahkan, sepanjang 2025 AFPI telah menggelar sekitar 700 kegiatan edukasi yang berfokus pada peningkatan kesehatan keuangan masyarakat sekaligus mencegah pengguna terjebak dalam praktik gagal bayar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:13 WIB

Isu Uang Kas Negara 'Cuma' Sisa Rp120 T saat Beban Bunga Utang Mengancam

Isu Uang Kas Negara 'Cuma' Sisa Rp120 T saat Beban Bunga Utang Mengancam

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 07:46 WIB

Babak Akhir Utang 'Whoosh', RI Siap Sodorkan Skema Restrukturisasi ke China

Babak Akhir Utang 'Whoosh', RI Siap Sodorkan Skema Restrukturisasi ke China

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:10 WIB

Terkini

PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit

PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 17:49 WIB

Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?

Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:33 WIB

Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur

Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:23 WIB

DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah

DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:11 WIB

Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya

Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:07 WIB

Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS

Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:33 WIB

Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'

Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:25 WIB

Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal

Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:49 WIB

Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite

Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:40 WIB

Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional

Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 09:39 WIB