Suara.com - Kekayaan Bobby Rasyidin jadi sorotan buntut peristiwa kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo dan KRL yang terjadi di petak Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026.
Insiden yang terjadi menorehkan duka mendalam bagi keluarga korban serta PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Dilaporkan ada 15 orang yang tewas, puluhan korban lainnya alami luka-luka dan sedang dilakukan perawatan intensif di rumah sakit.
Bobby Rasyidin, Dirut PT KAI salah satu pihak yang ikut bertanggung jawab terhadap tragedi tersebut. Ia sempat angkat bicara mengenai kronologi kejadian yang sebenarnya di media sosial.
Bobby juga sempat viral karena fotonya duduk termenung di samping bangkai KRL. Pakaiannya juga jadi lusuh dan tergulung. Ia juga tak segan duduk di lantai dan bersender di tiang peron.
Karena potret inilah banyak yang penasaran dengan sosok Bobby Rasyidin karena tampilannya yang dinilai tidak terlalu necis untuk seorang Dirut perusahaan BUMN.
![Foto viral Dirut KAI Bobby Rasyidin saat Kecelakaan KRL di Bekasi [Instagram/aldhichandras]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/29/53019-foto-viral-dirut-kai-bobby-rasyidin-saat-kecelakaan-krl-di-bekasi-instagramaldhichandras.jpg)
Berapa harta kekayaan Bobby, tentu erat kaitannya dengan rekam jejak di dunia BUMN. Sebelum mengetahui berapa harta kekayaan, sebaiknya simak terlebih dahulu mengenai profil dan rekam jejak pendidikan.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut ulasan selengkapnya disini.
Profil Dirut PT KAI Bobby Rasyidin
Sosok Bobby Rasyidin sudah tidak asing lagi di ranah BUMN. Sebelum diangkat resmi menjabat Dirut PT KAI, ia pernah menduduki beberapa posisi strategis di BUMN.
Karirnya semakin mentereng berbekal latar belakang pendidikannya hingga jenjang Master lulusan universitas ternama luar negeri.
Bobby Rasyidin lahir pada 32 Desember 1974 di Padang, Sumatera Barat. Pasca lulus dari jenjang Sekolah Menengah Atas, ia melanjutkan studi pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB), berhasil lulus pada tahun 1996.
Ketekunan dalam menimba ilmu tidak berhenti sampai disitu saja. Selepas menyelesaikan jenjang S1, Bobby meneruskan program pendidikan Magister (S2) ke luar negeri.
Inilah rincian universitas tempat seorang Bobby Rasyidin memperdalam ilmu untuk bekalnya dalam berkarir:
· S1 Teknik Telekomunikasi ITB (lulus tahun 1996).
· Master of Psychology Management di Naperville.
· Master of Business Administration (MBA) The University of New South Wales (UNSW) lulus tahun 2000.
Rekam Jejak Karir Bobby Rasyidin
Tepat usia 38 tahun, ia ditunjuk sebagai profesional muda pertama Indonesia dan dipercaya duduk di posisi puncak PT Alcatel Lucent, Prancis.
· Direktur Utama PT Teknologi Riset Global Investama (2016).
· Komisaris Utama PT LEN Telekomunikasi Indonesia (2016-2019).
· Komisaris Utama PT Akses Prima Indonesia (2016-2021).
· Komisaris Utama PT Indonesian Cloud (2019-2021).
· Komisaris Independen PT GMF Aero Asia Tbk. (sejak Juni 2020).
· Direktur Utama PT LEN Industri (Persero) (2021-2025).
· Direktur Utama PT KAI (2025 - selesai).
Kekayaan Bobby Rasyidin
Merujuk pada arsip Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara elektronik (e-LHKPN) yang dilihat dari situs Komisi Pemberantasan Korupsi, Bobby terpantau menyampaikan sejumlah kekayaannya sebanyak lima kali.
Pada 2020, periode awal menjabat sebagai Direktur Utama Defend ID, dengan harta sebesar Rp42.591.579.521.
Selama tiga tahun menjabat di posisi yang sama, Bobby menyerahkan LHKPN, dimana total kekayaannya alami penurunan, awalnya sebesar Rp42.413.957.606, di 2022 menjadi Rp34.702.747.693, di 2023 turun lagi jadi Rp 37.015.139.843.
Laporan terakhir LKHPN pada Senin, 17 Maret 2025, Bobby melaporkan jumlah kekayaannya mencapai Rp37.838.318.258, dengan rincian sebagai berikut:
· Tanah dan bangunan: Rp21.012.580.500.
· Alat transportasi dan mesin: Rp4.743.578.139.
· Harta bergerak lainnya: Rp2.445.226.800.
· Surat berharga: -
· Kas dan setara kas: Rp9.202.534.739.
· Harta lainnya: Rp1.399.427.455.
· Utang: Rp860.029.375.
Kontributor : Damayanti Kahyangan