Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Bos BI Perry Warjiyo Beberkan Strategi Perkuat Stabilitas Rupiah

Dythia Novianty | Suara.com

Senin, 04 Mei 2026 | 11:08 WIB
Bos BI Perry Warjiyo Beberkan Strategi Perkuat Stabilitas Rupiah
Gubernur BI Perry Warjiyo. [Antara]
  • Gubernur BI, Perry Warjiyo, bertemu investor di Singapura untuk membahas penguatan stabilitas nilai tukar rupiah dan ekonomi Indonesia.
  • BI menerapkan bauran kebijakan moneter terintegrasi untuk memitigasi risiko global serta menjaga inflasi tetap berada dalam target sasaran.
  • Sinergi kebijakan moneter dan fiskal diproyeksikan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap solid di tengah berbagai tantangan ketidakpastian global.

Suara.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, melakukan pertemuan strategis dengan sejumlah investor di Singapura.

Dalam kesempatan tersebut, Perry menekankan komitmen kuat Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan dinamika geopolitik di Timur Tengah, melalui penguatan strategi kebijakan moneter yang adaptif.

Perry menjelaskan bahwa kebijakan moneter Bank Indonesia kini telah berevolusi menjadi sebuah bauran kebijakan yang terintegrasi (integrated monetary policy mix) untuk memitigasi berbagai risiko eksternal.

"Strategi ini mencakup penyesuaian struktur suku bunga pasar melalui kenaikan imbal hasil (yield) instrumen seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), guna menjaga daya tarik aset domestik dan memastikan kondisi ekonomi Indonesia tetap tangguh bagi para investor global," katanya dalam siaran pers, Senin (4/5/2026).

Dalam paparannya, Perry menguraikan tiga pilar utama kebijakan yang dijalankan Bank Indonesia saat ini.

Pertama, kebijakan suku bunga yang difokuskan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran.

Ilustrasi Bank Indonesia (Unsplash/nimbostratus)
Ilustrasi Bank Indonesia (Unsplash/nimbostratus)

Kedua, stabilisasi nilai tukar melalui intervensi di pasar valuta asing secara rutin guna mencegah pelemahan rupiah berdampak pada kenaikan harga di dalam negeri.

Ketiga, pengelolaan likuiditas domestik yang ketat untuk menjamin kecukupan sistem keuangan nasional.

"Ketiga instrumen ini dijalankan secara bersamaan dan saling melengkapi. Ini mencerminkan pendekatan kami yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap dinamika global yang sangat cepat berubah," ujar Perry Warjiyo.

Lebih lanjut, sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal turut menjadi faktor kunci penguat ketahanan ekonomi nasional.

Berkat koordinasi erat antara Pemerintah dan BI, inflasi pada tahun 2026 diperkirakan tetap terkendali pada kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan tetap solid pada rentang 4,9 hingga 5,7 persen, yang menunjukkan resiliensi domestik yang luar biasa di tengah tekanan global.

Selain fokus pada kebijakan moneter, BI juga memperkuat kebijakan makroprudensial untuk mendorong pertumbuhan.

Salah satunya adalah melalui pemberian insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) bagi perbankan yang menyalurkan kredit ke sektor-sektor prioritas.

Di sisi lain, digitalisasi sistem pembayaran terus dipercepat melalui pengembangan QRIS, transaksi lintas negara berbasis mata uang lokal (Local Currency Transactions), serta penguatan infrastruktur pembayaran ritel guna meningkatkan inklusi keuangan.

Dia menegaskan bahwa sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci utama dalam menjaga resiliensi ekonomi Indonesia menghadapi tantangan dunia.

Fondasi fundamental kokoh dan kebijakan yang kredibel menjadikan Indonesia tetap sebagai destinasi investasi yang menjanjikan, didukung oleh penguatan stabilitas nilai tukar rupiah sebagai prioritas utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Jurus Ampuh BI Jaga Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh Meski Dunia Bergejolak

3 Jurus Ampuh BI Jaga Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh Meski Dunia Bergejolak

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 07:32 WIB

OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi

OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:40 WIB

Kunjungan Kerja ke AS, Purbaya Yakin Dana Asing Bakal Lebih Banyak Masuk Indonesia

Kunjungan Kerja ke AS, Purbaya Yakin Dana Asing Bakal Lebih Banyak Masuk Indonesia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:56 WIB

Temui 18 Investor Besar di AS, Purbaya: Mereka Bingung Kenapa Kita Tumbuh Cepat

Temui 18 Investor Besar di AS, Purbaya: Mereka Bingung Kenapa Kita Tumbuh Cepat

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:41 WIB

IMF Puji RI Jadi Titik Terang' Ekonomi Dunia, Gubernur BI Perry Warjiyo Beberkan Rahasianya

IMF Puji RI Jadi Titik Terang' Ekonomi Dunia, Gubernur BI Perry Warjiyo Beberkan Rahasianya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:28 WIB

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:38 WIB

Terkini

3 Kapal Tanker Raksasa 'Bebas' Lewati Selat Hormuz Hari Ini, Pertanda Baik?

3 Kapal Tanker Raksasa 'Bebas' Lewati Selat Hormuz Hari Ini, Pertanda Baik?

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 22:08 WIB

BUMN Fasilitasi UMKM, Tambah Akses Pasar untuk Produk Lokal

BUMN Fasilitasi UMKM, Tambah Akses Pasar untuk Produk Lokal

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 21:51 WIB

Aliran Dana Asing ke Indonesia Ditentukan Pengumuman MSCI Besok

Aliran Dana Asing ke Indonesia Ditentukan Pengumuman MSCI Besok

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 20:04 WIB

Pasar Properti Asia Tenggara dan Australia Stabil di Tengah Tantangan Ekonomi Global

Pasar Properti Asia Tenggara dan Australia Stabil di Tengah Tantangan Ekonomi Global

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 20:00 WIB

Bos Danantara Nilai IHSG Goyah Karena Rupiah Lemes, Faktor MSCI Kurang Signifikan

Bos Danantara Nilai IHSG Goyah Karena Rupiah Lemes, Faktor MSCI Kurang Signifikan

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 19:43 WIB

Meski Sudah Deal, Bahlil Akui Impor Minyak Mentah dari Rusia Terhambat

Meski Sudah Deal, Bahlil Akui Impor Minyak Mentah dari Rusia Terhambat

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:36 WIB

Purbaya Incar Pajak Ecommerce Usai Diprotes Pedagang Offline, Tapi Akui Belum Pede

Purbaya Incar Pajak Ecommerce Usai Diprotes Pedagang Offline, Tapi Akui Belum Pede

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:28 WIB

Pelaku Usaha: Biaya-biaya di E-Commerce Mulai Tak Masuk Akal

Pelaku Usaha: Biaya-biaya di E-Commerce Mulai Tak Masuk Akal

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:25 WIB

Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live

Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:24 WIB

Bahlil Sebut Implementasi B50 Punya Peluang Molor Lagi

Bahlil Sebut Implementasi B50 Punya Peluang Molor Lagi

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:17 WIB