Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Wall Street Anjlok Setelah Digempur Kenaikan Harga Minyak

Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 05 Mei 2026 | 07:50 WIB
Wall Street Anjlok Setelah Digempur Kenaikan Harga Minyak
Wall Street kembali anjlok setelah kondisi geopolitik kembali memanas. [Unsplash].
  • Indeks saham Wall Street melemah pada perdagangan Senin akibat ketegangan geopolitik di wilayah Timur Tengah.
  • Konflik di Timur Tengah menyebabkan lonjakan harga minyak mentah dunia serta memicu kekhawatiran bagi pelaku pasar.
  • Saham sektor logistik mengalami penurunan signifikan yang menambah tekanan negatif pada performa bursa saham Amerika Serikat.

Suara.com - Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street meloyo pada perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Indonesia). Pelemahan ini disebabkan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak dan memicu kekhawatiran pasar global.

Mengutip CNBC semua indeks utama Walls Street merah, seperti Indeks Dow Jones Industrial Average tercatat bergerak di zona merah, sementara S&P 500 turun 557,37 poin atau 1,13 persen ke level 48.941,90. Di sisi lain, Nasdaq Composite terkoreksi 0,19 persen dan ditutup di 25.067,80.

Sentimen negatif datang dari perkembangan terbaru di Timur Tengah. Uni Emirat Arab mengonfirmasi telah mencegat sejumlah rudal yang ditembakkan dari Iran. Ini menjadi pertama kalinya sistem peringatan rudal UEA diaktifkan sejak gencatan senjata dengan AS dimulai bulan lalu.

Kondisi tersebut langsung memicu lonjakan harga energi. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melonjak 4,39 persen ke level USD 106,42 per barel, sedangkan minyak mentah Brent naik 5,8 persen ke USD 114,44 per barel.

Ilustrasi perdagangan saham di Wall Street. [Pexels].
Ilustrasi perdagangan saham di Wall Street. [Pexels].

Kenaikan harga minyak juga dipicu laporan yang saling bertentangan terkait dugaan serangan Iran terhadap kapal perang AS di sekitar Selat Hormuz.

Media pemerintah Iran menyebut adanya serangan rudal terhadap kapal perang, namun hal ini belum terkonfirmasi secara independen.

Sementara itu, Komando Pusat AS menegaskan tidak ada kapal Angkatan Laut AS yang terkena serangan.

Di tengah situasi tersebut, Presiden Donald Trump mengumumkan inisiatif Proyek Kebebasan melalui platform Truth Social. Program ini bertujuan membantu evakuasi kapal-kapal kargo dari negara non-konflik yang terjebak akibat ketegangan di Selat Hormuz.

"Saya telah menginstruksikan perwakilan saya untuk memberi tahu mereka bahwa kami akan melakukan upaya terbaik untuk mengeluarkan kapal dan awak mereka dengan selamat," tulis Trump.

Namun demikian, pasar tetap dibayangi ketidakpastian. Pendiri dan CEO Infrastructure Capital Advisors, Jay Hatfield, menilai konflik tidak akan segera berakhir.

“Kami tidak memperkirakan perang akan terselesaikan dengan cepat,” ujarnya.

Meski tekanan meningkat, sebagian analis masih melihat potensi kenaikan indeks ke depan. Hatfield bahkan memperkirakan S&P 500 berpeluang mencapai level 8.000 pada akhir tahun.

Di sisi sektoral, saham logistik menjadi yang paling terpukul. Amazon melalui GXO Logistics mengumumkan ekspansi jaringan logistiknya sendiri. Dampaknya, saham GXO anjlok hampir 18 persen, sementara UPS dan FedEx masing-masing turun sekitar 10 persen dan 9 persen.

Tekanan di sektor logistik ini menambah beban pasar yang sudah tertekan oleh lonjakan harga energi dan meningkatnya risiko geopolitik global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Berpotensi Technical Rebound di Tengah Rekor Tertinggi Wall Street

IHSG Berpotensi Technical Rebound di Tengah Rekor Tertinggi Wall Street

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 08:02 WIB

Pasokan Terancam, Harga Minyak Dunia Naik Tajam di Awal Mei 2026

Pasokan Terancam, Harga Minyak Dunia Naik Tajam di Awal Mei 2026

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:02 WIB

Kenaikan Harga Minyak Dunia Dorong IHSG Jatuh ke Level 6.956 Hari Ini

Kenaikan Harga Minyak Dunia Dorong IHSG Jatuh ke Level 6.956 Hari Ini

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 16:57 WIB

Terkini

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB