- Menteri Perdagangan Budi Santoso meresmikan IPBA di Cebu, Filipina, untuk memperkuat hubungan diplomatik dan kerja sama ekonomi bilateral.
- Asosiasi ini dibentuk guna mendorong perdagangan dan investasi melalui misi dagang, forum bisnis, serta penjajakan kemitraan strategis pelaku usaha.
- IPBA menyediakan program peningkatan kapasitas bagi UMKM Indonesia agar mampu mengatasi hambatan serta meningkatkan daya saing ekspor nasional.
Suara.com - Menteri Perdagangan, Budi Santoso, meresmikan Asosiasi Pelaku Usaha Indonesia-Filipina (Indonesia-Philippines Business Association/IPBA) di Cebu, Filipina, belum lama ini.
Peresmian yang digelar di sela-sela rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2026 ini bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara.
Menteri Perdagangan yang akrab disapa Busan menjelaskan, pembentukan IPBA bertujuan menjadi pintu masuk strategis bagi pelaku usaha guna mendorong perdagangan, investasi, dan kemitraan bisnis.
Pembentukan asosiasi ini sebelumnya telah diinisiasi oleh Atase Perdagangan (Atdag) Manila sejak pertengahan tahun 2024.
"Diversifikasi perdagangan akan membuat kita lebih tangguh untuk dapat menghadapi tantangan global," ujar Budi Santoso lewat keterangannya yang dikutip, Sabtu (9/5/2026).
Melalui IPBA, kedua negara akan memfasilitasi promosi produk Indonesia melalui misi dagang (trade missions), forum bisnis (business forum), dan penjajakan bisnis (business matching) dengan mitra di Filipina.
![Prabowo dan pemimpin ASEAN hadir dalam sesi Retreat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Shangri-La Mactan, Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026). [Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden/Cahyo]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/09/54653-prabowo-dan-pemimpin-asean-hadir-dalam-sesi-retreat-konferensi-tingkat-tinggi-ktt-ke-48-asean.jpg)
Asosiasi ini juga diproyeksikan sebagai ruang kolaborasi untuk mengidentifikasi kebutuhan dunia usaha serta mengatasi hambatan perdagangan yang dihadapi pelaku usaha dari kedua negara.
Untuk meningkatkan daya saing eksportir nasional, IPBA direncanakan menyediakan program peningkatan kapasitas (capacity building) bagi UMKM dan eksportir Indonesia.
Program tersebut mencakup, penjajakan bisnis (business matching) oleh Kantor Atdag KBRI Manila, pelatihan ekspor, pemahaman regulasi dan standar produk Filipina, penguatan branding dan packaging, on-boarding dan cross-border e-commerce, serta pendampingan kesiapan ekspor (export readiness).
President IPBA, Darmilo Sosa, mengapresiasi dukungan pemerintah Indonesia dalam pembentukan asosiasi ini. Ia menilai kehadiran IPBA membuka peluang baru bagi investasi dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di kawasan.
Berdasarkan data perdagangan, Filipina merupakan mitra dagang utama Indonesia yang menempati urutan ke-8 sebagai negara tujuan ekspor, dengan total nilai ekspor pada tahun 2025 mencapai 10,22 miliar dolar AS.
Saat ini, Indonesia berada di posisi ke-4 sebagai negara pemasok utama untuk impor Filipina.
Beberapa produk Indonesia yang dinilai memiliki potensi pasar besar di Filipina antara lain produk logam, konsentrat bijih logam, dan minyak nabati.