Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha Muda untuk Jadi Negara Maju

Achmad Fauzi | Suara.com

Minggu, 10 Mei 2026 | 14:08 WIB
Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha Muda untuk Jadi Negara Maju
Ilustrasi pengusaha muda. [Envato]
  • Indonesia memerlukan peningkatan rasio kewirausahaan muda untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi delapan persen dan status negara maju.
  • Calon Ketua Umum BPP Hipmi, Jona, mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan aspirasi kewirausahaan bagi 70 juta anak muda.
  • Strategi penguatan meliputi perluasan akses pembiayaan UMKM, hilirisasi industri, serta pemanfaatan teknologi digital untuk menembus pasar global.

Suara.com - Indonesia dinilai membutuhkan lebih banyak pengusaha muda untuk mengejar status negara maju. Saat ini, rasio kewirausahaan nasional masih dinilai tertinggal dibanding negara-negara maju yang rata-rata memiliki jumlah pengusaha di atas 4 persen dari total populasi.

Calon Ketua Umum BPP Hipmi Jona menilai penciptaan pengusaha muda baru menjadi instrumen penting untuk mengubah kondisi ekonomi masyarakat, khususnya generasi muda.

Ia melihat ada sekitar 70 juta anak muda Indonesia yang memiliki keinginan untuk memperbaiki taraf hidup melalui kewirausahaan.

Ilustrasi pelaku usaha menjalankan bisnis [Envato]
Ilustrasi pelaku usaha mudamenjalankan bisnis [Envato]

"Mimpi mereka hari ini, adalah mimpi saya 15 tahun yang lalu,"ujarnya seperti dikutip, Minggu (10/5/2026).

Menurutnya, kewirausahaan menjadi salah satu jalan strategis untuk mengubah nasib sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, diperlukan kolaborasi lintas organisasi dan daerah agar lahir lebih banyak pengusaha muda di Indonesia.

"Tapi saya tidak bisa bergerak sendirian. Saya butuh dukungan dari teman-teman BPD, BPC, Hipmi Perguruan Tinggi, dan seluruh kader Hipmi untuk bersama-sama mewujudkan mimpi 70 juta anak muda Indonesia," pesan Jona.

Ia juga mengaitkan pentingnya penciptaan pengusaha muda dengan target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, target tersebut akan sulit tercapai tanpa kolaborasi dan penguatan kapasitas pengusaha muda di berbagai sektor ekonomi.

Karena itu, Hipmi didorong menjadi rumah kolaborasi pengusaha muda yang inklusif dan memiliki daya saing global menuju Indonesia Emas 2045.

Selain memperkuat kaderisasi pengusaha muda, sejumlah agenda strategis juga disoroti. Mulai dari penguatan UMKM sektor pertanian, swasembada energi, hilirisasi industri, hingga perluasan akses pembiayaan usaha.

Salah satu usulan yang mencuat ialah menaikkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Rp500 juta menjadi Rp2 miliar agar UMKM memiliki ruang lebih besar untuk berkembang.

"Perlu diperjuangkan agar UMKM punya ruang pembiayaan lebih besar untuk tumbuh dan naik kelas," tegas Jona.

Tak hanya itu, kemudahan akses kredit juga dinilai penting karena banyak pelaku UMKM kesulitan memperoleh pembiayaan akibat persyaratan perbankan yang dianggap terlalu ketat.

"Solusinya menaikkan limit, sekaligus menyederhanakan persyaratan," katanya.

Penguatan pengusaha muda juga diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) agar UMKM mampu meningkatkan efisiensi usaha sekaligus menembus pasar global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bidik Sektor Strategis, Anthony Leong Siap Tarung di Bursa Calon Ketum HIPMI

Bidik Sektor Strategis, Anthony Leong Siap Tarung di Bursa Calon Ketum HIPMI

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 08:28 WIB

HIPMI Minta Penerapan Kebijakan Bea Keluar Batu Bara Diterapkan Fleksibel

HIPMI Minta Penerapan Kebijakan Bea Keluar Batu Bara Diterapkan Fleksibel

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:43 WIB

APBN Sudah Tekor Rp 54,6 T di Awal Tahun, Pengusaha Muda Tekankan Reformasi Pajak

APBN Sudah Tekor Rp 54,6 T di Awal Tahun, Pengusaha Muda Tekankan Reformasi Pajak

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 15:12 WIB

Terkini

BI Lapor Harga Rumah Lesu Pada Awal Tahun 2026

BI Lapor Harga Rumah Lesu Pada Awal Tahun 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:58 WIB

BTN Siapkan KPR hingga Kredit UMKM untuk Dongkrak Ekonomi Tapanuli Utara

BTN Siapkan KPR hingga Kredit UMKM untuk Dongkrak Ekonomi Tapanuli Utara

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:47 WIB

5 Tabungan yang Wajib Dimiliki Saat Muda, Bisa Jadi Bekal di Hari Tua

5 Tabungan yang Wajib Dimiliki Saat Muda, Bisa Jadi Bekal di Hari Tua

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:05 WIB

Asing 'Borong' Rp11 Triliun di IHSG, Sinyal Rebound Saham Blue Chip?

Asing 'Borong' Rp11 Triliun di IHSG, Sinyal Rebound Saham Blue Chip?

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:00 WIB

Ini Cara Kiai Ashari Kumpulkan Uang untuk Ponpes Ndholo Kusumo

Ini Cara Kiai Ashari Kumpulkan Uang untuk Ponpes Ndholo Kusumo

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:27 WIB

Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Proyek PLTSa Makassar Terhambat Sejak 2022

Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Proyek PLTSa Makassar Terhambat Sejak 2022

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:03 WIB

OJK Pantau Pindar KoinP2P, Setelah Petingginya Tersandung Korupsi

OJK Pantau Pindar KoinP2P, Setelah Petingginya Tersandung Korupsi

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:02 WIB

Industri Kretek Indonesia Terancam Mati

Industri Kretek Indonesia Terancam Mati

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:53 WIB

Fenomena Food Noise yang Bikin Indonesia Peringkat ke-3 di Asia Tenggara

Fenomena Food Noise yang Bikin Indonesia Peringkat ke-3 di Asia Tenggara

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:52 WIB

Setelah Ada Kecelakaan KRL, KAI Baru Benahi Perlintasan Sebidang

Setelah Ada Kecelakaan KRL, KAI Baru Benahi Perlintasan Sebidang

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:32 WIB