Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.640.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.883,881
LQ45 578,169
Srikehati 285,186
JII 345,557
USD/IDR 17.950

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Achmad Fauzi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:48 WIB
Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%
Pembangunan Pabrik Kimia Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) milik PT Chandra Asri Tbk. (TPIA) telah mencapai 66 persen. Pabrik akan mengurangi ketergantungan impor kimia. [Dok Chandra Asri].
baca 10 detik
  • PT Chandra Asri Alkali melaporkan progres pembangunan pabrik CA-EDC telah mencapai 66 persen untuk mendukung kemandirian industri kimia nasional.
  • Fasilitas tersebut ditargetkan beroperasi pada 2027 guna mengurangi impor soda kaustik serta meningkatkan potensi devisa melalui ekspor produk EDC.
  • Proyek strategis nasional ini menyerap 3.000 tenaga kerja selama konstruksi dan melibatkan pelaku UMKM lokal dalam operasional rantai pasok.

Suara.com - PT Chandra Asri Pacific melalui entitas anak usahanya PT Chandra Asri Alkali (CAA) melaporkan progres pembangunan Pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) telah mencapai 66 persen.

Proyek strategis tersebut diproyeksikan menjadi salah satu penopang pengurangan impor bahan kimia dasar nasional.

Saat ini, pembangunan proyek telah memasuki tahap pengembangan infrastruktur logistik utama, termasuk konstruksi jetty dan tangki penyimpanan untuk mendukung distribusi dan pengelolaan rantai pasok produk Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (EDC).

Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporasi Chandra Asri Group Suryandi mengatakan, pembangunan infrastruktur terintegrasi menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem industri kimia nasional.

"Pembangunan Pabrik CA-EDC kini memasuki fase pengembangan infrastruktur logistik utama yang akan menjadi bagian penting dalam mendukung distribusi dan pengelolaan rantai pasok bahan kimia strategis. Kami memandang pengembangan infrastruktur yang terintegrasi sebagai elemen penting dalam membangun ekosistem industri kimia nasional yang lebih efisien, kompetitif, dan berdaya saing," ujarnya di Jakarta, Minggu (10/5/2026).

Pembangunan Pabrik Kimia Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) milik PT Chandra Asri Tbk. (TPIA) telah mencapai 66 persen. Pabrik akan mengurangi ketergantungan impor kimia. [Dok Chandra Asri].
Pembangunan Pabrik Kimia Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) milik PT Chandra Asri Tbk. (TPIA) telah mencapai 66 persen. Pabrik akan mengurangi ketergantungan impor kimia. [Dok Chandra Asri].

Pabrik CA-EDC dirancang untuk memenuhi kebutuhan domestik terhadap bahan kimia dasar strategis yang terus meningkat. Pada tahap awal operasional, fasilitas tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi sebesar 827 ribu ton soda kaustik dan 500 ribu ton EDC per tahun.

Produksi soda kaustik dari fasilitas ini diproyeksikan mampu mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat pasokan bahan baku bagi berbagai sektor industri nasional.

Dalam jangka panjang, kapasitas produksi tersebut berpotensi menggantikan impor hingga sekitar 827 ribu ton per tahun dengan nilai mencapai 293 juta dolar AS.

Sementara itu, produksi EDC akan diarahkan untuk pasar ekspor dan diperkirakan mampu membuka potensi devisa hingga 300 juta dolar AS per tahun. Langkah tersebut diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri kimia regional.

baca juga

Pemerintah juga telah menetapkan proyek Pabrik CA-EDC sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) karena dinilai memiliki peran penting dalam mendukung hilirisasi industri kimia dan pertumbuhan ekonomi nasional berkelanjutan.

Selain mendukung penguatan industri kimia nasional, proyek ini juga memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja dan keterlibatan pelaku usaha lokal.

Selama fase konstruksi, proyek tersebut telah melibatkan sekitar 3.000 tenaga kerja dan diproyeksikan membuka sekitar 250 lapangan kerja baru saat mulai beroperasi penuh pada kuartal pertama 2027.

Chandra Asri Group juga melibatkan UMKM lokal dalam berbagai kebutuhan rantai pasok dan operasional proyek sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Melalui pembangunan Pabrik CA-EDC, Chandra Asri Group menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan industri hilir kimia nasional, meningkatkan ketahanan pasokan bahan kimia strategis, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:03 WIB

Terkini

Purbaya Mau Naikkan Anggaran Transfer ke Daerah hingga Rp 90 Triliun di 2027

Purbaya Mau Naikkan Anggaran Transfer ke Daerah hingga Rp 90 Triliun di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:26 WIB

IHSG Bangkit ke Level 6.000 di Sesi I, Saham TPIA dan TOWR Bersinar

IHSG Bangkit ke Level 6.000 di Sesi I, Saham TPIA dan TOWR Bersinar

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:44 WIB

Isu Kelangkaan Batu Bara Bikin Listrik Padam, Pengamat Soroti 'Pengusaha Nakal'

Isu Kelangkaan Batu Bara Bikin Listrik Padam, Pengamat Soroti 'Pengusaha Nakal'

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:37 WIB

Produk UMKM Lokal Bakal Diprioritaskan Muncul di Laman Marketplace, Begini Aturannya

Produk UMKM Lokal Bakal Diprioritaskan Muncul di Laman Marketplace, Begini Aturannya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:28 WIB

Setujui Tenor KPR FLPP hingga 40 Tahun, Pemerintah Pertahankan Bunga Rumah Subsidi 5 Persen

Setujui Tenor KPR FLPP hingga 40 Tahun, Pemerintah Pertahankan Bunga Rumah Subsidi 5 Persen

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:05 WIB

HSBC Indonesia Nilai Akses Pembiayaan Modal Kerja Penting Buat UMKM

HSBC Indonesia Nilai Akses Pembiayaan Modal Kerja Penting Buat UMKM

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:36 WIB

Cara UMKM Agar Tidak Kena Potong Pajak e-Commerce saat Jualan Online

Cara UMKM Agar Tidak Kena Potong Pajak e-Commerce saat Jualan Online

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:28 WIB

Terbitkan Panda Bond, Purbaya: Bunga Utang China Lebih Murah Dibanding Amerika

Terbitkan Panda Bond, Purbaya: Bunga Utang China Lebih Murah Dibanding Amerika

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:27 WIB

Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail

Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:22 WIB

Purbaya Heran Lembaga Asing Terus Sorot Ekonomi RI, Bandingkan Nasib dengan AS-Eropa

Purbaya Heran Lembaga Asing Terus Sorot Ekonomi RI, Bandingkan Nasib dengan AS-Eropa

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:08 WIB