Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.640.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.883,881
LQ45 578,169
Srikehati 285,186
JII 345,557
USD/IDR 17.950

Pelaku Usaha: Biaya-biaya di E-Commerce Mulai Tak Masuk Akal

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 11 Mei 2026 | 18:25 WIB
Pelaku Usaha: Biaya-biaya di E-Commerce Mulai Tak Masuk Akal
Seller mengeluhkan biaya-biaya di e-commerce sudah tak masuk akal. [Suara.com/Angga Budhiyanto]
baca 10 detik
  • Pelaku UMKM mengeluhkan beban biaya admin, logistik, dan iklan di e-commerce yang semakin menggerus margin keuntungan penjualan.
  • Kenaikan harga bahan baku plastik serta kebijakan retur barang yang merugikan menyebabkan operasional pedagang menjadi semakin sulit.
  • Pelaku usaha terpaksa menaikkan harga jual produk, namun langkah ini berisiko menurunkan daya saing terhadap brand besar.

Suara.com - Pelaku usaha mulai mengeluhkan, biaya-biaya di e-commerce yang mulai menggerus pendapatan. Beban biaya itu mulai dari biaya admin, ongkos logistik, hingga beban retur di berbagai platform e-commerce

Salah satu pelaku usaha home and living, Fitria Harmeliani, mengaku biaya layanan e-commerce kini kian memberatkan, terutama bagi reseller dan UMKM kecil yang margin produknya sudah tipis sejak awal.

"Biaya admin yang makin ga masuk akal, sedangkan margin kita udah tipis banget, buat UMKM kecil bener-bener kegerus," ujar Fitria kepada Suara.com, Senin (11/5/2026).

Warga berbelanja secara daring melalui salah satu situs perusahaan e-commerce di Jakarta, Rabu (28/7/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Seller mengeluhkan biaya-biaya di e-commerce sudah tak masuk akal. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Menurut dia, beban seller tidak berhenti pada komisi platform. Pedagang juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk iklan atau ads agar produk tetap muncul di bagian atas pencarian konsumen.

Selain itu, jika seller ingin meningkatkan penjualan lewat affiliate, mereka masih harus menambah komisi di luar potongan platform.

"Barang belum kejual aja kita udah mengeluarkan banyak biaya," ucapnya.

Fitria yang menjual produk seperti tempat bumbu dan tempat sendok mengatakan tekanan juga datang dari kenaikan harga bahan baku plastik yang ikut mendongkrak modal usaha.

Ia menyebut kondisi ini membuat banyak pabrik mengurangi bahkan menghentikan produksi sementara karena biaya dinilai tak lagi menutup operasional.

"Plastik makin naik, harga modal produk jadinya naik. Banyak pabrik yang akhirnya berhenti produksi dulu karena ga nutup, jadinya banyak barang yang OOS," jelasnya.

baca juga

Tak hanya biaya admin dan bahan baku, Fitria juga menyoroti kebijakan retur barang di marketplace yang dinilai kerap merugikan seller.

Menurut dia, ada banyak kasus pembeli mengajukan pengembalian dengan alasan barang harus dikembalikan seperti semula, meski produk sebenarnya sudah dikirim sesuai pesanan.

"Kadang seller nanggung ongkir pengembalian barang itu padahal kita udah kirim produk sesuai yang dibeli," katanya.

Kondisi tersebut, kata Fitria, membuat banyak pedagang kecil berada dalam posisi sulit karena salah satu pilihan realistis hanyalah menaikkan harga jual.

Meski begitu, keputusan itu juga berisiko menurunkan penjualan karena pedagang kecil harus bersaing dengan importir atau brand besar yang memiliki modal lebih kuat dan tidak selalu menaikkan harga.

"Satu-satunya cara emang naikin harga, tapi penjualan bisa drop karena ada importir dan brand yang kadang modalnya gede. Jadi nggak naikin harga," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seller Alihkan Penjualan ke Website, Era Belanja di E-Commerce Berakhir?

Seller Alihkan Penjualan ke Website, Era Belanja di E-Commerce Berakhir?

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 17:19 WIB

Cara Membuat QRIS All Payment untuk UMKM: Syarat, Biaya, dan Keuntungannya

Cara Membuat QRIS All Payment untuk UMKM: Syarat, Biaya, dan Keuntungannya

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 13:20 WIB

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:31 WIB

Terkini

APINDO Buka Suara soal Danantara Ekspor, Bisa Tekan Kebocoran Devisa?

APINDO Buka Suara soal Danantara Ekspor, Bisa Tekan Kebocoran Devisa?

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:51 WIB

Arus Peti Kemas Melesat, Ekspor Tapioka hingga Udang Jadi Motor Pertumbuhan

Arus Peti Kemas Melesat, Ekspor Tapioka hingga Udang Jadi Motor Pertumbuhan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:44 WIB

Danantara Bangun Industri Unggas Rp20 T, Ganggu Bisnis Emiten Peternakan?

Danantara Bangun Industri Unggas Rp20 T, Ganggu Bisnis Emiten Peternakan?

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:39 WIB

Impor Minyak dari Rusia Telah Jalan, Tapi Bukan Pertamina Melainkan Lemigas

Impor Minyak dari Rusia Telah Jalan, Tapi Bukan Pertamina Melainkan Lemigas

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:31 WIB

Skandal 'Bisnis Haram' Izin WNA di Bali, KPK Periksa Enam Saksi Agensi Visa

Skandal 'Bisnis Haram' Izin WNA di Bali, KPK Periksa Enam Saksi Agensi Visa

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:26 WIB

Mengapa Mati Lampu Sering Terjadi di Negeri Eksportir Batu Bara Terbesar Dunia?

Mengapa Mati Lampu Sering Terjadi di Negeri Eksportir Batu Bara Terbesar Dunia?

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:10 WIB

Purbaya Mau Naikkan Anggaran Transfer ke Daerah hingga Rp 90 Triliun di 2027

Purbaya Mau Naikkan Anggaran Transfer ke Daerah hingga Rp 90 Triliun di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:26 WIB

IHSG Bangkit ke Level 6.000 di Sesi I, Saham TPIA dan TOWR Bersinar

IHSG Bangkit ke Level 6.000 di Sesi I, Saham TPIA dan TOWR Bersinar

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:44 WIB

Isu Kelangkaan Batu Bara Bikin Listrik Padam, Pengamat Soroti 'Pengusaha Nakal'

Isu Kelangkaan Batu Bara Bikin Listrik Padam, Pengamat Soroti 'Pengusaha Nakal'

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:37 WIB

Produk UMKM Lokal Bakal Diprioritaskan Muncul di Laman Marketplace, Begini Aturannya

Produk UMKM Lokal Bakal Diprioritaskan Muncul di Laman Marketplace, Begini Aturannya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:28 WIB