- Danantara membentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia di Jakarta untuk memperkuat arus devisa hasil perdagangan komoditas nasional.
- Perusahaan ini akan berfungsi sebagai perantara hingga trader guna memastikan seluruh dana hasil ekspor kembali ke perbankan domestik.
- Peningkatan likuiditas dalam negeri diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi, pembiayaan investasi, serta berbagai sektor kredit bagi masyarakat luas.
Suara.com - Danantara Indonesia meyakini pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), dapat memperkuat arus devisa hasil perdagangan komoditas strategis agar kembali masuk ke dalam negeri.
Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara, Rohan Hafas, mengatakan selama ini terdapat dana hasil perdagangan komoditas yang dinilai belum sepenuhnya kembali ke dalam negeri.
Karena itu, DSI disiapkan untuk mendukung sistem perdagangan yang lebih terintegrasi.
Menurut dia, hasil transaksi perdagangan komoditas yang masuk ke Indonesia berpotensi memberikan dampak lebih luas terhadap perputaran ekonomi nasional.
"Kalau ada likuiditas di Indonesia, itu akan menjadi sumber modal mulai dari kredit UMKM, kredit consumer, kredit KPR, kredit rumah," kata Rohan di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Ia menjelaskan, dana yang masuk ke sistem perbankan domestik dapat kembali digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari pembiayaan usaha hingga kebutuhan masyarakat.

"Itulah gunanya hasil devisa. Itu buat rakyat Indonesia, serakyat-rakyat Indonesia semuanya at large karena parkirnya di perbankan Indonesia. Beredar itu uang," ujarnya.
Rohan mengatakan, PT DSI nantinya akan menjalankan fungsi secara bertahap. Pada fase pertama, perusahaan akan bertindak sebagai penilai dan perantara transaksi perdagangan komoditas ekspor.
Sementara pada fase kedua, DSI akan menjalankan peran sebagai trader yang membeli komoditas secara langsung dari eksportir sebelum menjualnya kembali ke pasar internasional.
Dalam mekanisme tersebut, hasil transaksi dari penjualan komoditas di luar negeri akan diterima perusahaan dalam bentuk mata uang asing sesuai negara tujuan.
"Dan kemudian dana itu akan kembali ke Indonesia secara full untuk hasil penjualannya," katanya.
Rohan menilai, keberadaan DSI diharapkan dapat mendukung penguatan likuiditas domestik melalui peningkatan aliran dana hasil perdagangan komoditas.
Menurut dia, peningkatan dana yang berada di dalam negeri juga dapat mendukung aktivitas ekonomi dan investasi.
"Kalau uangnya masuk, tumbuh perekonomian, tumbuh investasi di dalam negeri. Kalau enggak ada, susah kita enggak ada modal artinya," ucapnya.