Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.875,780
LQ45 581,783
Srikehati 287,931
JII 348,084
USD/IDR 17.955

Bank Himbara hingga Bank Asing Kebanjiran Dana BI, Total Likuiditas Tembus Rp424,7 Triliun

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:16 WIB
Bank Himbara hingga Bank Asing Kebanjiran Dana BI, Total Likuiditas Tembus Rp424,7 Triliun
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. [Suara.com/Rina Anggraeni].
baca 10 detik
  • Bank Indonesia menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial sebesar Rp424,7 triliun per Mei 2026 untuk mendukung pertumbuhan kredit sektor prioritas nasional.
  • Alokasi dana tersebut disalurkan melalui berbagai kelompok bank, seperti bank BUMN, bank swasta, BPD, dan kantor cabang bank asing.
  • Peningkatan likuiditas moneter dan pertumbuhan uang beredar bertujuan menjaga stabilitas ekonomi serta memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) terus melanjutkan kebijakan makroprudensial longgar melalui optimalisasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Hal ini guna mendorong pertumbuhan kredit perbankan, pembiayaan sektor prioritas, dan menjaga stabilitas ekonomi nasional. 

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan hingga pekan pertama Mei 2026, insentif KLM tercatat mencapai Rp424,7 triliun sebagai bagian dari strategi penguatan likuiditas perbankan dan dukungan, terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Dari total insentif KLM sebesar Rp424,7 triliun, alokasi melalui lending channel mencapai Rp361,0 triliun, sementara interest rate channel sebesar Rp63,7 triliun," katanya dalam RDG secara virtual, Kamis (21/5/202).

Berdasarkan kelompok bank, penyaluran KLM terbesar diberikan kepada bank BUMN sebesar Rp214,2 triliun. Selain itu bank swasta hingga kantor cabang luar negeri juga kebanjiran likuiditas dari BI. 

"Sementara itu, bank umum swasta nasional (BUSN) menerima Rp171,1 triliun, bank pembangunan daerah (BPD) sebesar Rp30,6 triliun, dan kantor cabang bank asing (KCBA) sebesar Rp8,2 triliun, " jelasnya. 

Menurut Perry Warjiyo, kebijakan likuiditas Bank Indonesia tersebut diarahkan untuk mempercepat penyaluran kredit kepada sektor-sektor prioritas seperti pertanian, industri, hilirisasi, jasa, ekonomi kreatif, konstruksi, real estate, perumahan, serta UMKM dan ekonomi berkelanjutan. 

“Ke depan, KLM akan terus diperkuat dengan memberikan insentif bagi bank yang meningkatkan pembiayaan dan pendanaan, termasuk non-kredit dan non-DPK, serta bagi bank yang menetapkan suku bunga kredit atau pembiayaan yang sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia,” terang Perry Warjiyo.

Selain memperkuat kebijakan makroprudensial, BI juga mencatat pertumbuhan jumlah uang beredar yang lebih tinggi sejalan dengan kebijakan ekspansi likuiditas moneter. 

Uang primer atau M0 pada April 2026 tumbuh sebesar 14,1 persen secara tahunan (year on year/yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 11,8 persen.

baca juga

Pertumbuhan M0 terutama dipengaruhi oleh peningkatan giro bank umum di Bank Indonesia yang tumbuh 28,4 persen secara tahunan serta kenaikan uang kartal sebesar 14,6 persen. 

BI menilai kondisi tersebut didorong oleh operasi moneter yang lebih ekspansif dan meningkatnya kebutuhan likuiditas perbankan untuk pembayaran dividen.

Sementara itu, uang beredar dalam arti luas (M2) pada Maret 2026 tercatat tumbuh 9,7 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 8,7 persen. 

Pertumbuhan M2 terutama dipengaruhi oleh peningkatan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat dan penyaluran kredit perbankan.

Perry Warjiyo menegaskan, Bank Indonesia akan terus menjaga pertumbuhan uang beredar agar tetap konsisten dalam mendukung stabilitas ekonomi, pengendalian likuiditas, serta memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi nasional melalui sinergi kebijakan bersama pemerintah. 

Ilustrasi bank. [Pixabay]
Ilustrasi bank. [Pixabay]

Dukungan likuiditas perbankan dan penguatan kredit sektor prioritas dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga daya tahan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tembus Rp17.600, BI Dikabarkan Mulai Kehabisan Amunisi Kuatkan Rupiah

Tembus Rp17.600, BI Dikabarkan Mulai Kehabisan Amunisi Kuatkan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:46 WIB

Bank Indonesia Gunakan Kalkulator Hijau Versi 2 untuk Hitung Emisi Karbon

Bank Indonesia Gunakan Kalkulator Hijau Versi 2 untuk Hitung Emisi Karbon

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:29 WIB

Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global

Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:44 WIB

Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik

Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:13 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

BI Prediksi Kinerja Penjualan Eceran April 2026 Tetap Kuat, Kelompok Suku Cadang Jadi Penopang

BI Prediksi Kinerja Penjualan Eceran April 2026 Tetap Kuat, Kelompok Suku Cadang Jadi Penopang

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:33 WIB

Terkini

Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!

Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 21:13 WIB

Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan

Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:43 WIB

Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN

Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:07 WIB

IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan

IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:56 WIB

BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya

BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:46 WIB

Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul

Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:51 WIB

Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini

Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41 WIB

Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region

Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:00 WIB

Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?

Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 14:57 WIB

BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya

BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:43 WIB

×