- Tiga supertanker berhasil melintasi Selat Hormuz menuju Asia setelah sempat tertahan selama dua bulan akibat konflik militer.
- Perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran sejak 28 Februari melumpuhkan jalur vital pasokan minyak mentah dunia tersebut.
- Dampak konflik menyebabkan penurunan intensitas pelayaran harian secara drastis serta menurunkan harga minyak mentah global saat ini.
"Lingkungan operasional di kawasan ini tetap berada pada level risiko tinggi menyusul serangkaian serangan terhadap kapal baru-baru ini," tulis laporan Pusat Informasi Maritim Bersama yang dipimpin oleh Angkatan Laut AS (US Navy).
Laporan tersebut juga menambahkan adanya peningkatan tindakan agresif dan interseptif berupa pemanggilan paksa oleh unit-unit militer Iran terhadap kapal komersial dalam 48 jam terakhir.
Merespons bahaya navigasi ini, asosiasi industri pelayaran global telah merilis panduan keselamatan terbaru. Mereka memperingatkan adanya ancaman nyata mulai dari serangan drone, ranjau laut, kemacetan jalur yang tidak terprediksi, hingga minimnya pengawasan militer internasional (reduced military oversight).