Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Sinyal Damai AS - Iran Menguat, Harga Minyak Dunia Merosot

Dythia Novianty, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 29 Mei 2026 | 09:03 WIB
Sinyal Damai AS - Iran Menguat, Harga Minyak Dunia Merosot
Ilustrasi gencatan senjata antara AS dan Iran. (Dok. Suara.com)
baca 10 detik
  • Harga minyak mentah dunia turun pada Jumat 29 Mei 2026 akibat optimisme pasar terhadap peluang gencatan senjata AS-Iran.
  • Penurunan harga terjadi pada Brent dan WTI menyusul sinyal positif dari Wakil Presiden AS terkait progres kesepakatan tersebut.
  • Kesepakatan belum final karena masih terdapat perdebatan mengenai pengelolaan cadangan uranium serta batasan pengayaan nuklir di Iran.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia bergerak turun tipis pada perdagangan Jumat 29 Mei 2026, didorong oleh meningkatnya optimisme pasar terkait peluang perpanjangan kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Kendati demikian, koreksi harga cenderung tertahan setelah Wakil Presiden AS, JD Vance, menyatakan bahwa kedua negara memang "sudah dekat" untuk mencapai kesepakatan, namun "belum sepenuhnya rampung."

Mengutip dari Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak Juli, yang akan berakhir pada penutupan Jumat ini, turun 35 sen atau 0,37 persen ke ke 93,36 dolar AS per barel.

Sementara itu, minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI), merosot 63 sen atau 0,71 persen ke posisi 88,27 dolar AS per barel.

Di sisi lain, kontrak Agustus untuk minyak Brent yang lebih aktif diperdagangkan, terpantau turun 46 sen atau 0,50 persen ke level 92,24 dolar AS per barel.

Secara akumulatif, harga minyak sepanjang pekan ini telah anjlok lebih dari 8 persen.

Ilustrasi fasilitas minyak mentah. [Pexels]
Ilustrasi fasilitas minyak mentah. [Pexels]

Brent bahkan sempat menyentuh level terendah di 87,11 dolar AS per barel, berbanding terbalik dengan posisi tertinggi pekan lalu yang sempat menembus 109,47 dolar AS per barel.

Pasar minyak terus bergejolak dalam beberapa sesi terakhir. Dua instrumen acuan minyak mentah tersebut sempat berfluktuasi hingga 6 dolar AS akibat simpang siurnya sinyal kapan berakhirnya perang antara AS dengan Iran, serta ketidakpastian pembukaan kembali Selat Hormuz.

Hingga saat ini, volume lalu lintas kapal yang melewati Selat Hormuz dilaporkan masih sangat kecil jika dibandingkan dengan kapasitas normal sebelum perang pecah.

baca juga

Menurut sumber internal kepada Reuters, AS dan Iran sebenarnya telah mencapai kesepakatan awal pada Kamis (28/5) untuk memperpanjang gencatan senjata sekaligus mencabut pembatasan pelayaran di Selat Hormuz.

Namun, draf tersebut belum mendapat lampu hijau dari Presiden AS Donald Trump, sementara media resmi pemerintah Iran juga menegaskan bahwa kesepakatan itu belum bersifat final.

Wakil Presiden AS, JD Vance, mengkonfirmasi kepada awak media bahwa Washington belum mencapai kata sepakat sepenuhnya dengan Teheran, meski posisinya sudah sangat dekat.

Ia juga menambahkan bahwa AS saat ini berada dalam posisi yang sangat kuat untuk menekan program nuklir Teheran secara signifikan.

Menurut Vance, masih ada beberapa poin krusial yang mengganjal jalannya negosiasi, khususnya terkait pengelolaan cadangan uranium yang diperkaya milik Iran serta batasan aktivitas pengayaan nuklir itu sendiri.

"Saya tidak bisa menjamin kami pasti akan mencapai kesepakatan (final), tetapi untuk saat ini, saya melihat perkembangannya cukup positif," pungkas Vance.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Naik Turun, Berikut Daftar Harga BBM di Pertamina dan SPBU Swasta!

Harga Minyak Dunia Naik Turun, Berikut Daftar Harga BBM di Pertamina dan SPBU Swasta!

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:22 WIB

Dolar AS Ngamuk, Rupiah Ambruk ke Level Rp17.900

Dolar AS Ngamuk, Rupiah Ambruk ke Level Rp17.900

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:03 WIB

Simak Harga Kurs Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA, Ada yang Jual Rp17.950

Simak Harga Kurs Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA, Ada yang Jual Rp17.950

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:59 WIB

Trump Bikin Pasar Bergejolak, Harga Minyak Dunia Langsung Naik Tajam

Trump Bikin Pasar Bergejolak, Harga Minyak Dunia Langsung Naik Tajam

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:42 WIB

Harga Minyak Dunia Naik Lagi Gegara AS Serang Iran, Dekati Level USD 100

Harga Minyak Dunia Naik Lagi Gegara AS Serang Iran, Dekati Level USD 100

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 07:20 WIB

Perang AS-Iran Bikin Pertamina Kehilangan 100.000 Barel Minyak

Perang AS-Iran Bikin Pertamina Kehilangan 100.000 Barel Minyak

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:58 WIB

Terkini

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:59 WIB

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:44 WIB

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:34 WIB

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:11 WIB

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:56 WIB

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:34 WIB

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:07 WIB

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:01 WIB

×