Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 5.941,066
LQ45 588,991
Srikehati 289,797
JII 354,441
USD/IDR 17.926

Warga Bantah Isu Eksodus di PSN Wanam, Justru Harap Ekonomi dan Lapangan Kerja Makin Tumbuh

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 04 Juni 2026 | 19:51 WIB
Warga Bantah Isu Eksodus di PSN Wanam, Justru Harap Ekonomi dan Lapangan Kerja Makin Tumbuh
Lahan masyarakat adat di Merauke yang diubah menjadi proyek strategis nasional (PSN). [Dok. Greenpeace]
  • Warga Wanam bantah isu eksodus 170 ribu orang akibat PSN.
  • PSN dinilai membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal.
  • Pembukaan lahan baru 15 ribu hektare, fokus bangun infrastruktur.

Suara.com - Narasi mengenai eksodus besar-besaran warga akibat pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) food estate di Wanam, Papua Selatan, mendapat bantahan langsung dari masyarakat setempat. Warga menegaskan tidak pernah terjadi pengungsian massal seperti yang ditudingkan sejumlah pihak, dan justru berharap proyek tersebut terus berlanjut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sejumlah klaim yang menyebut pembangunan PSN Wanam telah memicu perpindahan hingga 170 ribu warga dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Berdasarkan fakta terbaru, pembukaan lahan yang berjalan saat ini baru sekitar 15 ribu hektare dan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur penunjang seperti jalan, jembatan, pelabuhan, panel surya, kilang minyak, hingga fasilitas penyimpanan dingin (cold storage).

Selain itu, luas kawasan PSN Wanam juga disebut jauh lebih kecil dibandingkan narasi yang beredar. Jika sebelumnya muncul klaim mencapai 2,5 juta hektare, luas kawasan yang direncanakan diperkirakan sekitar 1 juta hektare.

Di tengah polemik tersebut, warga lokal justru menaruh harapan besar terhadap kehadiran proyek nasional tersebut. Mereka menilai pembangunan dapat membuka akses ekonomi yang selama ini menjadi kendala utama masyarakat.

Inosensio Sigipse atau yang akrab disapa Papa Ino, petani yang telah menetap selama satu dekade di Wanam, mengatakan pembangunan infrastruktur akan membantu masyarakat memasarkan hasil pertanian mereka.

"Kalau ada pembangunan, mungkin bisa bangun perumahan dan jalan. Supaya kita jual hasil tani lebih gampang," ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama akses pasar yang membuat hasil pertanian tidak selalu terserap secara optimal. Karena itu, keberadaan PSN dinilai berpotensi menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus menyerap tenaga kerja lokal.

"Kalau ada pekerjaan di sana, kita yang nganggur bisa kerja juga," katanya.

Harapan serupa disampaikan Ketua Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) Wanam, Kleopas Mause. Ia menilai pembangunan mulai memberikan dampak positif bagi masyarakat meski manfaatnya belum dirasakan secara merata.

"Sekarang masyarakat sudah mulai terlibat kerja. Memang belum 100 persen, tapi sudah ada perubahan," ujarnya.

Kleopas menambahkan, kebutuhan terbesar masyarakat saat ini adalah pembangunan infrastruktur dasar yang dapat memperlancar distribusi hasil ekonomi warga.

"Masyarakat masih jalan kaki bawa hasil ke perusahaan. Harapannya ada jalan yang layak sampai kampung, supaya hidup bisa lebih baik," tuturnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Laurentius Gali Blagaise, mengungkapkan pembangunan telah mulai menciptakan peluang kerja bagi warga lokal dan membuka harapan baru bagi generasi muda.

"Kalau saya lihat perubahan ini sudah bagus sekali. Masyarakat lokal juga sudah ada yang ikut kerja," katanya.

Menurut Laurentius, masih banyak pemuda yang menunggu kesempatan kerja sehingga proyek tersebut diharapkan mampu menekan angka pengangguran sekaligus mempercepat pembangunan kawasan yang selama ini tertinggal.

Pernyataan warga tersebut sekaligus membantah berbagai tudingan yang berkembang terkait PSN Wanam. Di lapangan, tidak ditemukan eksodus warga dalam jumlah besar, sementara penggunaan alat berat yang disebut mencapai 2.000 unit juga belum terealisasi. Saat ini jumlah ekskavator yang beroperasi masih berkisar ratusan unit.

Bagi masyarakat Wanam, fokus utama bukanlah polemik angka dan narasi yang beredar, melainkan bagaimana pembangunan dapat menghadirkan jalan, lapangan kerja, dan aktivitas ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Anjlok Tembus Rp18 Ribu per Dolar, Dokter Tirta Bereaksi Sarkas: Jaya Jaya Jaya!

Rupiah Anjlok Tembus Rp18 Ribu per Dolar, Dokter Tirta Bereaksi Sarkas: Jaya Jaya Jaya!

Entertainment | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:49 WIB

Kabar Baik untuk Emak-Emak! Harga Cabai dan Bawang Merah Turun, Ini Daftar Lengkapnya

Kabar Baik untuk Emak-Emak! Harga Cabai dan Bawang Merah Turun, Ini Daftar Lengkapnya

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 09:53 WIB

Rupiah Jeblok Rp18.000 per Dolar AS, Ekonomi 200 Juta WNI Dipertaruhkan

Rupiah Jeblok Rp18.000 per Dolar AS, Ekonomi 200 Juta WNI Dipertaruhkan

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:58 WIB

Terkini

UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya

UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:19 WIB

Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's

Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:47 WIB

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:11 WIB

IHSG Koreksi di Tengah Isu Pergantian Menkeu, BEI Buka Suara

IHSG Koreksi di Tengah Isu Pergantian Menkeu, BEI Buka Suara

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:41 WIB

Pertamina Akselerasi Transisi Energi Nasional Lewat Inovasi Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Pertamina Akselerasi Transisi Energi Nasional Lewat Inovasi Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:30 WIB

Kabar Pasar Saham Indonesia Turun ke Frontier Market MSCI, BEI Buka Suara

Kabar Pasar Saham Indonesia Turun ke Frontier Market MSCI, BEI Buka Suara

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:27 WIB

Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas

Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:15 WIB

Prodi Kebidanan dan Manajemen Paling Banyak Ditutup Tahun 2026, Efek Sepi Peminat?

Prodi Kebidanan dan Manajemen Paling Banyak Ditutup Tahun 2026, Efek Sepi Peminat?

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:15 WIB

Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan

Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:48 WIB

Dolar AS Mahal, RI Pakai Skema 'Barter' Dagang dengan Filipina

Dolar AS Mahal, RI Pakai Skema 'Barter' Dagang dengan Filipina

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:20 WIB