Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:26 WIB
Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis
PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) tak hanya mencatatkan kenaikan laba bersih sepanjang 2025, tetapi juga mulai mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai sumber pertumbuhan bisnis baru. Foto Alvian-Suara.com
  • DIGI luncurkan Aura Research berbasis AI untuk riset dan advokasi bisnis.
  • Laba bersih DIGI 2025 naik 45,1% menjadi Rp 1,763 miliar.
  • GEO berbasis AI disiapkan sebagai model bisnis baru di industri media.

Suara.com - PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) tak hanya mencatatkan kenaikan laba bersih sepanjang 2025, tetapi juga mulai mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai sumber pertumbuhan bisnis baru.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Jumat (12/6/2026), Direktur Utama DIGI Suwarjono mengungkapkan perusahaan telah meluncurkan layanan berbasis data dan AI bernama Aura Research. Produk yang resmi diperkenalkan pada Maret 2026 itu diproyeksikan menjadi salah satu motor pertumbuhan pendapatan Perseroan ke depan.

"Aura ini pada dasarnya adalah produk yang mengandalkan kemampuan teknologi kami saat ini, yang bermanfaat baik bagi unit-unit kerja internal di Perseroan sendiri, maupun dapat digunakan pula oleh kalangan eksternal, termasuk para mitra dan klien sebagai salah satu layanan yang kami tawarkan. Yang ditawarkan mulai dari research dan mapping isu berbasis data, hingga advokasi maupun solusi berupa langkah-langkah praktis bagi yang memerlukan," kata Suwarjono.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi diversifikasi bisnis DIGI di tengah perubahan industri media yang semakin terdigitalisasi. Perusahaan tidak lagi hanya mengandalkan pendapatan dari iklan media, tetapi mulai mengembangkan layanan berbasis data, riset, dan teknologi AI yang memiliki potensi margin lebih tinggi.

Menurut Suwarjono, pengembangan Aura Research menjadi satu dari enam faktor utama yang membuat manajemen optimistis terhadap prospek bisnis Perseroan dalam beberapa tahun ke depan. Selain itu, DIGI juga melihat peluang dari meningkatnya kerja sama dengan platform global seperti Google dan Meta, kenaikan belanja iklan digital, pengembangan ekosistem media sosial, serta penguatan komunitas kreator dan pelaku usaha lokal.

PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) tak hanya mencatatkan kenaikan laba bersih sepanjang 2025, tetapi juga mulai mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai sumber pertumbuhan bisnis baru. Foto Alvian-Suara.com
PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) tak hanya mencatatkan kenaikan laba bersih sepanjang 2025, tetapi juga mulai mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai sumber pertumbuhan bisnis baru. Foto Alvian-Suara.com

Strategi tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2025, laba bersih DIGI tercatat mencapai Rp 1,763 miliar atau naik 45,1% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,215 miliar.

Menariknya, kenaikan laba terjadi di tengah tekanan terhadap pendapatan perusahaan akibat berbagai tantangan eksternal sepanjang tahun lalu. Perseroan mampu menjaga profitabilitas melalui efisiensi operasional, optimalisasi produktivitas usaha, serta pengembangan lini bisnis dengan biaya produksi yang relatif rendah.

"Capaian ini kembali menjadi bukti daya tahan dan ketangguhan model bisnis Perseroan di tengah tantangan industri, sekaligus melanjutkan tren positif dari tahun sebelumnya," ujar Suwarjono.

Tak berhenti pada Aura Research, DIGI juga tengah menyiapkan layanan berbasis AI lainnya melalui pemanfaatan Generative Engine Optimization (GEO). Teknologi ini dikembangkan untuk membantu klien memperoleh hasil konten yang lebih relevan melalui sistem prompting AI, sebuah model yang disebut sebagai evolusi dari Search Engine Optimization (SEO) tradisional.

Manajemen menilai perkembangan teknologi AI akan membuka peluang baru bagi industri media dan komunikasi, khususnya dalam layanan riset, analisis data, pengelolaan isu, hingga produksi konten yang lebih terukur dan sesuai kebutuhan pasar.

Dengan kombinasi bisnis media, layanan riset berbasis AI, serta ekosistem komunitas digital yang terus berkembang, DIGI optimistis mampu menjaga pertumbuhan kinerja sekaligus memperluas sumber pendapatan di masa mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:05 WIB

AI Memang Tidak Menghakimi, Tapi Apakah Curhat ke ChatGPT Benar-benar Menyehatkan?

AI Memang Tidak Menghakimi, Tapi Apakah Curhat ke ChatGPT Benar-benar Menyehatkan?

Your Say | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:50 WIB

AI Jadi Mesin Utama Fast Fashion: Riset Soroti Dampaknya bagi Pasar dan Lingkungan

AI Jadi Mesin Utama Fast Fashion: Riset Soroti Dampaknya bagi Pasar dan Lingkungan

Lifestyle | Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:10 WIB

Terkini

PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit

PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 17:49 WIB

Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?

Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:33 WIB

Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur

Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:23 WIB

DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah

DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:11 WIB

Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya

Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:07 WIB

Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS

Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:33 WIB

Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'

Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:25 WIB

Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal

Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:49 WIB

Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite

Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:40 WIB

Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional

Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 09:39 WIB