Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.575.000
Beli Rp2.447.000
IHSG 5.643,194
LQ45 553,105
Srikehati 276,229
JII 331,154
USD/IDR 17.957

Bukannya Senang, Driver Ojol Justru Kecewa Kebijakan Potongan 8%

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 01 Juli 2026 | 19:10 WIB
Bukannya Senang, Driver Ojol Justru Kecewa Kebijakan Potongan 8%
Pengemudi ojek online menunggu penumpang di seberang Stasiun Palmerah, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Sejumlah pengemudi ojek online di Jakarta mengeluhkan penerapan skema potongan 8 persen pada layanan GrabHemat mulai Juli 2026.
  • Para pengemudi khawatir kebijakan baru tersebut akan menyebabkan akumulasi potongan lebih besar dibandingkan dengan skema pembagian hasil sebelumnya.
  • Mitra pengemudi mendesak pihak aplikator memberikan transparansi perhitungan serta evaluasi kebijakan agar pendapatan harian mereka tidak terus menurun.

Suara.com - Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) justru tidak merasa senangan dengan penerapan skema potongan 8 persen. Mereka menilai kebijakan itu dapat mengurangi pendapatan.

Kekhawatiran itu muncul karena mekanisme baru dinilai berpotensi menghasilkan potongan yang lebih besar dibanding skema sebelumnya.

Salah seorang pengemudi Grab, Refli (27), mengaku awalnya menyambut baik kebijakan tersebut. Ia mengira potongan 8 persen akan diterapkan pada layanan reguler yang selama ini memiliki potongan lebih besar. 

Namun setelah mengetahui aturan itu berlaku untuk layanan murah bernama GrabHemat, ia mulai merasa khawatir.

"Awalnya sih saya jujur ya, senang gitu. Karena kan saya kira yang 8 persen itu buat yang standar. Ternyata malah buat yang hemat (bagi hasil)," ujar Refli di Jakarta, Selasa (1/7/2026).

Pengemudi ojek online menunggu penumpang di kawasan senayan, Jakarta, Senin (11/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengemudi ojek online menunggu penumpang di kawasan senayan, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

Menurut Refli, selama ini potongan pada layanan reguler bisa mencapai 20 hingga 30 persen. Sementara GrabHemat umumnya hanya dikenai potongan sekitar 5 hingga 10 persen.

Meski demikian, dengan skema bagi hasil yang baru, ia memperkirakan total potongan yang dibebankan justru bisa lebih besar.

"Yang saya takutin malah lebih gede dari yang biasanya," ujarnya.

Ia mengatakan sebagian besar order yang diterimanya berasal dari GrabHemat. Dalam sehari, pendapatan kotornya rata-rata mencapai Rp300 ribu.

baca juga

Dari jumlah itu, ia masih harus mengeluarkan biaya operasional sekitar Rp110 ribu untuk sewa motor listrik, baterai, dan kebutuhan makan.

Refli berharap aplikator memberikan penjelasan yang lebih rinci mengenai mekanisme perhitungan potongan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan mitra pengemudi.

"Kalau menurut saya sih lebih transparan aja ya. Kayak misalnya yang 8 persen ini kan enggak dikabarin tuh gimana-gimananya, apa yang berubah gitu. Ternyata tahu-tahu jebret, yang di hemat. Kirain yang saya kira di standar," ucapnya.

Kekhawatiran serupa disampaikan pengemudi lain, Saripudin Asra (51). Pada hari pertama penerapan aturan baru, ia mengaku sudah merasakan penurunan pendapatan dari sejumlah order GrabHemat yang diterimanya.

"Baru berjalan satu hari, saya ngerasain kayaknya terpuruk," kata Saripudin.

Ia menuturkan selama ini pendapatan hariannya berkisar Rp150 ribu. Dengan skema baru, ia khawatir penghasilannya semakin berkurang setelah potongan dihitung secara akumulatif pada akhir hari.

"Kalau menurut saya, saya terpuruk," ujarnya.

Meski demikian, Saripudin mengaku masih menunggu hasil perhitungan potongan pada malam hari untuk mengetahui dampak sebenarnya dari kebijakan tersebut. Ia berharap skema baru dapat dievaluasi apabila terbukti mengurangi pendapatan para mitra pengemudi.

"Mudah-mudahan sih cuman 3 bulan doang, mungkin ada perubahan lagi," pungkas Saripudin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mulai Hari Ini, Potongan Komisi Ojol Resmi Turun Jadi 8 Persen

Mulai Hari Ini, Potongan Komisi Ojol Resmi Turun Jadi 8 Persen

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:05 WIB

Driver Sambut Potongan Komisi Ojol 8 Persen, Berharap Tak Muncul Biaya Baru yang Kurangi Pendapatan

Driver Sambut Potongan Komisi Ojol 8 Persen, Berharap Tak Muncul Biaya Baru yang Kurangi Pendapatan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:05 WIB

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:35 WIB

Terkini

Dana SAL Mau Ditarik, Bos BSI Ingatkan Jangan Mendadak agar Pasar Tak Bergejolak

Dana SAL Mau Ditarik, Bos BSI Ingatkan Jangan Mendadak agar Pasar Tak Bergejolak

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:21 WIB

Musim Masuk Sekolah Bikin Ritel Bergairah, Penjualan Sepatu Meningkat

Musim Masuk Sekolah Bikin Ritel Bergairah, Penjualan Sepatu Meningkat

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:16 WIB

Pajak Marketplace Resmi Berlaku, DJP Bidik Penerimaan Negara Tembus Rp 24 Triliun

Pajak Marketplace Resmi Berlaku, DJP Bidik Penerimaan Negara Tembus Rp 24 Triliun

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:21 WIB

MUTU Umumkan Private Placement Rp 29,9 Miliar, Incar Ekspansi Bisnis Karbon

MUTU Umumkan Private Placement Rp 29,9 Miliar, Incar Ekspansi Bisnis Karbon

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:08 WIB

Daftar Marketplace yang Bakal Beri Diskon Biaya Layanan 50 Persen

Daftar Marketplace yang Bakal Beri Diskon Biaya Layanan 50 Persen

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:51 WIB

Asosiasi E-commerce hingga Pengusaha Dukung Purbaya Tarik Pajak Marketplace

Asosiasi E-commerce hingga Pengusaha Dukung Purbaya Tarik Pajak Marketplace

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:49 WIB

Pegadaian Praya Dukung Infrastruktur Sekolah dan Edukasi Investasi Emas bagi Siswa

Pegadaian Praya Dukung Infrastruktur Sekolah dan Edukasi Investasi Emas bagi Siswa

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:33 WIB

Berlaku Agustus 2026, DJP Klaim Pungutan ke Marketplace Bukan Pajak Baru

Berlaku Agustus 2026, DJP Klaim Pungutan ke Marketplace Bukan Pajak Baru

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:22 WIB

IHSG Akhirnya Perkasa ke Level 5.695 Hari Ini

IHSG Akhirnya Perkasa ke Level 5.695 Hari Ini

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:01 WIB

Harga Tiket Pesawat Turun Setelah BBM Avtur Melemah?

Harga Tiket Pesawat Turun Setelah BBM Avtur Melemah?

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 16:54 WIB

×