Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.495.000
IHSG 5.744,556
LQ45 565,493
Srikehati 279,472
JII 338,217
USD/IDR 17.989

Cegah Mati Lampu, PLN Modif PLTU Bisa Pakai Batu Bara Kelas Rendah

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:52 WIB
Cegah Mati Lampu, PLN Modif PLTU Bisa Pakai Batu Bara Kelas Rendah
PLTU Suralaya Banten. (Suara.com/Yandi Sofyan)
baca 10 detik
  • PT PLN melakukan modifikasi teknis pada PLTU guna mengatasi menipisnya ketersediaan batu bara berkalori menengah hingga tinggi.
  • PLN berhasil melakukan retrofit pada komponen mesin penggiling batu bara di PLTU Suralaya unit 6 dan 7.
  • Keberhasilan tersebut mendorong PLN untuk mengkaji penerapan teknologi retrofit di seluruh pembangkit listrik milik perusahaan tersebut.

Suara.com - PT PLN (Persero) melakukan modifikasi pada sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sebagai upaya untuk mencegah terulangnya kembali pemadaman.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyebut langkah itu dilakukan seiring dengan semakin menipisnya jenis batu bara kalori menengah hingga tinggi. 

"Kami mengakui bahwa produksi batu bara yang dengan kalori 4.500 ke atas semakin hari semakin menipis sedangkan produksi batubara dengan kalori rendah semakin hari semakin membesar," ujar Darmawan saat rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta yang dikutip pada Jumat (3/7/2026). 

Darmawan mengungkapkan bahwa pihaknya telah berhasil melakukan retrofit pada sejumlah pembangkit, seperti PLTU Suralaya unit 6 dan 7. Modifikasi tersebut dilakukan dengan mengubah komponen mill (mesin penggiling batu bara) pada kedua pembangkit tersebut.

"Kami sudah melakukan retrofit yaitu di pembangkit PLTU Suralaya 6 dan 7 yaitu dengan mengubah milnya dan kami berhasil," kata Darmawan. 

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait pemadaman listrik di Jawa. (Suara.com/Novian)
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait pemadaman listrik di Jawa. (Suara.com/Novian)

Melalui modifikasi tersebut, PLTU yang semula mengkonsumsi batu bara berkalori tinggi kini dapat memanfaatkan batu bara berkalori rendah.

"Tadinya menggunakan batubara dengan kalori menengah ke atas bisa menggunakan batubara dengan kalori low-rank coal atau dengan kalori sekitar 4.100 hingga 4.300 kkal/kg.," jelas Darmawan. 

Berkaca dari keberhasilan modifikasi di PLTU Suralaya 6 dan 7, PLN berencana mengaplikasikan teknologi tersebut di pembangkit lainnya.

Darmawan menyatakan bahwa kesuksesan retrofit ini mendorong pihaknya untuk segera melakukan kajian mendalam di seluruh pembangkit milik PT PLN (Persero). 

baca juga

"Nah suksesnya retrofit di Suralaya 6 dan 7 saat ini langsung kami melakukan kajian seluruh pembangkit PT. PLN Persero dalam hal ini yaitu PLN Indonesia Power," kata Darmawan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lahan Bekas Tambang Batu Bara Disulap Jadi PLTS

Lahan Bekas Tambang Batu Bara Disulap Jadi PLTS

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:44 WIB

PLN Bakal Sulap 802 Km Tol Jasa Marga Jadi Ladang Energi Surya

PLN Bakal Sulap 802 Km Tol Jasa Marga Jadi Ladang Energi Surya

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:38 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

Terkini

Lahan Bekas Tambang Batu Bara Disulap Jadi PLTS

Lahan Bekas Tambang Batu Bara Disulap Jadi PLTS

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:44 WIB

Novel Bamukmin Diisukan Jadi Komisaris, Website PT Hotel Indonesia Natour Hilang

Novel Bamukmin Diisukan Jadi Komisaris, Website PT Hotel Indonesia Natour Hilang

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:26 WIB

PLN Bakal Sulap 802 Km Tol Jasa Marga Jadi Ladang Energi Surya

PLN Bakal Sulap 802 Km Tol Jasa Marga Jadi Ladang Energi Surya

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:38 WIB

Kasus Penipuan Keuangan Tembus 579 Ribu, Bank dan Fintech Diminta Beralih ke AI

Kasus Penipuan Keuangan Tembus 579 Ribu, Bank dan Fintech Diminta Beralih ke AI

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:39 WIB

Komisi Ojol Dipangkas Jadi 8%, Ekonom: Belum Tentu Bikin Driver Lebih Sejahtera

Komisi Ojol Dipangkas Jadi 8%, Ekonom: Belum Tentu Bikin Driver Lebih Sejahtera

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:31 WIB

Dugaan Cuci Uang Emas Ilegal Diusut, Modusnya Samarkan Hasil Tambang Tanpa Izin

Dugaan Cuci Uang Emas Ilegal Diusut, Modusnya Samarkan Hasil Tambang Tanpa Izin

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:25 WIB

Rekam Jejak Novel Bamukmin, Eks FPI yang Diisukan Jadi Komisaris BUMN

Rekam Jejak Novel Bamukmin, Eks FPI yang Diisukan Jadi Komisaris BUMN

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:21 WIB

Rupiah Menguat, Tapi Masih Betah di Level Rp17.900 per Dolar AS

Rupiah Menguat, Tapi Masih Betah di Level Rp17.900 per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:19 WIB

Harga Pertamax Harusnya Rp13.700, Ekonom: Ada Upaya Pertamina Pulihkan Margin

Harga Pertamax Harusnya Rp13.700, Ekonom: Ada Upaya Pertamina Pulihkan Margin

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:04 WIB

Purbaya Ngeluh Bawahannya Lelet Urus Aset Negara, Singgung Kasus BLBI

Purbaya Ngeluh Bawahannya Lelet Urus Aset Negara, Singgung Kasus BLBI

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:56 WIB

×