- PT Pertamina International Shipping berhasil mengevakuasi kapal tanker Pertamina Pride keluar dari Selat Hormuz pada Rabu, 8 Juli 2026.
- Kedua kapal milik PIS, yaitu Gamsunoro dan Pertamina Pride, kini telah sepenuhnya bebas dari kawasan konflik Teluk Arab.
- Kapal Pertamina Pride dijadwalkan tiba di Terminal BBM Cilacap pada 23 Juli 2026 untuk memperkuat pasokan energi nasional.
Suara.com - PT Pertamina International Shipping (PIS) mengonfirmasi bahwa kapal tanker raksasa Very Large Crude Carrier (VLCC) Pertamina Pride telah berhasil keluar dengan aman dari Selat Hormuz.
Dengan keberhasilan ini, seluruh armada kapal milik PIS yang sebelumnya dilaporkan sempat tertahan di kawasan Teluk Arab akibat eskalasi geopolitik, kini telah sepenuhnya terbebas dari perairan kritikal tersebut.
Sebelumnya, kapal tanker Gamsunoro telah lebih dulu berhasil dievakuasi dari kawasan konflik tersebut.
"Menyusul keberhasilan kapal Gamsunoro, kapal Pertamina Pride juga telah keluar dari area Teluk Arab dan melintasi Selat Hormuz, semalam. Artinya, kedua kapal milik PIS yang tertahan sejak Maret lalu kini bisa kembali melanjutkan perjalanan dan beroperasi seperti biasa," ujar Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/7/2026).
Kronologi Evakuasi di Jalur Konflik
Seperti diketahui, ketegangan militer yang melibatkan Amerika Serikat-Israel dengan Iran pada akhir Februari lalu berdampak langsung pada kelancaran pengangkutan komoditas energi dunia.
Penutupan akses Selat Hormuz sempat membuat dua kapal tanker andalan PIS, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, terjebak dan tidak dapat melanjutkan pelayaran selama berbulan-bulan.
Vega menjelaskan, misi pengeluaran kapal Pertamina Pride mulai bergerak secara taktis pada Selasa (7/7/2026) pukul 13.00 waktu Dubai (16.00 WIB).
Kapal tanker raksasa ini kemudian berhasil melewati titik paling krusial di Selat Hormuz pada Rabu (8/7/2026) dini hari pukul 00.15 WIB.
Sama seperti strategi yang diterapkan pada Kapal Gamsunoro, keberhasilan lolosnya Pertamina Pride didasarkan pada penilaian risiko (risk assessment) yang sangat ketat.
PIS menerapkan puluhan persyaratan berlapis sebelum memberikan lampu hijau pergerakan kapal. Parameter tersebut mencakup aspek pembaruan asuransi, kesiapan teknis, operasional, kesiagaan kru, hingga jaminan keamanan.
Sepanjang navigasi keluar, posisi kapal dipantau nonstop selama 24 jam melalui koordinasi melekat antara awak kapal dan tim crisis center PIS di darat.
Pasokan Energi Nasional Aman, Estimasi Tiba 23 Juli
Pihak manajemen memastikan seluruh kru dan awak kapal Pertamina Pride dalam kondisi sehat dan aman. Kapal tanker dengan kapasitas angkut fantastis mencapai 2 juta barel minyak mentah tersebut kini langsung memacu kecepatannya menuju Terminal BBM Cilacap, Jawa Tengah, guna memperkuat pasokan energi nasional.
Pertamina Pride diproyeksikan menempuh waktu pelayaran selama 15 hari ke depan dan dijadwalkan bersandar di Indonesia pada 23 Juli 2026.
Sebagai langkah antisipasi ke depan, PIS menegaskan akan terus memantau dinamika keamanan jalur maritim internasional secara ketat dan memperkuat sinergi lintas otoritas demi memastikan keselamatan operasional distribusi logistik global.
"Kami menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar RI di Tehran, dan seluruh pihak atas dukungannya. PIS juga berterima kasih atas doa dan perhatian masyarakat sehingga Gamsunoro dan Pertamina Pride dapat kembali berlayar," pungkas Vega.