Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Purbaya Akhirnya Bongkar Masalah di Program MBG, Janji Bakal Libatkan Rakyat

Dicky Prastya

Selasa, 14 Juli 2026 | 18:19 WIB
Purbaya Akhirnya Bongkar Masalah di Program MBG, Janji Bakal Libatkan Rakyat
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan tanggapan pemerintah dalam Rapat Paripurna ke-25 DPR Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026). [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/nym]
baca 10 detik
  • Menkeu Purbaya mengakui adanya tantangan distribusi dan logistik program Makan Bergizi Gratis di wilayah 3T pada rapat DPR, Juli 2026.
  • Pemerintah memberdayakan BUMDes dan UMKM lokal guna mengoptimalkan rantai pasok pangan serta meningkatkan efisiensi pelaksanaan program secara menyeluruh.
  • Kemenkeu melakukan pengawasan ketat melalui DJPb untuk memantau penggunaan anggaran dan perbaikan tata kelola di Badan Gizi Nasional.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya mengungkapkan sejumlah masalah di program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Badan Gizi Nasional (BGN). Ia mengklaim kalau Pemerintah tidak menutup mata dengan implementasi program tersebut.

Hal ini disampaikan Menkeu Purbaya saat menjawab kritik dari Fraksi Partai Demokrat dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

"Menanggapi pandangan fraksi Partai Demokrat mengenai kesiapan implementasi MBG di tahap awal, Pemerintah tidak menutup mata terhadap realita di lapangan," katanya, dikutip dari kanal YouTube TVR Parlemen, Selasa (14/7/2026).

Bendahara Negara menjabarkan, tantangan awal dalam mengeksekusi program MBG ini ada di kesiapan rantai pasokan, jalur distribusi pangan, hingga kapasitas logistik, khususnya di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

Untuk mengatasi rantai pasok dan kapasitas logistik MBG, Purbaya juga berjanji kalau nantinya Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPB) bakal melibatkan rakyat di daerah. Mulai dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) hingga UMKM.

"Sebagai langkah konkret Pemerintah pada aspek kesiapan rantai pasok dan kapasitas logistik di daerah dalam program MBG ini, Pemerintah telah mendorong SPPG untuk memberdayakan Sentra Produksi Rakyat, BUMDES, UMKM, serta penyedia lokal untuk menyerap bahan pangan langsung dari petani, peternak, dan nelayan di sekitar lokasi SPPG," jelas Purbaya.

Pelaksanaan MBG di sekolah Kota Yogyakarta. (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)
Pelaksanaan MBG di sekolah Kota Yogyakarta. (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)

Purbaya mau efisiensi MBG

Sebelumnya Purbaya Yudhi Sadewa juga mengklaim kalau anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal mengalami efisiensi besar-besaran karena sudah diperintah langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Menkeu Purbaya menyatakan kalau MBG yang dijalankan Badang Gizi Nasional (BGN) itu memang program andalan Prabowo yang saat ini tidak bisa dihapus. Untuk itu Pemerintah harus menjalankannya, tapi juga membuatnya lebih efisien.

"Hanya saja memang pelaksanaannya, banyak bolongnya kemarin, sekarang sedang diperbaiki," katanya di kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo, dikutip Senin (6/7/2026).

baca juga

Sebagai bukti, Purbaya menyebut anggaran MBG sudah dipotong dari sebelumnya Rp 335 triliun menjadi Rp 270 triliun. Ia memastikan kalau BGN bakal kembali memangkas anggaran MBG.

"Jadi akan dilakukan efisiensi yang besar-besaran. Ini perintah Bapak Presiden. Itu, jadi enggak usah takut. Kalau program pertama pasti banyak bolongnya," lanjutnya.

Purbaya mengklaim kalau dirinya menjadi satu-satunya orang yang berani mendatangi BGN. Ketika pertama kali berkunjung, ia mengaku kalau waktu itu sempat heboh.

Bendahara Negara menjelaskan kalau itu dilakukan karena pihaknya khawatir dengan penggunaan anggaran untuk MBG. Hanya saja eksekusi tetap dilakukan oleh Kepala BGN, yang saat itu masih dijabat Dadan Hindayana sebelum menjadi tersangka korupsi MBG.

Purbaya juga mengakui kalau MBG adalah program yang bagus di atas kertas. Lembaga seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pun ikut mengaudit program tersebut.

"Dulu kan saya enggak boleh masuk bahkan, tapi sekarang kan diperbaiki," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

APBN 2025 Defisit Rp670,34 Triliun, Pemerintah Beberkan Kondisi Fiskal di DPR

APBN 2025 Defisit Rp670,34 Triliun, Pemerintah Beberkan Kondisi Fiskal di DPR

Foto | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:08 WIB

MBG Jalan Lagi Meski Ada Kasus Korupsi, Akademisi Minta Tata Kelola Dibenahi

MBG Jalan Lagi Meski Ada Kasus Korupsi, Akademisi Minta Tata Kelola Dibenahi

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 17:52 WIB

Ilusi Program MBG: Sejuta Lapangan Kerja atau Sejuta Penerima APBN?

Ilusi Program MBG: Sejuta Lapangan Kerja atau Sejuta Penerima APBN?

Your Say | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:15 WIB

Cegah Intervensi Politik, KPK Diminta Turun Tangan Awasi Kasus Makan Bergizi Gratis

Cegah Intervensi Politik, KPK Diminta Turun Tangan Awasi Kasus Makan Bergizi Gratis

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 15:03 WIB

Di DPR, Menkeu Purbaya Soroti Efisiensi APBN dan Tantangan Besar Program MBG

Di DPR, Menkeu Purbaya Soroti Efisiensi APBN dan Tantangan Besar Program MBG

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:59 WIB

Kemarahan Publik: Indikator Kebijakan Benar-benar Berpihak Kepada Rakyat

Kemarahan Publik: Indikator Kebijakan Benar-benar Berpihak Kepada Rakyat

Your Say | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:30 WIB

Terkini

Polemik Revisi UU Hak Cipta, Google Respon Wacana Pemerintah

Polemik Revisi UU Hak Cipta, Google Respon Wacana Pemerintah

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 17:07 WIB

Setoran Freeport ke Negara Turun Menjadi USD 2,6 Miliar pada 2026

Setoran Freeport ke Negara Turun Menjadi USD 2,6 Miliar pada 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:52 WIB

Bahlil Diserang PDIP Soal Batu Bara PLN, Ade Ginanjar Pasang Badan: Jangan Politisasi Energi

Bahlil Diserang PDIP Soal Batu Bara PLN, Ade Ginanjar Pasang Badan: Jangan Politisasi Energi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:46 WIB

IHSG Bertahan di Atas 6.000, Tapi Dihantam Saham Perbankan

IHSG Bertahan di Atas 6.000, Tapi Dihantam Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:40 WIB

Tak Sekadar Chatbot, Investor Ritel Bisa Manfaatkan AI untuk Analisis Saham

Tak Sekadar Chatbot, Investor Ritel Bisa Manfaatkan AI untuk Analisis Saham

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:28 WIB

Rupiah Menguat Tipis Berkat Sentimen Positif S&P Global Ratings

Rupiah Menguat Tipis Berkat Sentimen Positif S&P Global Ratings

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:28 WIB

Aturan Kemasan Rokok Polos Dinilai Ancam 1,2 Juta Lapangan Kerja

Aturan Kemasan Rokok Polos Dinilai Ancam 1,2 Juta Lapangan Kerja

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:23 WIB

Pengangkatan Keponakan Menteri PU Jadi Komisaris PTPP Atas Usulan BP BUMN-Danantara

Pengangkatan Keponakan Menteri PU Jadi Komisaris PTPP Atas Usulan BP BUMN-Danantara

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:18 WIB

Ajinomoto Indonesia Jadi Pelopor PMR Proaktif, Raih PMR Award 2026 dari BPOM

Ajinomoto Indonesia Jadi Pelopor PMR Proaktif, Raih PMR Award 2026 dari BPOM

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 15:59 WIB

Kas Seret, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,11 Miliar

Kas Seret, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,11 Miliar

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:42 WIB

×