- Hingga Juli 2026, Bank Indonesia menyalurkan insentif KLM sebesar Rp431,9 triliun untuk mendukung sektor prioritas perbankan.
- Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan kredit perbankan nasional pada Juni 2026 tumbuh kuat mencapai 12,67 persen.
- Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit sepanjang tahun 2026 tetap terjaga pada kisaran 8 hingga 12 persen.
Sementara itu, kredit modal kerja tumbuh 8,94 persen dan kredit konsumsi meningkat 5,75 persen.
![Bank Indonesia, Jakarta. [Antara//M Risyal Hidayat/wsj]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/22/45764-bank-indonesia.jpg)
Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap berada pada kisaran 8 persen hingga 12 persen.
Optimisme tersebut didukung masih besarnya potensi permintaan pembiayaan, tercermin dari fasilitas pinjaman yang belum dimanfaatkan (undisbursed loan) sebesar Rp2.490 triliun, atau setara 21,52 persen dari total plafon kredit yang tersedia.
Selain itu, dari sisi penawaran, minat perbankan untuk menyalurkan kredit dinilai tetap tinggi dan ditopang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai 10,21 persen secara tahunan.
BI juga mencatat suku bunga deposito tenor satu bulan pada Juni 2026 berada di level 4,76 persen, sedangkan rata-rata suku bunga kredit tercatat 8,81 persen.
Bank sentral berharap perkembangan suku bunga tersebut, bersama peningkatan transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK), dapat semakin mendorong pertumbuhan kredit dan pembiayaan ke sektor riil.