- Anggota DPRD Jabar Daddy Rohanady menyatakan Sensus Ekonomi 2026 penting untuk menyusun kebijakan pemerintah yang tepat sasaran.
- BPS Kota Cirebon mengerahkan petugas melakukan pendataan dari rumah ke rumah hingga tanggal 31 Agustus 2026.
- Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Cirebon telah mencapai 103.246 responden atau 70,75 persen dari total target.
Daddy mengaku telah mengikuti proses pendataan di Kabupaten Cirebon dan berharap masyarakat memberikan informasi sesuai kondisi sebenarnya agar pemerintah memiliki gambaran utuh mengenai aktivitas ekonomi di lapangan.
![Petugas sensus menempelkan stiker saat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Baros, Tirtohargo, Kretek, Bantul, DI Yogyakarta, Kamis (25/6/2026). [ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/agr]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/26/29099-pelaksaan-sensus-ekonomi-2026-di-berbagai-daerah-ilustrasi-sensus-ekonomi.jpg)
"Kita berikan data yang berkaitan supaya pemerintah memiliki gambaran kondisi yang sebenarnya untuk menyusun kebijakan yang tepat," katanya.
Pendataan Capai Lebih dari 103 Ribu Responden
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon, Samiran, mengatakan pendataan lapangan merupakan lanjutan dari tahapan pengisian kuesioner mandiri yang telah berlangsung sejak April hingga pertengahan Juni 2026.
Selanjutnya, BPS melakukan pendataan secara door to door mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan melibatkan 229 petugas mitra dan tiga pegawai organik.
Samiran mengungkapkan hingga laporan terakhir, proses pendataan telah menunjukkan progres yang signifikan.
"Hingga capaian terakhir yang disampaikan BPS, sebanyak 103.246 responden atau 70,75 persen dari target 145.922 responden telah didata," ujarnya.
Pemerintah berharap hasil Sensus Ekonomi 2026 mampu menghadirkan basis data ekonomi yang lebih komprehensif untuk mendukung penyusunan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).