- Dubes Qatar Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal membahas investasi pada 29 Agustus 2026.
- Qatar menjajaki peluang investasi infrastruktur, konektivitas udara, dan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika guna mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
- Kedua pihak turut memperluas kerja sama di bidang pendidikan vokasi serta penempatan tenaga kerja profesional asal NTB.
Investasi Juga Menyasar Talenta dan Pendidikan
![Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari (kanan) bertemu Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal (kiri). [Antara/Pemprov NTB]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/29/21769-dubes-qatar-untuk-indonesia-dan-gubernur-ntb.jpg)
Kerja sama yang dijajaki tidak berhenti pada investasi fisik. Pemerintah NTB juga mendorong kolaborasi di bidang pendidikan vokasi dan ketenagakerjaan.
NTB menawarkan peluang penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal daerah tersebut yang memiliki keterampilan, sekaligus membuka kesempatan bagi lulusan SMK untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja profesional di Qatar.
Langkah ini membuat agenda investasi memiliki dimensi yang lebih luas. Kerja sama dengan Qatar tidak hanya diharapkan menghasilkan aliran modal, tetapi juga membuka akses pasar tenaga kerja dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia NTB.
Al-Dosari mengatakan Qatar dan NTB turut mengeksplorasi peluang kerja sama dalam investasi dan pendidikan.
“Kami membahas kerja sama antara Qatar dan Lombok, serta mengeksplorasi peluang kerja yang ada, khususnya di bidang investasi dan pendidikan,” tuturnya.
Sejumlah nama lain dari sektor media dan telekomunikasi juga disebut dalam pembicaraan, seperti Al Jazeera dan Indosat. Namun, penjajakan tersebut masih berada pada tahap awal dan perlu diterjemahkan lebih lanjut ke dalam pembahasan teknis.
Iqbal mengatakan Qatar terbuka untuk menindaklanjuti berbagai potensi yang telah dibahas.
“Diskusi berlangsung sangat luas dan terbuka. Peluang kerja sama ini masih panjang ke depan, dan kita akan segera menyiapkan langkah-langkah teknis untuk mematangkan skema investasi serta pemenuhan kebutuhan tenaga kerja yang disepakati,” katanya.
Bagi NTB, penjajakan dengan Qatar menjadi peluang untuk memperluas sumber investasi asing sekaligus mempercepat pengembangan sektor strategis.
Tantangannya kini adalah memastikan berbagai peluang yang masih berada pada tahap penjajakan dapat berubah menjadi proyek konkret yang memberikan dampak langsung bagi ekonomi daerah dan masyarakat.